Pesta Blogger 2008

Tadi, saya baru saja mendaftar untuk berpartisipasi di Pesta Blogger 2008. Awalnya agak ragu juga, takut tidak sempat datang. Namun sepertinya saya akan mencoba meluangkan waktu di even yang cukup penting tersebut. Salah satu upaya menjalankan resolusi saya untuk memperluas jaringan dengan orang-orang hebat yang sepertinya akan banyak datang di even tersebut.

Awalnya, tadi pagi saya sedang memoderasi komentar di blog saya. Secara tidak sengaja saya mendapat link registrasi pesta blogger 2008. Sepertinya tahun ini adalah penyelenggaraan kumpul-kumpul blogger yang kedua kali. Saya buka linknya dan langsung mendapat suguhan form pendaftaran. Agak minder juga sih. Saya pun agak ragu juga, apakah yang seperti saya ini sudah cukup pantas dikatakan sebagai blogger yang baik. Ah masa bodo, kesempatan untuk mendapat channel dan kenalan baru. Form pun langsung saya isi. Tidak lama konfirmasi email sampai di Thunderbird, konfirmasi itu langsung saya balas. Ternyata peserta Pesta Blogger di batasi hanya sampai 1000 orang. Saya pun baru tahu bahwa tanggal 27 Oktober ditetapkan sebagai hari blogger nasional.

See you on venue, all!

Honda Writing Competition Submition

Sangat disayangkan, nampalnya saya gagal mengirimkan essay untuk Honda Writing Competition. Tenggatnya sudah lewat pada tanggal 28 Februari kemarin. Masalah manajemen waktu lagi nih. Setiap orang sama punya jatah 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 4 minggu sebulan. Tapi, hanya sebagian saja yang sukses saat yang lain hanya menjalani kehidupan yang itu-itu saja tanpa capaian positif dan signifikan. Berbicara masalah waktu, tak heran Michael Faraday pun berkata: “berilah aku sedikit waktu luang, akan kubayar berapa pun harganya”. Jadi, untuk teman-teman di luar sana yang masih suka membuang-buang waktu, sekarang adalah waktu yang tepat untuk berubah.

Pimnas, PKM 2008, Sistem Pembangkit Listrik Rumah Sederhana Menggunakan Fuel Cell

Saya sudah menceritakan tentang pengumuman penerima hibah PKM 2008 sebelumnya. Cukup menarik juga, beberapa hari ini hits blog saya melonjak karena posting itu. Nampaknya banyak sekali orang-orang di luar sana menatikan kabar mengenai salah satu mata acara Pimnas ini.

Saya sedang ingin sedikit berbagi cerita. Judul posting di atas adalah judul proposal PKMP saya yang lolos. Seperti biasa, hal yang tidak terlalu diekspektasi justru malah sering tercapai. Tapi banyak hal yang sangat diharap-harap malah sulit tercapai. Saya bahkan lupa pernah mengirim ketika minggu 24 Februari kemarin rekan saya menyampaikan informasi jika proposal PKM saya lolos.

Nah cerita yang ingin saya bagi adalah, nampaknya saya merancang proposal yang terlalu fantastis. Dalam artian agak susah direalisasikan karena sistem dalam proposal tersebut kompleks, mahal dan bahan bakunya sulit ditemukan. Kompleks, saya mendesain sistem yang agak rumit. Bloknya sangat banyak. Mahal, semua item yang dibutuhkan kemungkinan berharga mahal. Saya khawatir dana hibah sebesar maksimal 6 juta yang belum pasti kapan turunnya tidak akan cukup. Dan yang lebih rumit lagi, selain mahal, sebagian besar item yang saya perlukan untuk proyek itu agak sulit dicari. Mungkin dengan sedikit usaha saya bisa online shopping di internet. Tapi saya khawatir lagi karena tidak berpengalaman dalam aktivitas tersebut dan takut kerepotan masalah pajak bea masuk dan pengiriman barang.

Jadi bingung nih. Tapi nggak menyerah loh. Tetap semangat. Apa pun jadinya nggak akan berhenti merencang. Oh ya lagi mencari 2 orang tambahan untuk anggota tim. Syaratnya: mahasiwa UNJ. Siap belajar dan kerja keras. Terbiasa team work. Syukur-syukur ngerti fuel cell dan Kimia.

Pengumuman PKM 2008

PKM 2008 akhirnya diumumkan juga. Jadi 1 langkah lagi menuju perhelatan Pimnas sekitar Juni nanti di UNISSULA. Ternyata ada 14 proposal PKM UNJ yang lolos. Satu dari 14 proposal tersebut adalah proposal saya. Tapi, dilanjutin nggak yah? Soalnya, saya sudah hampir lulus kuliah. Kalau tidak salah di peraturan PKM hanya mengijinkan mahasiswa aktif sebagai pesertanya.

Oh ya, untuk yang ingin lihat pengumumannya bisa download di Pengumuman PKM. Setelah di download rubah ekstensinya menjadi .xls lalu buka menggunakan Microsoft Excel atau Open Office Calc.

LCEN Proposal Submition and Never Give Up Philosophy

Dear day, really tiring day. Hari yang melelahkan. Tapi lumayan juga, saya belajar banyak hal hari ini.

 

Akhirnya, jam 9 malam tadi saya berhasil mengirimkan proposal Lomba Cipta Elektroteknik Nasional (LCEN) 2008 melalui Tiki di jalan Pemuda Jakarta Timur. Padahal tadi pagi sudah agak putus asa juga dan cenderung untuk membatalkan partisipasi. Beruntung my pall memberikan dorongan yang cukup membuat saya bersemangat lagi unutm menuntaskan dan mengirim proposal tadi. Dorongannya kurang lebih: “Never say to give up?”

 

LCEN adalah kontes tahunan realisasi karya di bidang elektronika yang diselenggarakan Kampus ITS di Surabaya. Tentu saja ajang tersebut adalah kesempatan untuk bersaing menunjukan prestasi dan mengharumkan nama kampus. Sejak pembukaan lomba sekitar Oktober lalu saya sudah bersemangat untuk ikut berpartisipasi. Namun karena fokus di skripsi dulu, saya baru bisa meluangkan waktu beberapa hari terakhir. Hari tadi mungkin adalah salah satu dari kegilaan dari hari-hari saya yang selalu dipenuhi kegilaan. Konsep dasar proposal sudah saya buat sejak 1 bulan lalu. Namun, saya baru mulai efektif mengetik dari tadi jam 1 siang hingga selesai dikirimkan semua berkas-berkas jam 9 malam tadi. Maka dari itu, jika salah satu dari 2 proposal lomba yang saya susun dengan rekan saya dansudah dikirimkan tadi bisa lolos sebagai finalis,…. maka…. nampaknya ….seseorang harus kawin dengan monyet.

 

Nggak deh bercanda. Hikmah paling berharga dari hari yang sangat melelahkan tadi adalah jangan pernah bosan memasang target. Realisasikanlah target dan jangan biasakan menunda pengerjaan target hingga tenggang yang terlampau mepet. Terkadang memang, mengerjakan pekerjaan dengan tenggat yang ketat sering menjadi kebiasaaan banyak orang. Tugas kuliah, PR sekolah atau pekerjaan kantor. Orang lebih senang menunda hingga mepet deadline dan tugas-tugas lain mulai menumpuk. Saat tenggat sudah sangat dekat barulah mereka panik dan mengerjakan semua secara terburu-buru dan agak serampangan. Beberapa dari mereka cukup puas dengan pekerjaan terburu-buru tadi dan terus menjadikan mengulur waktu menjadi kebiasaan. Padahal, bila sesuatu dikerjakan jauh-jauh hari sebelum batas waktunya, akan ada banyak kesempatan untuk melakukan perbaikan, ada banyak kesempatan untuk mendeteksi kesalahan ada banyak kesempatan untuk menghasilkan tugas atau pekerjaan dengan kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan mengerjakan sesuatu terburu-buru karena tenggat yang sangat ketat. Satu rule of thumb yang akan saya coba untuk mulai saya terapkan adalah perpendek target pengerjaan sesuatu hingga setengahnya. Maksudnya? Misal batas waktu pendaftaran wisuda adalah 6 bulan dari sekarang. Jangan gunakan 6 bulan sebagai target penyelesaian. tapi gunakanlah 3 bulan sebagai tenggat yang harus dipenuhi. Yakinilah seakana-akan tenggat penyelesaian yang harus dicapai adalah 3 bulan dan bulan 6 bulan. Bekerjalah sekeras mungkin untuk mencapai tenggat setengah itu, lupakan bahwa deadline sesungguhnya adalah 6 bulan. Maka, saat 3 bulan pun tiba jika kita cukup disiplin maka target pun akan benar-benar tercapai. Artinya ada 3 bulan lagi untuk melakukan perbaikan maksimal dan ada 3 bulan lagi untuk dapat dimanfaatkan mengerjakan tugas-tugas lainnya. Penghematan waktu dan akselerasi kinerja. Contoh yang sama dapat diterapakan dalam lingkup semisal pengerjaan tugas kuliah, PR, proposal lomba dan sebagainya. Ada PR minggu depan, pasang target, PR harus selesai maksimal 3 hari kedepan. Dan seterusnya. Dan harus diketahui mengerjakan sesuatu mepet tenggat, apalagi tenggatnya hanya selisih satu hari seperti saya tadi, capeknya bukan main dan hasilnya amat sangat jauh dari maksimal.

 

Satu-satunya alasan saya untuk tetap memaksakan mengirim proposal meski tahu hasilnya tidak maksimal karena pengerjaan yang terburu-buru tadi adalah sebagai bahan pembelajaran. Saya harus belajar memanfaatkan waktu dengan maksimal, tidak terlena dalam kelenggangan. Namun memanfaatkan setiap detik, setiap tarikan nafas, setiap detak jantung untuk kemanfaatan. Saya juga harus belajar untuk never say to give up tadi. Jika proposal bisa selesai dalam 6 jam. Artinya bila saya mengerjakan sejak jauh-jauh hari, pasti kualitasnya akan amat sangat maksimal. Jangan menyerah meski terkadang kita khilaf dan deadline sudah ada di pelupuk mata, kerjakan dengan maksimal seperti apa pun jadinya.

Setelah pelatihan SIAS BAN S/M

Kemarin pelatihan SIAS BAN S/M yang sudah saya ceritakan sebelumnya telah selesai. Cukup menyenangkan, seperti kegiatan-kegiatan serupa yang pernah saya ikuti, saya bisa mendapat banyak kenalan baru. Termasuk kegiatan tadi.

Pelatihan sendiri dilaksanakan di hotel evergreen cisarua bogor. Tempat yang sangat keren meski di plang depan hotel hanya mencantumkan dua buah bintang. Meskipun labelnya hotel, evergreen lebih merupakan kumpulan bungalow dengan lahan yang cukup luas dan sekali lagi, keren.

Pelatihan sendiri berlangsung sejak hari senin hingga selasa 5-6 Desember 2007. Materi yang dilatihkan adalah Sistem Informasi Akreditasi  Sekolah (SIAS). Tujuannya, diharapkan dengan kehadiran SIAS ini transparansi, akuntabilitas, efisiensi dan efektifitas akreditasi sekolah dapat lebih ditingkatkan. Tentunya untuk dapat mulai menggunakan sistem informasi ini, operator harus mendapat pelatihan terlebih dulu.

Seperti telah ditulis diatas, kemarin siang pelatihan pun ditutup. Cukup sedih juga, artinya para peserta harus kembali ke daerah dasar. PERPISAHAN pun harus terjadi. Apalagi bila harus dilakukan dengan sosok-sosok yang dalam beberapa hari kegiatan itu cukup memberikan impresi yang mendalam.  Yah tapi tenang aja, Indonesia meskipun sangat luas, masih sangat aproachable kok. Pesawat terbang pun tiketnya makin murah. Pasti nanti saya bisa mudah berpergian kemana pun dan menemui siapa pun, terutama sosok-sosok yang membawa impresi tadi. He… he..

Karena tidak membawa motor dan juga belum mempunyai mobil, saya pulang ngangkot. Sebuah aktivitas yang kurang saya sukai, menggunakan kendaraan umum. Bukannya sombong, tapi pelayanan pengguna kendaraan umum di Indonesia sangat mengecewakan. Sudah waktu lama dan kenyamanan yang hampir tidak ada.

Setelah disiram hujan di sepanjang Bogor, sekitar maghrib saya pun sampai di rumah. Impresi-impresi dari sosok-sosok khusus tadi pun terus berkelebatan hingga detik ini. We call that, heart that turn to red.

NB: Sory no photo. Males ngupload sama ngecilinnya.

Pelatihan Sistem Akreditasi Sekolah/Madrasah Tingkat Nasional 2007

Sekarang saya sedang ada di Cisarua Bogor, tepatnya di Hotel Evergreen. Saya sedang ikut membantu pelatihan Sistem Akreditasi Sekolah/Madrasah yang diselenggarakan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M). Kapasitas saya dalamkegiatan tersebut adalah membantu para peserta pelatihan dalam melakukan pengisian informasi-informasi untuk kebutuhan akreditasi. Yang berbeda dari biasanya, sejak beberapa tahun terakhir, BAN S/M mencoba untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pengisian informasi-informasi akreditasi tersebut. Jadi untuk ke depan diharapkan proses akreditasi sekolah dan madrasah dapat dilakukan secara online melalui internet. Tinggal kita lihat saja seperti apa nantinya.

 Ban S/s

Detail kegiatan akan saya ceritakan lagi nanti.