Tips Aplikasi Visa Schengen

Di tahun 2013 lalu sudah 2 kali saya melamar Visa Schengen. Alhamdulillah kedua-duanya diterima. April tahun lalu saya melamar Schengen di Kedutaan Belanda untuk kunjungan pendek saya ke Amsterdam. Akhir November lalu saya melamar Schengen lagi di keduataan Jerman untuk kunjungan ke Eropa. Jika Kla Project punya lagu menjemput impian, maka kali ini judul tujuannya adalah menjemput istri yang sedang kuliah di sana. Dari dua pengalaman tersebut saya akan coba berbagi tips jitu untuk mendapatkan Visa Schengen. Saya tidak akan membahas mengenai detail persyaratan sebab informasi ini sangat gamblang dan lebih terkini dijelaskan di masing-masing kedutaan anggota Schengen.

Pre FAQ

  • Apakah visa? Ijin untuk bisa memasuki suatu negara
  • Apakah Visa Schengen? Visa untuk bisa memasuki beberapa negara di Eropa yang mengikuti perjanjian Schengen. Tak ada pemeriksaan imigrasi di perbetasan antara negara-negara Schengen.
  • Apakah setiap keluar negeri memerlukan visa? Tergantung negara tujuan, warga negara Indonesia bisa memasuki negara Asean dan beberapa negara lain tanpa visa sama sekali untuk kunjungan jangka pendek. Kita pun bisa mendapatkan visa saat tiba di beberapa negara tujuan yang memberlakukan visa on arrival. Namun kita harus melamar visa untuk mengunjungi sebagian besar negara-negara lain.
  • Apakah persyaratan Visa Schengen? Bisa dilihat di website masing-masing kedutaan Schengen. Namun umumnya kita harus mengisi form secara lengkap, foto yang sesuai dengan aturan biometeric, surat keterangan kerja, rekening bank, tiket transportasi bolak-balik dan bookingan akomodasi.

TL;DR
Satu-satunya pertimbangan kedutaan untuk memberi kita visa adalah mereka yakin bahwa setelah kita sampai di negara mereka, kita akan pulang lagi sebelum tenggat waktu visa berakhir dan tidak membuat masalah di sana. Jika kita bisa meyakinkan mereka untuk hal ini, saya yakin visa akan keluar.

Berikut adalah 3 hal penting untuk memberi keyakinan tersebut.

  • Tujuan yang jelas
  • Kemampuan finansial
  • Jaminan untuk pulang

Tujuan yang jelas

Visa Schengen ada beberapa jenis. Di antaranya visa untuk bisnis, turis dan kunjungan keluarga. Sesuai dengan namanya, visa bisnis untuk tujuan bisnis. Syarat penting yang dibutuhkan adalah surat keterangan dari kantor dari tempat kita bekerja mengenai tujuan bisnis ini atau surat undangan dari rekanan bisnis yang kita kunjungi. Visa turis adalah untuk tujuan turisme. Petugas visa biasanya akan meminta rencana perjalanan di negara tujuan. Rencana perjalanan ini bisa berupa list itinerary yang sudah kita rancang dan diperkuat dengan bukti bookingan hotel. Untuk visa visit ditujukan untuk mengunjungi keluarga yang ada di area schengen. Persyaratan yang dibutuhkan adalah surat undangan dari orang yang akan kita kunjungi. Untuk visa jenis apa pun kita harus merancang tujuan dengan sejelas mungkin.

Kemampuan Finansial


Dengan rencana kita datang ke negeri orang maka kita harus bisa meyakinkan mereka bahwa kita mampu secara finansial untuk hidup di sana selama kunjungan kita. Kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi diantaranya adalah akomadosi misalnya hotel, konsumsi dan transportasi. Satu catatan yang penting untuk diingat adalah biaya hidup di sebagian besar negara-negara eropa adalah cukup mahal. Untuk meyakinkan mereka biasanya kita harus menunjukan saldo rekening bank yang kita punya untuk alokasi biaya hidup selama di sana.

Dua kedutaan tempat saya pernah melamar Schengen tidak menerangkan berapa nilai tepat kemampuan finansial tersebut. Link ini memberikan gambaran berapa perkiraan jumlah uang yang dibutuhkan perhari untuk beberapa negara Schengen.

Kemampuan finansial ini harus kita sertakan dalam aplikasi visa. Wujudnya biasa berupa cetakan rekening bank 3 bulan terakhir bagi yang sudah bekerja. Bagi yang tidak bekerja kita menyertakan rekening orang tua atau suami. Perlu dicatat, jika ada uang nominal besar yang tiba-tiba masuk beberapa hari sebelum kita melamar visa Schengen hal tersebut bisa menjadi pertanyaan sebab bisa jadi pihak kedutaan menduga bahwa kita meminjam uang dari orang lain sekedar untuk bisa lolos aplikasi. Jadi kita harus berusaha memastikan punya saldo stabil yang tidak mencurigakan dalam 3 bulan terakhir untuk kebutuhan perjalan.

Jaminan untuk pulang

Persyaratan penting ketiga untuk aplikasi Schengen adalah kita harus meyakinkan pihak kedutaan bahwa kita akan pulang ke negara asal setelah menyelesaikan urusan kita. Tidak pulang hingga melewati batas tinggal visa adalah tindakan melanggar hukum yang ganjarannya adalah dipulangkan secara paksa dan ada kemungkinan tidak diijinkan lagi untuk masuk ke wilayah schengen. Oleh kerena itu dari pada harus repot kemudian, akan lebih mudah bagi kedutaan untuk menolak visa bagi individu yang tidak meyakinkan mau pulang kembali.

Jaminan paling sederhana dari untuk ini adalah tiket bolak-balik. Jika kita pergi tanpa tiket kembali besar kemunkinan kita akan ditolak masuk meski sudah mendapat visa. Jaminan penting lainnya adalah punya pekerjaan tetap. Ini yang akan memberi keyakinan bahwa kita butuh penghasilan dan akan kembali lagi setelah urusan di negara Schengen selesai. Jika berwirausaha maka kita harus menyertakan surat keterangan. Jaminan lainnya adalah kepemilikan property, kendaraan atau simpanan lainnya di negara asal.

Sedikit berbagi dari pengalaman apply schengen terakhir berkaitan dengan perkerjaan. Rencana perjalanan saya yang terdekat akan menghabiskan sekitar 2.5 bulan. Kantor keberatan untuk memberi cuti untuk perjalanan selama itu. Oleh karena itu saat menyerahkan berkas di kedutaan dan petugasnya bertanya, saya mengatakan bahwa saya mengundurkan diri dari pekerjaan setelah visa keluar. Pada momen tersebat mimik petugas kedutaan langsung berubah dan berkata bahwa kasus pergi tanpa perkerjaan akan sangat sulit tembus mendapat visa. Saya coba berargumen dengan menerangkan bahwa saya sudah membeli tiket jalan pulang dan menulis cover letter yang menyatakan bahwa saya akan pulang setelah 2.5 bulan. Petugas masih nampak ragu namun akhirnya setuju untuk memproses dokumen saya. Saya menunggu sekitar satu minggu untuk mendapatkan hasil visa. Selama menunggu cukup besar rasa khawatir jika visa saya ditolak. Artinya rencana yang sudah dirancang akan berantakan. Reuni bertemu istri saya pun akan batal. Namun alhamdulillah satu minggu kemudian visa saya akhirnya keluar. 75 hari sesuai dengan yang saya minta di awal.

Jadi kira-kira itulah sedikit sharing pengalaman aplikasi visa schengen. Berikut beberapa pertanyaan umum yang mungkin keluar berkaitan dengan aplikasi schengen berikut dengan jawabannya.

Possible FAQ

  • Apakah aplikasi visa saya akan lulus? Kondisi setiap orang akan berbeda. Yang hanya tahu aplikasi visa kita akan lulus atau tidak adalah petugas visa dan Tuhan. Jawaban untuk pertanyaan ini kembali ke tl;dr di atas: Satu-satunya pertimbangan kedutaan untuk memberi kita visa adalah memastikan setelah kita sampai di negara mereka, kita akan pulang lagi sebelum tenggat waktu visa berakhir dan tidak membuat masalah di negara mereka. Jika kita bisa meyakinkan mereka untuk hal ini, saya yakin visa kita akan keluar.
  • Haruskah membeli tiket dulu? Untuk kedutaan Jerman dan Belanda di Singapura, tidak perlu. Persyaratannya hanya meminta itinerary perjalan. Artinya booking dari travel biasanya cukup untuk memenuhi persyaratan ini. Bookingan travel adalah jalan aman untuk mengantisipasi jika visa kita ditolak, sebab kita belum membayar apapun. Jika sudah membeli tiket, saat visa ditolak, untuk pembatalan tiket biasanya akan dipotong biaya yang cukup besar. Namun saya berpendapat, jika rencana perjalanan kita sudah solid, akan lebih baik langsung membeli tiket sebab menurut saya itu semakin meyakinkan pihak kedutaan untuk memberi kita visa.
  • Bisakah melamar visa Schengen di luar negeri? Ya. Dua kali saya melamar Schengen di Singapura. Namun kita harus memiliki resident permit di luar negeri tersebut. Untuk kasus saya, saya punya employment pass di Singapura sehingga bisa melamar Schengen di kedutaan asing di sini.
  • Bisakah pengangguran (pergi tanpa pekerjaan) mendapat visa Shengen? Dari pengalaman saya di atas ya. Dengan catatan punya simpanan finansial yang cukup dan bisa menjelaskan bahwa kita punya niatan bulat untuk pulang sebelum tenggat visa.
  • Berapa banyak uang minimal untuk jaminan finansial? Tidak eksak dan berbeda untuk tiap negara Schengen. Link ini bisa memberi sedikit gambaran. Untuk panduan secara umum saya mematok 50 Euro per hari. Namun, lebih banyak akan lebih baik.
  • Apakah paspor bisa diambil lagi saat aplikasi? Dari dua pengalaman saya paspor akan ditinggal selama proses visa sekitar satu minggu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s