STPDN

Judul dia atas sedang menjadi headline beberapa hari ini. Di salah satu episode movie detective conan (jika tidak salah movie 9:Strategy Above the Depths ) di tengah-tengah

images.jpg

pembunuhan yang memang sering terjadi di film itu, Ayumi melemparkan sebuah pertanyaan, jika tidak salah pada waktu itu dilemparkan ke conan, ai bara, ran dan kawan-kawan lainnya. Pertanyaannya kurang lebih, di dunia ini mengapa ada orang yang jahat ingin membunuh dan sebagainya. Sebuah pertanyaan yang sangat mendasar dan natural tapi akan sulit dijawab dengan mudah. Mengapa ada penjahat, mengapa ada maling, mengapa ada pembunuh, mengapa ada koruptor dan mengapa-mengapa seterusnya. Alangkah indahnya dunia jika semua orang bisa baik dan menghindari kejahatan. Tapi justru inilah dunia saat tidak bisa semua keinginan yang semulia apapun bisa terwujudkan dengan sedemikian mudahnya.

230903bstpdn_dpr.jpg

Sekarang dikaitkan kembali ke masalah STPDN. Yang pasti berdasar berita terakhir, telah tewas seorang praja dari Sulawesi Selatan Cliff Muntu. Sebuah kesalahan yang mengherankan, dan menggambarkan ketidakjeraan. Secara langsung saya tidak memiliki kepentingan dengan STPDN, kecuali seorang kawan kecil saya sekolah di sana. Agung Surahman Ali, kawan sejak SD, entah bagaimanan nasibnya, beberapa tahun belakangan kami tidak pernah kontak. Namun, sejak kecil saya adalah individu yang sangat membenci kekerasan. Apalagi yang dilakukan oleh orang-orang yang kelak menjadi aparat. Oleh karena itu pula, sejak lama juga saya adalah orang yang tidak terlalu simpatik pada aparat. Terutama polisi (saya yakin banyak orang yang sepemikiran dengan saya), pejabat dan Tentara. Memang tidak semua orang-orang pada kelompok tadi tidak baik, tapi secara umum impresi yang tampil adalah penilaian ke arah ketidabaikannya. Arogransi, tamak dan korup. Kita lihat saja akan seperti apa cerita ini selanjutnya.

My lovely Holiday!

Hari jumat lalu, sekolah libur. Jadi, sejak kamis malam saya sudah pulang ke rumah, sebuah momen yang saya rindukan setiap minggunya. Kamis sore saya langsung ke kampus untuk meminjam laptop (kapan ya, bisa punya sendiri) untuk mengejar target presentasi LCEN ke Surabaya bulan depan. Sekitar jam 8 malam baru cabut pulang ke rumah.

Dengan durasi perjalanan standar 2 jam, saya sampai jam 10.30. Jalanan macet sekali waktu itu, mungkin karena orang-orang ingin segera menikmati long weekend keesokan harinya. Sesampai di rumah, sambutan pun datang, mama mengadu jika ia baru kehilangan handphone di bis (baca: dicopet). Oh no! Handphone yang dulu pernah saya pakai, handphone yang dulu lama menemani saya pun harus pergi.

Nokia 6100 ku

Saya beli handphone itu sekitar 3 tahun lalu, ia merupakan kategori keluarga nokia 6100. Dalam perjalanan saat mendekati semester ujung, saya pun beli handphone baru lagi, si veronica Audiovox Thera yang baterenya maruk banget. Kurang sedekah barangkali, ikhlaskan saja. Mama pun nampaknya sudah tidak terlalu ambil pusing. Tapi, gue butuh handphone itu bulan depan saat ke surabaya, veronica gak bisa di bawa ke luar kota, apalagi dengan baterenya yang mudah sekarat. Ya sudahlah.

My Thera

Jadi, sejak jumat, sabtu dan minggu tujuan awal saya adalah coding untuk menyelesaikan software LCEN. Sayangnya target itu agak kurang maksimal terlaksana. YAng paling saya sulit untuk melawan saat ada di rumah, adalah rasa kantuk. Mudah sekali godaan untuk tidur datang. Pagi sekitar jam 8, siang sekitar jam 2. Jadi, alih-alih maksimal memanfaatkan waktu untuk menyelesaikan software, yang ada saya justru banyak tidur.

Software baru selesai sekitar 60%. PAling tidak dari otak-atik komputer sepanjang libur lalu, saya sekarang sudah sedikit bisa untuk menggunakan Neatbeans untuk merancang GUI Java. Yang pasti harus full spirit banget, deadline semakin dekat, dan jangan sampai gagal dengan tidak menyelesaikan software ini.

So, liburan pun berakhir dengan tidak terasa. Minggu sore saya balik ke kostan. Selalu sedih setiap harus berangkat dari rumah. Tipikal anak mama mungkin. Semoga saja minggu ini akan menjadi minggu yang lebih baik dari sebelumnya.

PPL SMKN 26 Jakarta

Wah seneng banget, sekarang saya sedang PPL (PPL=program pengajaran lapangan, magang ngajar selama satu semester di sekolah) di SMK26 Pembangunan Jakarta. Saya mengajar kelas Teknik Komputer Jaringan (TKJ) di jurusan elektronika. Sangat bahagia sekali melihat antusiasme anak-anak di sana untuk belajar.

Tadi, saya mengisi materi mengenai instalasi software. Agak keteteran juga untuk persiapan materi ini karena jadwal dan kegiatan yang sangat padat belakangan ini. Namun saya sudah berkomitmen sejak awal bahwa saya akan memberikan performa terbaik saya dalam mengajar pada anak-anak murid saya di sekolah. Sejak jaman sekolah dulu, hingga kuliah saya terkadang menemui pengajar yang saya anggap tidak berkompeten. Alih-alih membangkitkan semangat belajar muridnya, yang ada justru membuat keengganan yang mengental. Saya tidak mau menjadi pengajar seperti itu. Saya ingin menjadi pengajar yang membangkitkan spirit maksimal bagi setiap orang yang saya ajar.

Maybe that’s all for now. Mulai sekarang aku sangat ingin bisa konsisten untuk nulis di sini. Menshare sesuatu atau melimpahkan pemikiran. Paling tidak, dengan penetrasi internet seintensif saat ini mungkin saja ada orang yang mau baca tulisan saya dan dapat memperoleh suatu masukan.

Selain di sini, saya juga punya blog di http://lamida.multiply.com. I love that place for it mp3 and video repository. Kalau sempat sesekali mungkin bisa berkunjung ke sana.

Start to share….

Sejak lama keinginan mengaktualisasikan diri sering mendesak. Banyak media saat ini untuk melakukan hal tersebut salah satunya adalah internet ini. Media Blog yang sejak beberapa waktu booming pun menjadi ajang yang menarik untuk dicoba. Namun karena baru sempat sekarang untuk mulai menulis di sini, inilah adanya. So jika terlihat buruk dan kurang layak mohon dimaklumi karena masih dalam progress pembelajaran. Mudah-mudahan saja ini bisa istiqamah dan konsisten.