My Brand New Digital Camera

Finally my digital camera has  come. I must admit that the seller has performed a great service to his customer. Hopefully his product will as such great. Hmmm Im thinking now about what I will call this stuff…. Sammy, yeah. Its brand is samsung so I’ll called it Sammy. He he he. One of my other dream has been realized. Let’s hope again, it will give a significant impact to my overall activity. Study, research and vacation. Welcome Bro! Looks like this blog will crowded with a lot of picture from now.

Last Jully notes

Beberapa hari yang agak menyebalkan. Jumat lalu alhamdulillah saya sudah menyelesaikan presentasi PKL di Indonesia Power Priok. Dari momen itu saya harus sadar, kemampuan public speaking saya masih buruk. Masih canggung sekali.

Sabtu dan minggu dihabiskan di rumah. Sabtu saya membawa si Revo untuk servis rutin. Mumpung masih gratis di dealer Honda. Hari minggu saya seharian mengotak-ngatik nmap untuk persiapan Panhac hari rabu nanti.

Hari ini saya ke kampus niatannya untuk latihan hacking. Sambil juga mencari beberapa data. Hari ini kampus terasa sibuk dan agak ramai. Sedang puncaknya mahasiswa yang sidang. Semoga saja keputusan saya untuk menunda kelulusan semester depan adalah keputusan yang tepat. Semoga juga beberapa hal yang masih saya anggap kurang dalam hal keilmuan bisa dikejar semester ini. terutama adalah momen api fellowship. Inilah kesempatan untuk menjemputmimpi lama. maslaah diterima atau tidaknya bukanlah yang utama. Yang uatama adalah partisipasi dan mencoba.

Share: Panhac National Hacking Competition 2007 Bandar Lampung

Sebenarnya keikutsertaan saya pada panhac di bandar lampung tidak terjadwalkan sebelunya. Hanya saja karena saya menjadi peserta lomba aplied programming yang menjadi bagian kegiatna PIMNAS, saya mendapat kesempatan untuk join Panhac dengan free tiket. Lumayanlah kalau beli kan 50.000. Trus ini juga b isa menjadi ancang-ancang untuk membaca medan dan mengetahui seperti apa sih hacking kompetition itu. Dengan bekal tersebut, siapa tahu saya bisa menggondol laptop untuk kontes di Jakarta yang akan dilaksanakan tanggal 1 Agustus 2007. Oke berikut ini adalah strory lengkap pelaksanaan Panhac di Lampung. Semoga saja bisa menjadi masukan untuk temen-temen di makasar atau jakarta yang pengen join juga.

Di Bandar Lampung Panhac dilaksanakan di Perpusatakaan Unila. Seperti di kota-kota sebelumnya, panitia menyediakan tempat untuk 110 peserta. Namun entah mengapa untuk di lampung, hingga kontes dimulai hanya ada sekitar 70 peserta. Sama seperti di kota-kota sebelumnya juga, seluruh kontestan akan memperebutkan posisi juara untuk memperoleh hadiah utama laptop acer aspire 5010 (kalo gak salah).

Sebelum lanjut, saya pengen sharing background keahlian saya dulu berkaitan dengan dunia hacking-hackingan. Saya buta total dengan hal-hal tersebut. Saya user windowz sejati yang sudah sangat sulit dberisah dengannya. Kenal sih sedikit dengan Linux. Di Laptop juga terinstal fedora kok, Cuma jarang dijamah (kasian). Buta tentang networking juga. Tau dikit sih kalau ip address itu ada kelas-kelasnya, tapi nggak ngerti detailnya. Bisa dikit-dikit sok-sok ngeping dan baru kenalan dengan yang namanya nmap 2 hari sebelum panhac. Intinya saya ini orang bloon dan katrok serta kacrut yang join panhac demi motivasi makan siang dan kaos ijo yang lumayan keren J. Nggak deh, yah seperti yang udah disebutin di atas buat persiapan join kontes yang di jakarta ajah.

Oke balik lagi ke penyelenggaraan kontes. Menurut jadwal, kegiatan dimulai pukul 12.00. Namun menunggu registrasi dan para peserta yang sholat, acara baru mulai sekitar jam 12.30. Lumayan ngeri juga sih melihat tampang peserta-peserta lain yang udah mirip pinguin semua (linux geek). Ah still yakin ajah sambil nginget-nginget langkah-langkah ngehack yang gue baca dari ebook-ebook semalam sebelumnya.

Tugas yang harus dilakukan peserta adalah merebut 5 file gambar pada server yang ada di ruangan lomba. Buat hacker kelas atas tentunya ini sangat mudah. Buat newbie kampungan bisa bikin kepala pusing. Sebelum lomba dimulai ada beberapa basa-basi pembukaan dari panitia dan sponsor. Bertindak sebagai pengarah acara adalah Michael Sugiardi (sory mas kalo spellnya salah). Kalau sering baca InfoLinux pasti gak bakal asing. Jurinya ada tiga orang tapi yang gue inget Dani Firmansyah doang. Konsultan sekuriti sama si eks penjebol web KPU sewaktu pemilu lalu. Ketiga juri inilah yang akan memantau semua kativitas peserta dalam memenuhi tugas yang diberikan untuk kemudian ditentukan pemenangnya.

Setelah segala basa-basi tadi, tepat pukul 14.00 kontes dimulai. Dengan diiringi jedag jedug lagunya safri duo semua peserta dengan kaos ijo-ijo bonus dari panitia langsung menunjukan kebolehannya masing-masing dengan fasilitas laptop yang disediakan panitia. Demikian pula dengan gue Langsung saja gue buka direktori windowz untuk melihat tool-tool apa saja yangsudah disediakan panitia. Ada metasploit, ada ini ada itu, gak ada satu pun yang gue tahu fungsinya yah iya lah, newbie kacrut gituh). Kemudian gue colokin aja flashdisk dengan tool-tool yang udeh gue download sebelumnya. Langsung gue install nmap, wireshark, putty sama apa lagi gue lupa. Setelah semua terinstal dengan membaca bismillah langsung saja gue jalannin nmap untuk memulai proses scanning ip yang idup. Jreeng ….bla…bla… cannot find eth0… dari commnad prompt kelurlah kira-kira pesan tadi. Artinya nmapnya gak bisa dipake. Nah loh. Gimana caranya gue bisa ngscan ip yang aktif. Beberapa kali gue coba-coba terus tapi gak berhasil juga. Wah kacau juga. Pelan-pelan gue intip aja peserta sebelah gue. Dia pake superscan. Entah fungsinya apa tanpa ba bi bu, langsung gue download aja software tsb dari internet. Setelah dapet langsung instal. Setelah diinstal tiba-tiba gue bingung makenya. Yaw dah gak terasa jam pun bergerak cepat menuju pukul 15.00. Di tengah-tengah perjalanan lomba panitia pun sedikit memberikan clue-clue mengkin agar peserta dapat lebih cepat menemukan target.

Tepat pukul 15.00 kontes di stop. Akhirnya panitia mengumumkan jalannya kontes tadi. Jadi hanya dua peserta yang berhasil masuk ke server yang seharusnya. Ada satu peserta yang sempat masuk namun keluar lagi. Dan dari dua peserta tadi hanya diambil yang berhasil masuk dengan waktu paling cepat. Namanya adalah Sampurna bla..bla.. (gue lupa) yang satu lagi bernama Dwi Saketi (ini juri gue sewaktu lomba aplied programming hari sebelumnya, jelas aja menang). Jadi dua orang ini akan masuk ke final di jakarta untuk memperebutkan acer ferari 1005. Wuih keren! Yaw dah sih sampurna bla..bla langsung dibungkusin laptop oleh panitia, sementara peserta lain Cuma ngebungkus ilernya masing-masing. Oke lah paling nggak gue udah tau suasana kontesnya, jadi mudah-mudahan bisa lebih prepare saat di jakarta.

 

Penutupan PIMNAS dan Hati yang tertinggal

Gombal dan katrok part 2. Siapkan plastik muntah lagi. Tapi ini adalah curahan hati terdalam kuk.

Sabtu 21 Juli 2007. Dengan hujan yang selalu menyambut di hari-hari sebelumnya, air pun tetap tercurah dengan deras di malam ini, bahkan di malam penutupan Pimnas kali ini. Yah sudah dua hari ini saya merasakan gundah tidak karuan. Segan sekali untuk pulang dan meninggalkan kota ini. Sudah cukup banyak kenangan yang mengesankan tumbuh di sini. Saya ingin beberapa hari lagi masih ada disini. Beberapa minggu lebih atau bulan pun tak apa. Saya gundah sekali saat harus menghadapi kenyataan akan sementara berpisah dengan seorang wanita mengesankan yang ada di sana. Wanita yang telah mencuri potongan hati saya yang sudah lama tidak terusik. Saya ingin terus berlama-lama bersama dia. Menunggu kebosanan yang saya yakin lama akan tiba. Berada bersama, berbincang kata, berbagi kisah dengan keberduaan yang mengesankan, mengherankan dan membingungkan. Sedihnya hingga kepulangan yang telah terpastikan saya hanya mendapati fragmen-fragmen perjumpaan, komunikasi dan pandangan wajah yang terpecah. Sedikit sekali rasanya. Ingin lebih lama lagi.

Dengan iringan hujan yang terus mengalir dari langit lampung saat penutupan pimnas menjadi puncak kegundahan saya. Inilah momen terakhir perjumpaan dengan wanita tersebut untuk saat sekarang. Perpisahanpun terjadi di samping kolam renang yang akan terus terkenang. Serasa sangat tergesa. Entah apa yang bisa saya berikan saat itu. Jika hati ini bisa dipotong akan saya potongkan untuk dia. Sebatang coklat pun menjadi representasi hasrat hati tersebut. Menyambut hari ulang tahunnya yang akan tiba keesokan harinya. Terlalu tergesa-gesa! Saya ingin lebih lama.Sebuah salaman perpisahan yang terlalu cepat harus menjadi pemisahan yang sesungguhnya. Saya yakin ini hanya menjadi perpisahan sementara saya. Seperti ucapan ia pula, bukan untuk perpisahan tapi, untuk perjumpaan kembali. Dengan hati yang agak retak saya terus mencoba mengingat terus potongan citra wajahnya di hati terdalam ini. Semoga bisa menemani saya untuk beberapa masa saat tidak berjumpa dengannya. Dan akhirnya diri pun harus menghadapi kenyataan telah tiba saat meninggalkan kota yang mengesankan ini. Perjalananpun dimulai saat Lampung pun ditinggalkan semakin jauh saat saya semakin mendekat dengan rumah kehidupan sebelumnya. Terasa begitu sesak saat laut yang memisahkan pulau kami harus diarungi. Sedikit senyuman pun harus disimpulkan, tidak boleh cengeng seperti wanita atau anak kecil. Harus kuat seperti lelaki hebat. Biarlah beberapa masa ini memberikan tunggunya untuk pertemuan kembali. Biarlah diri ini menjadi lebih hebat dari sebelumnya untuk perjumpaan. Toh kami masih ada di dunia yang sama. Negara yang sama dan masih tersambangi meski harus mengarungi hari. Biarlah kerinduan ini tidur sejenak dalam hati yang selalu terawat. Biarlah pikiran ini belajar lebih keras agar bisa menjadi manusi yang lebih baik dari sebelumnya. Untuk perjumpaan dan pertemuan yang lebih baikdan mengesankan.

Kronologis dan Evaluasi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XX Bandar Lampaung: Sebuah Catatan Parisipasi UNJ

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional XX 2007

Kronologi dan Evaluasi

Sebuah Catatan Partisipasi UNJ

 

Pendahuluan

Sebuah hajat akbar mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi tahunan, pekan ilmiah mahasiswa nasional 2007 kembali dilangsungkan. Pada tahun ini bumi ruwa jurai provinsi bandar lampung di lokasi Universitas Lampung menjadi lokasi perhelatan karya-karya mahasiswa tahunan tersebut. Pimnas adalah pekan ketika prestise dan prestasi kampus diperebutkan. Universitas Negeri Jakarta sebagai bagian dari kampus-kampus dengan mahasiswa-mahasiswanya turut bergabung dengan partisipasinya.

 

Setiap Pimnas selalu berisi kegiatan utama dan kegiatan tambahan yang harus dilangsungkan dalam satu pekan pelaksanaan kegiatan. Kegitan utama dari pimnas adalah LKTM (Lomba Karya Tulis Mahasiswa) dan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Pada LKTM peserta yang bertanding adalah peserta hasil seleksi tingkat wilayah yang harus mempresentasikan karya tulisnya. LKTM terdiri dari 3 bidang lomba, yaitu LKTM bidang IPA, IPS dan Pendidikan. PKM adalah lomba dengan partisipan paling banyak pada setiap pimnas. PKM terdiri dari 5 bidang, yaitu  PKM Penelitian (PKMP), PKM Penerapan Teknologi (PKMT), PKM Kewirausahaan (PKMK), PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM) dan PKM Penulisan Ilmiah (PKMI) . Pada final PKM setiap peserta harus mempresentasikan penelitian yang dibuat beserta produk yang dihasilkan bila ada. Setiap peserta PKM pun diharuskanmembuat poster mengenai penelitiannya yang akan dipamerkan bersama dengan produk penelitiannya selama pimnas berlangsung. Untuk tahun ini, setiap bidang PKM dibagi menjadi kelompok-kelompok penjurian denganjumlah peserta sekitar 20 tim perkelompok. Juara 1, 2 dan 3 dariakan diambil dari tiap-tiap kelompok tersebut. Sehingga untuk pimnas kali ini ada banyak sekali juara  PKM.

 

Kegiatan utama selain PKM dan LKTM adalah pameran dan bazar. Pada Pimnas XX kali ini acara tersebut dilangsungkan di Gedung Serba Guna (GSG) Unila. Pada pameran dan bazar adalah momen paling tepat bagi perguruan tinggi untuk unjuk gigi pada hajatan akbar ini. Setiap perguruan tinggi yang berminat dapat menyewa stand selama pelaksanaan pimnas. Pada stand-stand inilah dapat dipamerkan karya-karya mahasiswa tiap perguruan tinggi, profil perguruan tinggi dan segala promosi-promosi lain pada ribuan pengunjung yang hadir selama kegiatan. Selain stand perguruan tinggi terdapat pula stand-stand sponsor danjuga stand-stand peserta PKM untuk memamerkan karya mereka dengan poster-posternya. Pada kesempatan ini pula Universitas Negeri Jakarta turut berpartisipasi sebagai peserta pameran.

 

Untuk menambah semarak suasana Pimnas, selain kegiatan utama juga dilangsungkan lomba-lomba yang menjadi kegiatan tambahan. Kegitan-kegiatan tambahan tersebut diantaranya adalah lomba poster peserta non-PKM, lomba debat bahasa inggris lomba debat bahasa mandarin serta lomba aplied programming for problem solving yang baru dilaksanakan perdana pada pimnas kali ini.

 

Kronologis

PIMNAS XX 2007 dilangsungkan pada tanggal 17-22 Juli 2007 di kampus Universitas Lampung. Pada Pimnas kali ini UNJ mengikutsertakan 3 tim dengan 7 mahasiswanya sebagai peserta lomba. Satu tim adalah peserta PKMM dengan 3 anggota. Dua tim yang lain adalah peserta Lomba Aplied Programming for Problem Solving yang terdiri dari 2 anggota per tim. Selain peserta-peserta lomba tersebut, UNJ juga menyertakan beberapa mahasiswa lain yang akan mengisi stand pameran.

 

Rombongan UNJ berangkat pada selasa 17 Juli 2007 sekitar pukul 8 pagi. Turut beserta rombongan selain  adalah PR3 beserta beberapa staff, beberapa pembantu dekan 3,pejabat-pejabat lain dan beberapa dosen. Rombongan menggunakan bus UNJ, mobil dinas PR3 dan sebuah minibus sebagai alat transportasi menuju Bandar Lampung. Perjalanan berjalan cukup lancar, meski sebelumnya sempat dikhwatirkan ada penumpukan kendaraan di pelabuhan merak banten. Setelah perjalanan yang cukup melelahkan dengan memakan waktu hampir 10 jam rombongan tiba di kampus Unila bandar Lampung pada pukul 18.30. Rombongan langsung melakukan registrasi pada waktu tersebut.

 

Acara perdana pada malam tersebut adalah welcome party yang dilaksanakan di kantor kegubernuran lampung. Pada kesempatan ini untuk pertama kalinya seluruh peserta pimnas dari seluruh Indonesia berkumpul pada tempat yang sama. Warna-warni almamater dari beratus-ratus perguruan tinggi yang menghiasi malam tersebut sangat memberikan kesan yang mendalam. Pada welcome party ini beberapa sambutan disampaikan oleh para pejabat provinsi semisal gubernur dan panitia sebagai tanda ucapan selamat datang di provinsi lampung. Makan malam pun dilaksanakan dengan diiringi hiburan tarian daerah.

 

Setelah welcome party selesai dilangsungkan, seluruh peserta langsung menuju ke penginapan yang tersebar di beberapa tempat di Bandar Lampung. Sementara beberapa anggota rombongan UNJ menuju penginapan, sebagian anggota rombongan lain berada di GSG untuk menyiapkan stand yang akan mulai dibuka pada keesokan harinya.

 

Untuk memudahkan koordinasi, setiap beberapa kampus didampingi oleh Liasone Officer (LO) yang bertugas melayani kebutuhan-kebutuhan peserta pimnas selama kegiatan. Kehadiran LO dengan identitas sebuah selendang cukup memberikan pemandangan unik pada kegiatan pimnas ini.

 

Rabu 18 Juli 2007. Sekitar pukul 8 dilangsungkan acara pembukaan pimnas yang dihadiri oleh seluruh peserta, dosen, pejabat kampus dan pejabat daerah. Setelah acara seremonial pembukaan, stand pameran pun secara resmi dibuka. Setiap kampus memamerkan karya-karyanya pada stand masing-masing. Pada hari ini pula technical meeting beberapa kegiatan lomba dilangsungkan. Sementara kegitan lomba sendiri baru dilangsungkan pada hari kamis dan jumat 19-20 Juli 2007.

 

Pada hari pertama ini semua peserta memnafaatkan kesempatan untuk mengunjungi stand-stand pameran yang ada atau berinteraksi dengan peserta-peserta dari perguruan tinggi lain. Sementara beberapa peserta yang belum melakukan registrasi memanfaatkan kesempatan untuk melakukan registrasi ke panitia. Beberapa peserta lomba juga memnafaatkan kesempatan untuk berlatih sesuai dengan lomba yang diikutinya.

 

Kamis 19 Juli 2007. Ini adalah hari perdana lomba-lomba di Pimnas. Beberapa lomba lain semisal lomba pemrograman baru melakukan technical meeting pada hari ini. Ada beberapa hal menarik khusus mengenai lomba aplied programming. Lomba ini pertama kali dilangsungkan  pada pimnas kali ini. Peserta yang diundang ke lampung adalah peserta yang telah lolos seleksi online melalui internet. Untuk pelaksanaan kali ini ada 16 tim dari 8 perguruan tinggi yang mengutus wakil-wakilnya. Utusan-utusan tersebut adalah 2 tim dari Universitas Indonesia, 2 tim dari ITS, 2 tim dari Unila, 2 tim dari STT Telkom, 2 tim dari Universitas Widyatama Bandung,  tim dari kampus teknokrat lampung dan yang pasti 2 tim dari kampus UNJ. 16 tim tersebut akan diadu dalam lomba untuk mengambil 5 finalis. Lima finalis ini yang akan diseleksi untuk memperoleh juara 1, 2 dan 3. Yang sangat mengiurkan dari lomba aplied programming adalah hadiah untuk juara 1, yaitu satu unit laptop dari sponsor.

 

Jumat 20 Juli 2007. Hari kedua pelaksanaan lomba-lomba. Pada hari ini seluruh rangkaian acara kegiatan lomba harus terselesaikan. Pagi hari pukul 7.00 adalah semifinal lomba aplied programming seperti yang telah disampkan sebelumnya. Setiap peserta mendapat fasilitas satu komputer desktop dan laptop dari sponsor pada lomba yang dilangsungkan di gedung puskom unila. Lomba dimulai tepat pukul 8.00. Pada loma ini, tugas peserta adalah membuat program menggunakan bahasa pemrograman c/c++ sesuai dengan 2 soal yang diberikan panitia. Estiamasi waktu pembuatan program adalh 180 menit, dari pukul 8 hingga 11 siang. Meski dengan tingkat keslitan yang cukup tinggi, semua peserta termasuk tim-tim UNJ mengerjakan semua soal yang ada dengan semaksimal mungkin. Tepat pukul 11 lomba dihentikandan tim juri akan menilai semua program yang dibuat peserta untuk menetukan lima finalis yang akan memperebutkan juara 1, 2 dan 3. Pengumuman finalis aplied programming contest disampaikan pada pukul 15.00 sore. Namapaknya dua tim UNJ harus berbesar hati saat menghadapi bahwa kami gagal masuk ke final. Dua tim UI, ITS, IPB dan STT Telkom harus bertarung memperebutkan posisi juara.

 

Jumat malam sesuai dengan yang pernah disampaikan pada saat pembukaan pimnas, seluruh peserta pimnas diundang ke rumah dinas gubernur lampung untuk menerima jamuan santap malam. Dengan gaya pesta kebun di ruang terbuka, meski langit terasamendung dan akhirnya hujan, acara berlangsung dengan cukup semarak. Apalagi saat banyak mahasiswa berebut mengambil makannanpada tempat prasmanan di seputar tempat acara.

 

Sabtu 21 Juli 2007. Pada hari ini masih ada beberapa lomba yang belum dituntaskan seperti lomba debat. Pada umumnya, kebanyakan peserta mengisi waktu untuk berkeliling Bandar Lampung untuk sekedar membeli buah tangan saat kembali ke kota asal. Sementara peserta yang lain masih ramai mengunjungi stand pameran di GSG. Beberapa kampus nampak mendominasi keramaian stand pameran di GSG Unila. Yang paling mencolok adalah stand IPB. Kampus ini nampaknya benar-benar mempersiapkan segala hal dalam partisipasinya pada pada Pimnas xx ini. Berbagai acara dan lomba sering dilangsungkan pada stand ini yang selalu menyedot perhatian pengunjung. Berbagai macam tumbuhan karya-karya mahasiswa IPB juga dipajang dengan menarik.

 

Stand lain yang cukup menarik adalah stand ITS. Kampus teknologi ini memajang berbagai macam karya mahasiswanya. Demikian juga dengan UI dan ITB. Cukup banyak perhatian pengunjung untuk sekedar menengok pada stand-stand tersebut. Meskipun belum seramai stand-stand yang disebutkan di atas, stand UNJ pun tidak selalu sepi dari pengunjung. Stand kampus hijau ini memajang beberapa robot karya mahasiswa elektro.

 

 

Sabtu siang, di tengah-tengah penyelenggaraan Pimnas XX diselenggarakan juga sebuah kontes nasional yang memang bukan merupakan bagian dari kegiatan Pimnas. Konte stersebut adalah National Hacking Kompetition, kontes hack tingkat nasional dengan 110 peserta. Beberapa peserta lomba aplied programming yang telah berlomba pada harisebelumnya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, termasuk 2 tim lomba programming UNJ. Apalagi sebuah tawaran bebas biaya pendaftaran dari panitia pimnas seharga 50.000 semakin meningkatkan motivasi peserta lomba aplied programming untuk mengikuti kompetisi hacking. Target dari kontes hackingn ini adalah untuk merebut suatu file di server yang disediakan dengan batas waktu lomba 1 jam. Hadiahutama sebuah laptop tentunya sangat memancing gairah para peserta untuk memenangkan lomba. Meskipada akhirnya 4 mahasiswa UNJ yang mengikuti kontes belum bisa memenagkan kontes ini, bekal pengalaman yang didapat akan sangat berharga. Apalagi pada tanggal 1 Agustus nanti kontes yang sama akan diselenggarakan di Jakarta.

 

Akahirnya hari pun menjelang sore. Meskipun pada jadwal kegiatan dinyatakan bahwa penutupan kegiatan dilangsungkan pada hari minggu, namun nampaknya ada perubahan jadwal sehingga penutupan acara diselenggaran pada hari sabtu malam. Setelah jamuan ala pesta kebun di rumah gubernur, penutupan dilangsukan dengan gaya pool party di kolam renang Unila. Namun entah mengapa, sepanjang minggu pelaksaan pimnas nampaknya mendung selalu menggayuti Bandar Lampung. Seloroh beberapa rekan-rekan peserta menyatakan ini terjadi karena terlalu banyak mahasiswa Bogor yang datang ke Bandar Lampung sehingga Banda r Lampung menjadi kota hujan juga. Tentu saja itu hanyalah canda.

 

Hujan pun benar-benar tidak terhindarkan. Ini terbukti pada acara penutupan di kolam renang yang berada di luar ruangan. Ketika acara telah dimulai beberapa menit turunlah hujan dengan cukup deras. Karuan saja suasana menjadi riuh tidak karuan dengan sorakan ramai dari para mahasiswa. Dengan suasana ramai tersebut dan samar-samar suara dari pengeras suara yang terkalahkan suara hujan akhirnya juara-juara lomba untuk seluruh kegitan pimnas diumumkan. Meski 2 tim programming kontes UNJ dipastikan kalah, rombongan UNJ masih berharap satu tim PKM yang telah bertanding dapat meraih kemenangan.

 

Sartu persatu, dari mulai kegiatan lomba tambahan yaitu debat, lomba programming dan lomba poster hingga lomba kegitan utama yaitu PKM dan LKTM juara-juara pun diumumkan. Dan ekspektasi terakhir yang sempat dibangkitkan pun ternyata masih belum terwujud. UNJ masih belum dipanggil ke podium sebagai salah satu juara pimnas 2007. Semoga saja sama seperti headline-headline berita pada piala asia lalu, UNJ kalah dengan kepala tegak. Segala daya upaya telah dilakukan dan pada  kesempatan ini kemenangan masih belum berpihak kepada kami. Malam itu pun langsung kembali ke Jakarta.

 

Evaluasi

Menurut hasil sarasehan PR III yang dilangsungkan sebagai salah satu agenda pimnas di lampung lalu, ada dua kemungkinan tempat untuk pelaksanaan pimnas 2008, yaitu kalimantan atau jawa tengah. Satu tahun tentunya diharapkan cukup untuk memerpbaiki kekurangan-kekurangan UNJ pada Pimnas kali ini. Dari runtutan kegiatan yang saya ikuti ada beberapa evaluasi yang saya harap dapat menjadi rekomnedasi untuk partisipasi lebih baik dari UNJ untuk pemnas depan.

 

Ahir pimnas adalah awal untuk persiapan pimnas berikutnya. Persiapan untuk pimnas depan harus dilakukan sedini mungkin dari sekarang. Mulai dari persiapan untuk partisipasi sebagai peserta pameran, peserta lomba LKTM, PKM dan lomba-lomba tambahan. Tanggung jawab ini harus dipikul oleh seluruh komponen-komponen yang ada di kampus.

 

Komponen pertama adalah universitas. Harus diakui partisipasi UNJ pada pimnas kali ini pun sesungguhnya sudah sangat mendapat dukungan yang besar dari universitas. Mulai dari fasilitas transportasi, konsumsi dan dukungan moril bagi para peserta lomba uNJ. Tentunya untuk partisipasi ke depan itu semua harus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan.

 

Komponen kedua adalah ormawa-ormawa UNJ yang berkaitan dengan topik-topik lomba pimnas. Misal Lembaga Kajian Mahasiswa, KPM English Club, Klub robotik, lab-lab mipa dan ormawa-ormawa lain yang juga memiliki sangkutan. Pembinaan untuk persiapan pimnas depan harus dimulai dari saat ini juga baik untuk LKTM, PKM dan bahkan persipan untuk pameran stand UNJ. Kaderisasi yang testruktur dari komponen ormawa diharapkan dapat menjadi komponen katalis untuk mencapai tujaun tadi.

 

Komponen ketiga adalah dosen dan mahasiswa. Dunia kampus idealnya tidak terlepas dari budaya akademik dan ilmiah. Namun menurut pandangan pribadi penulis, saat ini kultur tersebut belum tumbuh secara subur di UNJ. Itu pula yang menyebabkan sedikitnya proposal PKM yang dikirimkan UNJ dan bahkan pada akhirnya hanya 1 judul yang lolos ke Pimnas. Demikian juga dengan para peserta LKTM UNj yang untuk ketiga bidang IPA, iPS dan Pendidikan harus tumbang di tingkat wilayah dan tidak sampai pada tingkat nasional di pimnas. Saya yakin karya-karya LKTM yang kalah di itngkat wilayah bukanlah buruk. Karya mereka merupakan karya LKTM pilihan karena sudah terseleksi pada tingkat Universitas. Terlepas dari pandangan miring bebrapa rekan-rekan penulis mengenai objektivitas juri dalam penilaian LKTM, persipan sematang mungkin harus dilakukan secpat mungkin.

 

Budaya akademik dan ilmiah harus mulai benar-benar digarap serius di kampus UNJ ini. Aktor utamanya adalah mahasiswa dan dosen. Bukan masanya lagi ketika dosen dan mahasiswa saling menjaga jarak. Sekarang adalah mahasiswa bagi seluruh warga UNJ, dosen dan mahasiswa untuk memnafaatkan setiap kesempatan untuk produktif menghasilkan sesuatu yang bermanfaat sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing. Sehingga bila kedua kultur tadi telah terbentuk, masalah krisis partisipasi ajang-ajang akademik dan ilmiah yang penulis anggap tengah terjadi kini bisa segera dihentikan.

 

Ada suatu kerinduan dalam diri penulis untuk dapat mensejajarkan posisi UNJ setingakat dengan kampus-kapmpus besar lain di Indonesia.  Ada  kerinduan pada saat-saat ketika nama UNJ bisa besar pada ajang-ajang kompetisi nasional. Ketika para mahasiswanya dipanggil ke podium pada pengumuman pemenang sebagai jaura-juara. Ada kerinduan ketika nanti mahasiswa-mahasiswa UNJ bisa bangga ketika orang lain bertanya, kamu kuliah diman? Mimpi tersebut sangatlah logis dan sangat memungkinkan untuk diwujudkan. Hanya saja butuh peran aktif semua pihak dalam mencapainya. Mahasiswa, Dosen dan Pejabat kampus. Dan semuanya pun bisa dimulai dari diri kita sendiri.

 

Bandar Lampung – Bogor 17-22 Juli 2007

Jon Kartago Lamida

Kritik dan masukan harap disampaikan pada dafta kontak berikut:

Email: lamida_kurogane@yahoo.co.id

Blog: lamida.wordpress.com

GSM: 081316346463

CDMA:02168794902

Home:02189932704

 

 

Pimnas XX 2007 dan Romantikanya

Walaupun judul postingan kali ini mengenai Pimnas, konten tulisan ini gak ada yang ilmiah sama sekali. Yang ada justru gombal, kampungan dan katrok. Jadi selamat membaca aja sama siap-siapin plastik buat muntah. Hoek…

Hari keempat di Lampung. Ada yang menyenangkan ada yang membosankan. Ada yang romantis, ada yang membingungkan. Sudah lama tidak terlalu memikirkan perempuan, kunjungan ke sini secara kebetulan memaksa saya harus mencurahkan pikiran untuk mahkluk yang satu ini. Sebelum menceritakan itu lebih dulu saya ceritakan kegiatan utama saya dulu di Lampung ini. Pimnas 2007.

 Tadi pagi akhirnya semi final Lomba Aplied Programming yang menjadi bagian dari Pimnas 2007 telah dilangsungkan. Cukup mendebarkan juga pada awalnya untuk menebak jenis soal apa yang akan keluar pada lomba pemrograman pertama yang pernah saya ikuti. Setelah dijalani ternyata sesuai dugaan. Sulit. Pemrograman adalah aktivitas mengalir yang bisa lancar dilakukan olehorang yang memang sudah biasa melakukan. Intinya jangan berharap menjadi pemrogram tangguh dengan hanya drill latihan 3-4 hari sebelum pertandingan. Tentu saja pengalaman sekrang tidaklah sia-sia. Setidaknya kegiatan ini bisa menjadi pacuan saya untuk ke depan kelak. Toh sekarang jam yang sudah menunjukan pukul 15.16 tidak memanggil saya bisa lolos ke babak final. Artinya saya kalah, hiks.

 Oke, kembali lagi ke curhat masalah wanita. Setelah sekian lama saya merasakan lagi sensasi aneh yang oleh sebagian orang disebut sebagai cinta meski sebenarnya lebih cenderung disebut passion. Sejak hari pertama Pimnas saya sudah bertemu wanita ini. Dengan logat sumatra selatan yang cukup kental, dengan keramahan yang menjadi keharusan sesuai dengan tugas ia selama acara, pelan-pelan saya coba dekati dia untuk lebih mengenal. Tak terlalu sulit juga, hari kedua pun saya semakin banyak ngobrol dan mencandainya dan sudah mengenalnya lebih jauh. Nampaknya saya benar-benar suka wanita ini. Puncaknya saat Rabu malam saya menemaninya makan dekat penginapan. Meski sebentar, itu menjadi momen paling membingungkan. Orang bilang randezveouz. Seperti pernah di sana. Sebentar tapi terasa lama, namun ingin lebih lama lagi. Senyumnya, logatnya, parasnya cukup mengganggu juga beberapa hari ini. Hari ini pun menjadi serasa tidak karuan saat saya belum bertemu dia. Yah tinggal kita nikmati saja sisa-sisa hari indah yang mengherankan di kota yang mungkin akan tersu terkenang, Bandar Lampung ini. Semoga malam ini saya bisa bertemu dan membincangkan banyak hal lagi dengan dia.

 

Countdown menuju deadline skripsi

Yax! 20 juli adalah batas waktu pendaftaran skripsi semester ini. Manajemen waktu yang buruk dan kerja yang serabutan membuat saya agak keteteran mengejar target tersebut. Sebenarnya segala sesuatunya masih mungkin dan probabilitas untuk bisa mendaftar semester ini masih cukup besar (sok optimis). Lagi pula tak ada juga yang melarang untuk lulus semester depan atau tahun depan. Tapi di dunia yang serba cepat dan efisien penundaan bukanlah hal yang menyenangkan. Saya harus lulus semester ini!

Nampaknya targetan itu terasa mudah. Tapi beberapa tugas lain yang harus dikerjakan minggu-minggu ini akan menjadi tembok tantangan lain yang harus dirobohkan. Selasa 18 Juli besok saya harus ke Lampung untuk kontes aplied programming di Unila, persiapan pun belum terlalu matang. Sebelum tanggal 17 Juli saya juga harus mengirim proposal Electronic Engineering Award ke ITB. Belum lagi saya masih risau dengan belum tuntasnya presentasi PKL di Indonesia Power Tanjung Priok. Optimisme dan semangat kuat harus benar-benar ditanamkan ditambah dengan kerja keras dan sedikit pengorbanan pastinya. Pikiran aja yang enak-enak setelah ini, biasanya jika ada motif yang bagus kerja habis-habisan pun tidak masalah. Saya harus membuktikan pernyataan di atas itu semu dalam hari-hari menjelang ini. Let’s show to the world that under the sun everything is posible nothing imposible. Diiringi dengan kerja keras dan doa semoga semua tercapai. Penutup postingan ini: kata favorit saya. “Kita lihat saja nanti”.

Mohon doanya.