Akun Blogspot

Hei sekarang aku sudah punya akun di blogspot loh. Pengen belajar masang adsense niatannya. Tauk nih, belakangan produktivitas nulisku kok jadi memble banget ya?

Accident of The Day, gue gagal Tes Semen Padang!

Hari ini aku jatuh dari motor lagi. Setelah flashback dan dihitung, tadi kali yang ke 4 jatuh parah sejak pertama bisa bawa motor. Kecelakaan terparah adalah saat diseruduk truk sampai masuk ke kolongnya.

Pagi-pagi seperti biasanya alarm handphoneku dengan lagu Curse Janne de Arc bunyi jam 4.30 pagi. Tapi tidak seperti biasa baru jam 5.15 aku pun terbangun. Pasti alamrnya sudah snooze beberapa kali. Langsung handphone pun aku ambil di meja di samping tempat tidur. Setengah tidak sadar aku membaca tulisan di handphone. 4.00 Tes Semen Padang. Handphone aku taruh lagi langsung ke kamar mandi untuk wudhu lalu sholat shubuh. Sehabis shubuhan aku langsung balik ke kasur. Tiba-tiba aku pun mengingat apa yah yang tadi kulihat di handphone? Aku buka lagi hp, 4.00 Tes Semen Padang. Astagfurullah, Tes Semen Padang hari ini! Aku langsung panik pergi mandi. Sebelumnya seingatku tes dilangusngkan Kamis 21 Mei 2008. Namun ternyata 21 Mei itu hari Rabu, pagi ini.

Setelah mandi langsung panik mencari dan menyetrika setelan. Sambil dengan panik juga mencari data-data dan berkas yang harus dibawa untuk tes. Setelah semua beres jam 6 kurang 15 aku langsung mengeluarkan motor sambil menyiapkan tas. Seperti biasa mama pun berulang kali berpesan, “hati-hati jangan seradak-seruduk (maksudnya jangan terlalu ngebut)”. “Ya “ ucapku singkat. Padahal sekeluarnya ke jalan raya gas langsung ku tancap sampai mentok 80 Km/jam. Nggak terlalu kenceng kalau di sirkuit sentul. Tapi bung, ini jalan raya jonggol cileungsi dengan ratusan karyawan di ratusan motor yang hendak berangkat kerja, puluhan angkot dan puluhan tronton-tornton besar. Sampi setengah jalan ke Cileungsi masih tidak apa-apa. Aku masih meliuk-liuk menyalip truk-truk dan angkot. Tepat di depan Taman Buah Mekar Sari, hal itu pun terjadi. Karena sudah mendekati pom bensin, dari sebelumnya aku terus di tengah jalan memepet lajur kanan untuk mendahului kendaraan-kendaraan lain, aku mengerem mengambil kiri untuk masuk ke pom bensin. Saat di rem, kok ban nggak gigit ya?… Dan motor pun ternyata selip, karena aspal yang tertutup lumpur. Motor ngepot ke kanan, seperti dulu-dulu aneh rasanya bila dalam kondisi menjelang kecelakaan seperti itu. Apa di belakang ada truk ya? Atau ada angkot penuh penumpang. Bagaimana jika mereka tidak bisa mengerem tepat waktu? Setelah ngepot tak terkendali aku pun ambruk terseret ke aspal beberapa meter, sambil berpikir kosong. Alhamdulillah segala puji bagi Allah, tak ada truk atau angkot di belakang. Motor-motor lain di belakangku pun mengerem tepat waktu. Anehnya tidak terlalu deg-degan juga. Aku meminggirkan motor kemudian bengong sesaat. Cepat sekali ya sambil memeriksa seluruh bagian depan pakaian yang kotor terkena lumpur. Celana sobek di bagian paha. Foot step kanan bengkok, handle rem depan macet, lampu gigi 3 mati. Gak tahu lagi yang lain rusak apa. Sepertinya akan tidak baik bila perjalanan diteruskan. Aku pun memilih putar balik. Good by Semen Padang. Nampaknya hari ini kalian kehilangan kesempatan berharga untuk mendapatkan talenta berbakat seperti saya :p

Message of the day, jangan pernah langgar perintah dan pesan mama! Kalau di pesani jangan ngebut, ya jangan ngebut. Jangan biarkan ban motor gundul karena kalau ngerem gak bakal gigit apalagi kalau jalannya licin. Ride slowly di jalan licin. Periksa agenda esok hari satu malam sebelumnya, jadi jangan sampai di pagi hari kita lupa akan adanya agenda penting di hari tersebut, lalu saat tersadar langsung panik terburu-buru. Nggak ada pekerjaan yang beres bila dilakukan dengan terburu-buru. Jangan pernah berhenti berdoa dalam hari-harimu, dan jangan pernah berhenti bersyukur juga. Setidaknya hari ini Allah memberikan bonus hidup tambahan

Tes di Mitrais

Sabtu kemarin aku tes kerja di Mitrais di Plaza Kuningan Rasuna Said. Adapun Mitrais adalah sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak yang berkantor pusat di Bali. Perangkat lunak yang dikembangkan kebanyakan diimplementasikan di bidang medical dan hospitality serta mining solution. Tentu saja lingkup kerja Mitrais sangat GUE BANGET. Sejak dulu memang bercita-cita untuk bisa kerja di sebuah perusahaan software besar, belajar banyak hal dan berinteraksi dengan orang. Mitrais nampaknya mampu menawarkan hal-hal itu. PElamar yang lulus seleksi akan menjalankan induction program yang berisi pelatihan intensif selama 3 bulan mengenai aktivitas pemrograman di mitrais, mulai dari metodologi yang digunakan, bahasa, managemen proyek dan segala ilmu-ilmu lain yang pasti akan sangat berharga. I love learn so much! Bukan sekedar berhenti di pelatihan teknis, Mitrais juga menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi seorang software engineer (posisi yang ditawarkan saat ini). Presentasi tentunya harus jago dan Bahasa Inggris mutlak harus lancar, karena kebanyakan klien Mitrais ada di luar negeri. Siapa tahu kalau saya diterima kelak, bisa jalan-jalan (baca: bertemu klien) ke Afrika Selatan atau setidaknya Australia. Ha… ha.. ha… Isn’t relity started from dream and imagination? Satu hal lagi, Seperti yang telah disebutkan tadi, Mitrais berkantor pusat di Bali. Artinya, saya akan kerja di Bali nanti. Walaupun belum pernah ke sana, tapi nampaknya Bali akan menjadi tempat kerja yang menyenangkan. Apalagi saat presentasi company profile dan why work with Mitrais, HRD vice presidentnya (kalau tidak salah) cukup membuat ngiler saya saat menceritakan nuansa kerja di sana yang ia katakan sangat menyenangkan.

Oke itu ekpektasi dan selayang pandang tentang Mitrais. Lalu seperti apa tesnya kemarin? Ternyata bukan psikotes tapi tes teknikal seputar programming yang sekali lagi, GUE BANGET. Alhamdulillah, ketika membuka booklet pertanyaan, sebagian besar pertanyaan cukup familiar di otak saya jadi tidak ada yang totally blank. Namun agak kaget juga, tesnya soal essay, jadi tidak bisa tebak-tebakan memilih opsi, harus benar-benar berpikir dan menguraikan jawabannya. Asemoga saja korektornya nanti cukup sabar membaca tulisan saya yang seperti cakar bebek. Waktu pengerjaannya cukup lama, 2 jam. Itu pun masih ditambah bonus waktu jadi hampir 2 jam setengah. Materi-materi tesnya seputar matematika, logika, algoritma pseudo-code, .NET dan Java (plih salah satu) dan terkakhir database. Dari kesemu soal saya agak kesulitan dengan soal logika memindah-mindah air menggunakan galon. Jika ingat film Die Hard 3, di salah satu scene Bruce Willis (as John McKane kalau tidak salah), harus menjinakan bom koper di sebuh taman ramai. Di koper tersebut terdapat semacam timbangan yang berfungsi menonaktifkan bom. Bom hanya akan mati bila di atas timbangan diletakan bobot yang tepat tidak kurang tidak lebih. Bom akan meledak bila waktu habis atau bila bobot yang diletakan di atas timbangan tidak tepat. Bobot yang digunakan adalah air, karena bom disimpat dekat air mancur taman. McKane hanya dibekali beberapa galon air berbeda kapasitas. McKane harus berpikir keras untuk memindah-mindahkan air dalam diantara gallon agar dapat menemukan kapasitas yang tepat. Tentu saja ia tidak bisa mengira-ngira.

Nah kalau di tes kemarin kira-kira gambaran kasusnya seperti ini. Lihat gambar, ada 4 buah galon dengan kapasitas seperti tertulis. Pada kondisi awal, galon A terisi penuh 21L. Tugas kita adalah membuat galon B dan galon C terisi air masing-masing 7L. Air hanya boleh dipindah-pindahkan di antara ke empat galon tersebut. Dan tidak ada istilah kira-kira, harus pas secara logika. Soal itu semakin membuat saya cinta pada logika, pemrograman dan matematika meski kemarin sangat kesulitan mengerjakannya.

Gambarnya nyusul 🙂

Ada yang terlupa juga, hal lain yang menarik dari kerja di Mitrais adalah sistem grade (perpangkatan) bukan ditentukan dari senioritas atau lama pengabdian, namun justru pada tingkat kompetensi pegawai. Tingkat kompetensi ini ditentukan melalui tes yang rutin diadakan sekitar 2 kali setahun. Sangat menarik. Tidak tahu kenapa, sejak berangkat tes kemarin saya merasa sangat yakin bisa lolos dan kerja di sana (sebetulnya sih mau menerapkan law of attraction-nya Rhinda Bryne). Its mean sebelum 30 Juni 2008 Insya Allah akau berangkat ke Bali. Naik Garuda dan dapat akomodasi gratis di hotel selama seminggu. He… he… he… Sekali lagi reality is started from dream, imagination and willing. Wish me luck and I have to luck.

Kronik Harga BBM, ada alternatifnya?

Masih cukup teringat ketika dua tahun lalu di 2005 dimana harga Bahan Bakar Minyak naik lebih dari 2 kali lipat. Nampaknya hal yang sama pun akan segera terjadi dalam waktu dekat ini. Meski sebelumnya cukup kuat juga kekukuhan pemerintah untuk mempertahankan harga dan menawarkan berbagai mekanisme antah berantah mulai dari smart card dan segala tetek bengek lainnya. Namun kekukuhan itu luntur juga melihat sikap pemerintah terakhir yang memilih menaikan harga BBM menjadi suatu kepastian meski belum ditetapkan tanggal dan besaran kenaikannya.

Minyak bumi adalah komoditas yang sangat vital. Minyak bumi adalah penggerak dunia saat ini. Mulai dari sektor transportasi, indiustri  dan yang menyedihkan sebagai sumber energi penghasil listrik dominan di Indonesia. Kenaikan harga produk tak terbarukan ini akan sangat memicu kenaikan segala harga. Siapa yang suka harga naik? Yang ada kebanyakan orang suka gratisan. Siapa yang paling terpukul? Saya pikir bukan yang naik Toyota Fortuner. Bukan yang mengendarai New Honda Civic. Bukan yang mengemudikan Lexus LS80. Tapi yang paling terpukul orang yang harus berdesak-desakan di Bus Kota. Supir-supir mikrolet. Orang tua yang memikirkan masa depan pendidikan anaknya.Memikirkan ongkos harian yang akan melambung. Biaya hidup yang terus merangkak naik.Terkadang saya berpikir duni amodern adalah dunia yang tidak berpihak pada orang kebanyakan (baca: orang miskin). Dunia saat ini hanyalah berpihak pada para pemegang modal.

Lalu alternatifnya? Untuk saat ini harus diakuai tidak ada pilihan lain selain menaikan harga. Hanya kompensasi kenaikan terutama untuk masyarakat tidak mampu memlalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) harus dijalankan dengan sebaik mungkin. Alternatif yang ada adalah untuk masa depan. Indonesia harus bisa mulai melakukan diversifikasi energi. Pembangkit listrik tidak boleh terlalu tergantung pada BBM lagi. Harus disediakan transportasi masal yang lebih layak, sehingga orang-orang tidak segan meninggalkan kendaraan pribadi di rumah. Sektor penelitian (juga pendidikan) harus mulai mendapat perhatian layak. Indonesia akan sulit maju bila kekuasaan dan intrik politik terus menjadi masalah utama yang diributkan. Sementara pendidikan dan penelitian teknologi tidak pernah dipikirkan.

Barangkali itu uraian pemikiran singkat penulis, meski harus diakuai sangat dangkal dan sangat tidak kritis. Ini adalah bentuk keprihatinan penulis terhadap kondisi saat ini.

Liburan di Lampung

Lanjut lagi dari postingan sebelumnya ya.

Ok barusan Saturday night lo. Aku diajak keliling-keliling Bandar Lampung. Sore tadi aku ke Tanjung Karang, pusat kota Bandar Lampung terus ke Way Halim, terus ke mana lagi yah lupa?… 🙂

Nah sehabis maghrib jalan lagi, tapi cuma ke tempa makan doang. Pecel Ayam. Enak banget meski mahal nggak jadi soal. PUter-puter lagi. Ke Saburay ngeliat bencis-bencis sama wanita-wanita penjaja diri (ih.. serem). Muter-muter lagi agak-agak nyasar terus balik ke hotel deh. saking keasikannya aku jadi lupa ngambil pic. Lumayan kan buat di share.

Sedihnya, Insya Allah besok sore pulang. Mudah-mudahan ada waktu dan kesempatan lagi untuk balik ke sini.

Oh ya aku jadi inget akhir Februari kemarin kan aku terbesit pengen keliling Indonesia sehabis wisuda (linknya). Tapi hiks, belum kesampeian, belum punya duit. Waktu itu sih terinspirasi si Ikal dan Arai di Novel edensor yang pergi keliling Eropa sambil ngegembel. Jadi jalan-jalan ke Lampung ini anggap aja sebagai penjajakan melihat negeri dan kampung orang. Meski bukan ala bacpacker. Orang nginep di Hotel gitu loh. Meski cuma 60.000 semalam. Backpacker kan biasannya tidur di jalanan. Udah dulu ah jadi ngaco. Welcome to Lampung! Oh ya belum cerita tujuan aku ke sini kan??? Ada deh… He.. he..

Holiday at Lampung

Hey, gue lagi di Lampung nih. Berangkat sejak Kamis malam dari Bogor, Jumat pagi sudah samapai di Bandar Lampung. Ternyata Indonesia yang kalau dilihat dari peta dunia seperti kecil, ternyata jauh dan luas juga. Apalagi kalau dilihatnya dari peta alam semesta ya?… Subhanallah, Allahuakabar!

Oh ya ngapain sih Om Jon ini ke Lampung? Ada deh. Holiday plus plus. Refreshing sama there is something I have done. Rahasia. Insya Allah, besok (minggu sore) pulang lagi ke Jawa.

Psikotes Chevron

Hari ini saya mengikuti psikotes Chevron di FE UI Depok. Sejak jam 4 pagi saya sudah meluncur dari rumah menuju Depok, karena jadwal psikotes dimulai jam 7 pagi. Maklum, rumahnya di ujung Indonesia. 🙂

Barangkali, menjadi mimpi banyak orang untuk bia mendapatkan pekerjaan layak dan penghasilan yang cukup. Chevron nampaknya menawarkan hal tersebut. Bidang bisnis utama di seputar energi minyak, membuat Chevron mejadi sebuah perusahaan yang sangat besar dengan tingkat keuntungan yang besar pula. Sipaa coba yang tidak mau kerja di perusaaan semacam itu? Jaminan karyawan tetap, fasilitas melimpah dan jenjang karir yang cerah. Oleh karena itu, persaingannya pun cukup ramai. Tadi pagi saja di sesi pertama, mungkin ada sekitar 100 orang. Itu belum termausk sesi siang dan sesi tanggal 6 Mei serta tanggal 8 Mei. Belum lagi sesi tes di kota selain Jakarta. Persaingan ketat.

Tes dimulai sekitar Jam 8.15 setelah disampaikan selayang pandang seputar Chevron secara singkat. Sangat menggiurkan. Cukup membuat pegal juga psikotes. Soalnya sangat banyak dan waktunya sangat cepat. Yang menarik ada di sesi dua. Nama tesnya Pauli Tes. Peserta dibagikan kertas besar (mungkin ukuran A1) yang berisi penuh dengan angka-angka. Peserta diminta menjumahkan setiap dua angka dan mengisi diantara 2 angka yang lain. Memang cukup memusingkan, tapi saya menikmatinya. BUktinya saat peserta lain hanya bisa mengis satu lembar, saya bisa sampai di lembar kedua.

Tinggal tunggu hasil tesnya deh. Masa depan memang ditentukan Allah Swt. Tapi manusia berkewajiban untuk berikhtiar mencapai mimpi-mimpinya. Semoga salah satu mimpi saya masuk Chevron bisa terkabul