Solusi Velg Bocor

Jangan kaget atau aneh baca judul post ini. Biasanya yang bocor itu adalah ban. Namun saya mengalami velg yang bocor. Kira-kira ceritanya seperti ini. Sabar ya kalo agak panjang. Sorry juga no picture.🙂

Sudah sekitar sebulan ban si Maruno (my red motorbike) bermasalah. Indikasinya setiap sekitar 4 atau 5 hari ban belakang sering kempis sendiri. Bahkan terkadang angin sampai sering habis. Nampaknya ada bocor halus. Berhubung sok sibuk, bocor halus itu pun saya biarkan. Coba kalo mahkluk halus pasti langsung ditangani (garing). Kebetulan di rumah ada pompa sepedah. Jadi tiap angin kurang, tinggal njot-njot tambah anginnya. Tapi itulah sikap sok sibuk tadi akhirnya berujung penyesalan.

Setelah sekitar sebulan lebih bocor halus itu didiamkan berangkatlah saya ke tukang tambal ban sepulang servis motor haris Senin 14 Februari kemarin. Kebetulan saya sedang cuti dan saya ke bengkel motor sekalian servis juga mengganti kampas rem belakang yang sudah habis. Sepulang servis saya langsung jalan ke arah Jonggol. Saya servis di Yamaha Gandoang sekitar 5 Km dari Jonggol. Sebenarnya di Jonggol pun ada bengkel resmi Yamaha. Namun entah kenapa saya sering kurang puas di bengkel itu. Maka dari itu saya lebih bela-belain jalan jauh yang penting bisa puas.

Di perjalanan pulang dari bengkel tersebut, saya memang berniat mengobati problem ban si Maruno. Namun berhubung hujan dan saya tak bawa jas hujan, saya melewati tempat tambal ban terpercaya di sekitar Cipeucang, Cileungsi 3 Km menuju Jonggol. Setelah berjalan semakin dekat ke Jonggol hujan reda, akhirnya saya mampir ke tukang tambal ban lain yang saya temui di jalan. Langsung saya adukan permasalahan ke si tukang tambal. Lalu mulailah ia menambah angin ban belakang kemudian menyiram-nyiram seputaran ban dengan air. Tak lama dia menunjukan gelembung-gelembung air di dekat pentil ban. Lalu di bongkar ban dengan tujuan mengencangkan karet si tubeless. Sekitar beberapa menit kemudian semua dipasang kembali. Nampaknya masalah teratasi. Tapi cerita kemudian tidak seperti itu. Saya langsung pulang ke rumah.

Di rumah saya langsung mandi dan siap-siap karena ada janji ketemuan dengan Dewi. Selang sekitar 2 jam, saya sudah kembali rapi dan siap mengendarai si Maruno lagi. Setelah semua siap langsung jalan. Namun baru beberapa meter jalan ada yang aneh dengan ban belakang. D*mn, kempes total. Langsung saya putar balik ke rumah dan memompa dengan pompa sepedah. Ga bener nih kerjaan si tukang tambal.

Dengan agak kesal setelah angin penuh saya langsung ngebut balik lagi ke tukang tambal tadi. Saat sampai langsung saya adukan permasalahan. Lalu ia memeriksa ban dengan menyiram-nyiram dengan air. Si tukang tambal menyatakan tak ada yang bocor. Padahal jelas-jelas tadi di rumah ban motor habis angin. Akhirnya setelah berdebat kecil saya pun pergi dari tukang tambal itu sambil berjalan ke arah Cileungsi. Di perjalanan saya kembali ke tukang tambal yang saya pikir cukup terpercaya. Saya adukan masalah saya, lalu ia langsung memeriksa ban. Kali ini dengan air sabun. Selang beberapa menit setelah si tukang tambal melumuri busa sabun ke bagian-bagian ban, ia menunjukan sebuah bagian di mana keluar gelembung-gelembung halus. Ternyata itu dia bocor halusnya. Langsunglah dipersiapkan perlengkapan tubeless. Kurang dari 20 menitan akhirnya sudah beres. Akhirnya saya merasa lega permasalahan Maruno tuntas semua. Benarkah? Ternyata tidak.

Keesokan harinya Selasa 15 Februari adalah hari libur maulid nabi. Saya seharian di rumah. Sore hari saya keluarkan motor untuk dicuci. Rutinitas cuci saya mulai dari bagian ban belakang. Saya penasaran dengan tambalan tubeless kemarin. Saya tetesi bekas tambal yang masih menonjol dengan air. Bagus. Tak ada gelembung air. Tapi tiba-tiba terdengar suara desis udara menembus air. Langsung saya siram sedikit-sedikit tempat tercurigai. D*mn bocor lagi. Dan sekarang bukan ban yang bocor. Velg bocor! Tidak!

Saya masih setengah tak percaya melihat apa yang ada di depan saya. Kok bisa? Saya langsung agak malas jika harus berpikir biaya yang harus saya keluarkan untuk masalah ini. Velg baru sepertinya bukan sesuatu yang murah. Harus ganti ban tube type lagi, juga bukan pilihan menyenangkan.

Dengan gundah saya langsung browsing di internet mengenai permasalahn ini. Sialnya tidak banyak informasi yang membantu. Dari hasil-hasil searching singkat akhirnya ada beberapa solusi.

– Beli velg baru
– Beli motor baru (saya bercanda untuk yang 2 ini)
– Ganti dengan ban tube type
– Las babet
– Lem bagian velg yang retak

Dua solusi pertama saya cuma bercanda. Solusi ganti ban tube type tidak saya ambil, karena meski ternyata ada kelemahan juga, hati lebih tenang pakai tubeless. Solusi las sempat ingin saya ambil. Beberapa orang yang saya tanya menyarankan di las babet. Saya kurang tahu detailnya seperti apa. Tapi nampaknya las babet salah satu tujuannya untuk menutupi bagian yang bocor. Tapi saya segan velg jika harus di las, takutnya bukannya bocor tertambal tapi velg malah rusak. Akhirnya solusi terakhir yang paling layak dicoba meski sebenarnya agak-agak kurang masuk akal juga. Solusi ini saya pilih setelah tukang tambal ban kepercayaan saya menyarankan solusi ini.

Lem velg yang retak tentunya tidak bisa menggunakan power glue, apalagi lem kertas atau selotip. :p Si tukang tambal ban menyarankan untuk membeli lem besi campur di toko material bangunan. Merknya dextone, harganya 8000. Di paket penjualan berisi dua tube berwarna hitam dan putih. Dua tube ini harus dicampur dengan perbandingan 1 banding 1. Setelah lem saya beli langsunglah si tukang tambal velg beraksi. Dibongkarlah velg belakang maruno. Kemudian dibersihkan bagian dalam velg tempat bocor berasal. Dari sini juga ketahuan bahwa velg agak penyok. Seperti karena menghajar lobang ketika ban sering kempes. Dari benturan itu selain membuat bibir velg agak jebleh seperti Steve Tyler, juga meretakan si bagian dalam velg sehingga semilir angin bisa keluar dari situ.

Setelah velg dibersihkan selanjutnya si Lai (nickname buat si tukang tambal ban sekaligus tukang tambal velg) mencampur lem. Kemudian mengoles perlahan ke bagian velg yang bocor. Setelah dioles rapi velg didiamkan sebentar. Sekitar 10 menit kemudian ban kembali di pasang. Si Lai lalu mengisi angin ke ban. Agak deg deg ser juga menanti hasilnya. Pusing juga kalo workaround ini ga berhasil. Setelah angin penuh, si Lai menyiram-nyiram air ke seputaran ban. Alhamdulillah nampaknya bocor velgnya berhasil tertambal. Mengenai ketahanan masih belum teruji juga. Orang baru 1 hari. Tapi sampai tadi pagi sih kelihatannya masih bagus.

Lesson learn terpenting adalah safety riding selalu. Sabar dikit kalo jalan agak-agak berlubang dan jangan di hajar-hajar. Resiko velg pun bisa rusak. Agak geli juga. Sebenarnya Sabtu malam saat pulang dari Pelabuhanratu, Dewi udah mewanti-wantiku hati-hati jangan hajar-hajar lobang sembarang, takut velg rusak. Waktu itu saya cuma hooh-hooh doank. Ehh akhirnya kejadian. Oke semoga tips yang kepanjangan ini berguna.

8 thoughts on “Solusi Velg Bocor

  1. apir berkata:

    ngomongin velg sekalian saya juga mau bertanya nih….
    awal cerita.. saya baru beli velg merek viro pas 4 hari disatuin sama motor tunggangan ku baru kelihatan kalau velg yg dibeli ternyata bengkok dikit.. tak ayal lg akupun langsung pergi ke tempat dimana aku beli tu velg… solusi dari tempat aku beli dia mau ganti velg sama yg baru tp kebetulan merk viro lg kosong adanya 2 minggu lg jd yg punya bengkel mau ganti sama velk merk power pas mau di ganti munculah indormasi yg mebuat aku ragu dari salah seorang yg bekerja dibengkel itu katanya power kurang bagus kelemahanya ada di bagian dinding di bering yg berlapis 2 nah yg berlapis itu lah yg nantinya akan lepas… akhinya aku mengurungkan diri untuk mengganti dengan merk power dan menunggu velk merek viro aja… yang mau aku tanyain bagus mana merk viro sama power…. thanks

    • lamida berkata:

      Sayangnya kalau untuk perbandingan merk seperti itu saya kurang tau. Namun sebagai panduan, meski belum tentu seratus persen benar, lihat saja dari harga pasaran. Barang bagus biasanya harganya juga lebih tinggi. Jadiin pelajaran aja kalau velg harus kita teliti dulu.

  2. Roy Samosir berkata:

    Wah terima kasih infonya bang….saya punya juga retak velgnya….ini mau coba dulu caranya abang….

      • widy berkata:

        Gimana gann sampe saat ini velg nya bermasalah lg gak??
        Velg anne juga bocor abis nge hantem lobang di jalan (lebih tepatnya sumur kali yaa karena dalem dan gede).. Nahh anne mau liat hasilnya bisa kuat sampe beberapa tahun atau abad apa egx…

      • lamida berkata:

        Harusnya tahan cukup lama dengan pemakaian wajar. Tapi tentunya ga puluhan tahun juga. Orang motornya aja ga akan tahan puluhan tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s