Curhat Juni

Dear blog. Tahun kemarin kalau tidak salah pernah menulis post berjudul sama. Biarkanlah kini berulang lagi. Beberapa minggu ini ada banyak sekali ide untuk post baru. Namun sayang semuanya menguap karena sok sibuk tidak langsung ditulis. Ini hanya random post yang sebenarnya tidak terlalu berguna dibaca orang lain selain saya sendiri, karena berisi curhat pribadi. Namun jika ada pembaca yg punya waktu luang tidak ada larangan untuk membacanya kok.

Oke cerita pertama, tepat akhir bulan ini tanpa terasa tepat sudah 5 bulan saya kerja di tempat baru. Yah waktu memang terkadang melenakan. Secara personal masih belum terlalu sibuk mencari kerjaan baru. Posisi di tempat sekarang sejauh ini masih cukup baik. Masih ada hal yang bisa dipetik dan dipelajari. Jadi mungkin masih bertahan untuk beberapa waktu ke depan.

Curhat nomor dua. Sejak jaman dulu sebenarnya saya adalah tipikal anak rumahan yang tidak betah kalau tidak tinggal di rumah sendiri. Maka dari sejak jaman kuliah hingga satu setengah tahun kerja, meski perjalanan jauh ampun-ampunan saya tetap pulang pergi ke rumah. Namun sejak masuk tempat kerja baru, ditambah faktor usia, sepertinya saya harus menyerah dan mencari kos. Pada awalnya sih tidak betah. Selalu pengen pulang ke rumah. Namun perlahan karena mulai teradaptasi lama-lama saya betah juga di kos. Tidak perlu bersusah-susah pulang tiap hari dan bisa tidur cukup.

Curhat nomor tiga. Sekitar 2 bulan kemarin kondisi tubuh sedang ada di posisi palung. Saya sakit hampir 2 bulan tersebut. Komplikasi berbagai macam sakit. Ke dokter mengeluarkan uang berjuta pun tak berefek. Namun alhamdulillah, seminggu terakhir kondisi badan membaik perlahan. Lesson learned, jaga pola makan dan istirahat yang cukup, agar jangan sampai drop lagi.

Curhat nomor empat. Sedang kembali merasakan fase carut marut dalam target hidup. Takdir menjadikan saya sebagai orang ribet yang ingin merencana dengan teramat sangat detail terhadap apa-apa yang ingin dilakukan dan dicapai. Karena terlalu ribet tadi pada akhirnya semua rencana yang sudah dideskripsikan dengan teramat detail malah tak ada yang tereksekusi. Ya intinya sedang kacau saja. Mengharap semoga ada keajaiban yang bisa memperbaiki pola pikir dan motivasi diri sehingga tidak secarut marut sekarang.

Curhat lain. Barusan pulang dari plasa semanggi. Beli sabun, sedikit cemilan di Giant. Lalu ke gramedia beli buku terbaru Andrea Hirata, Padang Bulan dan Cinta di dalam gelas serta buku Habiburahman El Shirazy, Bumi Cinta. Semoga sempat mengulas setelah tamat baca nanti.

Curhat terakhir malam ini, tadi sebenarnya mau mengerjakan pekerjaan freelance, tapi kok malah sibuk update resume di jobstreet dan jobsdb. Yah beginilah kecarutmarutan saya.

Have a good night all. Finally this is some nice quote from Andrea Hirata: “Love walks on two feet just like a human being. It stands up on tiptoes of insanity and misery.”

Jika Cinta Sebatas Leher

“Cinta itu cuma sampe sini…” (Kata sahabat saya Sambil menunjuk leher). “Turun kebawah…” (tangannya berpindah menunjuk perut) “dah urusan lapar”.

Quotenya sangat menarik didiskusikan. Saya mengatakan menarik di sini bukan berarti menyatakan setuju dengan statementnya. Namun bukan pula tidak setuju secara mutlak. Secara sekilas petikan tadi dapat dianggap meremehkan masalah cinta. Para pujangga-pujangga cinta di luar sana pasti sudah mulai geram sedetik setelah membaca dan atau mendengar pernyataan tersebut. Namun sebelum panas mari kita runut dulu pernyataan itu.

Meski mungkin bisa bermakna banyak dalam konteks post ini cinta yang dimaksud adalah spesifik cinta pada lawan jenis, misalnya suami istri. Jadi cinta pada anak, pada orang tua ada di luar curhat post ini. Cinta adalah sesuatu yang abstrak. Belum ada piranti ukur apa pun yang dapat mengukur cinta. Mungkin ilmuan di luar sana sudah menemukan alat untuk menimbang bobot atom terkecil, dapat menghitung jarak ke bintang terjauh dapat tahu tingkat tekanan air di palung laut terdalam namun bicara untuk mengukur cinta belum ada ilmuan manapun yang sudah menemukan sesuatu yang progresif. Jika seandainya cinta dapat diukur dengan mudah tentunya akan banyak masalah yang dapat diselesaikan. Tidak perlu lagi ada ketakutan perselingkuhan sebab kita tahu benar tingkat cinta dari pasangan kita. Tidak perlu lagi takut dimatrei karena meter cinta akan langsung membaca seseorang yang memiliki cinta palsu.

Cinta pada dasarnya sesuatu yang sangat baik. Ia penuh keindahan, ia menyejukan. Cinta bisa merubah orang paling jorok menjadi orang yang bersih dan wangi. Merubah pemalas menjadi pembelajar. Merubah si garang menjadi si lembut dan halus. Namun dasar yang baik tersebut akan menjadi terselewengkan jika ada motivasi-motivasi tidak baik di sana. Pertama jika cinta berubah menjadi nafsu, kedua ketidaktulusan, ketiga ketidakjujuran, keempat hanya ingin memanfaatkan dan kelima cinta yang terlalu sehingga menjadi obsesif dan posesif.

Untuk menjaga dasar yang baik agar tetap baik sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Langkah pertama adalah respek. Hargailah dan hormati orang yang kita cintai. Kita hargai dan hormati pendapatnya, kata hatinya, keinginannya dan sebagainya. Dengan dasar tersebut tidak akan pernah ada masalah yang terpendam tak tersampaikan. Semua pasti akan selalu mengalir keluar karena komunikasi berjalan lancar. Langkah kedua adalah tulus dan jujur. Jika 2 hal ini hilang maka yang akan muncul adalah perselingkuhan dan matrialisme. Langkah ketiga memaafkan dan meminta maaf. Setiap orang pasti pernah berbuat salah. Hanya orang berani yang sanggup meminta maaf. Dan hanya orang paling bijak yang mampu memberi maaf dengan benar-benar tulus. Percayalah dalam hubungan apa pun jika hal ini bisa dicapai akan didapat keuntungan yang sangat luar biasa. Keempat, saling mengingatkan untuk kebaikan. Cinta pada dasarnya hal yang baik, oleh karena itu disesuaikan pula untuk melakukan hal yang baik dan benar.

Kembali ke masalah cinta itu hanya sampai leher turun ke perut tinggal lapar. Hal yang ditekankan dalam kalimat ini adalah cinta itu sesuatu yang penting dan tidak dangkal. Namun banyak orang terjebak berlebihan di sini. Sikap egois, posesif, tidak jujur, mementingkan nafsu dan seterusnya adalah salah satu manifestasi keberlebihan itu sehingga mendangkalkan makna cinta itu sendiri. Pada akhirnya kata cinta dideskripsikan bahwa dengan kalimat tadi. Untuk menghindari pendangkalan itu poinnya adalah respek, tulus dan jujur, memaafkan dan meminta maaf dan terakhir saling mengingatkan untuk kebaikan. Semoga cinta kita tak hanya sampai leher saja.

Review Sony Ericsson “Android” Xperia X10 – Haruskah anda membelinya?

Another new gagdet its mean another new review.

Jika urusan review detail yang cukup objektif adalah jatah gsmarena dan website-website sejenis. Ijinkan saya untuk mencoba mereview dengan tidak detail dan sangat subjektif.

Sebelum bercuap-cuap ga karu-karuan saya akan langsung masuk to the poin paket penjualan serta kelebihan dan kekurangan gadget ini sehingga bisa menjadi pertimbangan berharga untuk membeli atau tidak.

Paket penjualan:

  • Gadget Xperia X10
  • Video stand, dudukan untuk xperia x10 jika digunakan untuk nonton video
  • Charger
  • Connector mini usb untuk transfer data sekaligus kabel charger
  • Handsfree
  • Kartu garansi dan buku manual
  • Pouch Kulit
  • Anti Gores
  • Kardus (halah :p)

Kelebihan:

  • Layar sangat besar 4 inchi. Sangat nyaman untuk nonton video, browsing dan baca ebook
  • Kamera beresolusi sangat besar 8.1 Mega Pixel.
  • Desain bagus, meski besar tapi tetap tipis.
  • Layar bermaterial scratch resistant ada bonus screen protector dan pouch kulit pula di paket penjualan.
  • Pilihan aplikasi sangat banyak dan terus bertambah (kelebihan android secara umum)

Kekurangan:

  • Tidak ada radio FM
  • Versi Android masih 1.6 padahal versi terkini sudah 2.2. Dijanjikan update ke 2.1 sekitar quartal 4 2010 oleh sony ericsson
  • Baterai agak boros
  • Tidak ada remote kontrol di handsfree jadi tidak bisa ganti lagu, play, stop dan mengecilkan volume dari handsfree.
  • Layar sentuh tidak support multitouch jadi agak kurang gamer friendly
  • Belum ada aplikasi GPS offline yang mumpuni (sebenarnya ini kekurangan android secara umum)
  • Tidak ada flash untuk kamera hanya Led

Itu sebenarnya inti posting kali ini yang berikut adalah sedikit cuap-cuap dari reviewer amatiran.

2010 ini nampaknya akan menjadi tahun mulai bangkit sistem operasi Android di gadget mobile. Untuk yang masih awam, Android adalah sistem operasi untuk perangkat mobile yang dibuat oleh google. Karakteristik utama yang ditawarkan oleh android adalah open source dan mindset gadget internet tentunya sangat dilekatkan pada sistem operasi ini. Euphoria android tersebut ternyata cukup memancing saya untuk turut mencicipi dengan mencoba xperia x10 ini.

Sony Ericsson Xperia X10 adalah handset Sony Ericsson pertama yang menggunakan Operating System (OS) Android. Xperia dibungkus dengan kardus sangat minimalis. Mungkin ini mengikuti strategi yang dilakukan iPhone. Ketika dibuka kesan pertama yang langsung terasa adalah mewah. Setara dengan kesan yang saya rasakan ketika pertama memegang iPhone. Sekujur bodi body Xperia ditutupi casing plastik namun dengan finishing yang cukup baik sehingga jauh sekali dari kesan murah. Bagian depan ditutup seluruhnya oleh layar berukuran 4 inchi. Di bagian atas layar agak sedikit tidak terlihat terdapat sensor cahaya yang akan otomatis mematikan screen ketika xperia digunakan untuk menelpon. Sensor ini berguna agar layar tidak tersentuh dengan tidak sengaja saat di pakai menelpon. Di bagian bawah layar terdapat 3 tombol fisik. Pertama tombol menu aplikasi di sebelah kiri, tombol home di tengah dan tombol back di kanan. Di sisi kanan terdapat tombol volume dan shutter kamera. Di bagian atas adalah space untuk tombol power, port audio dan micro USB.

Seperti gadget-gadget standar xperia dapat dinyalakan dengan menekan beberapa detik tombol power hingga agak sedikit bergetar. Waktu start up xperia cukup cepat tidak sampai 1 menit. Ketika pertama kali dinyalakan akan langsung muncul wizard pilihan bahasa, setting waktu dan seterusnya. Setelah aktif, jika layar dalam keadaan terkunci cukup sapu layar agak menyerong sesuai dengan jalur papan kunci yang tampil. Setelah kunci terbuka yang pertama tampil adalah home screen. Bagi yang pertama menggunakan android, handset android biasanya memiliki 3 home screen. Home screen pertama adalah yang pertama tampil. Home screen kedua dan ketiga dapat dibuka dengan menyapu layar ke kiri dan ke kanan. Di home screen nanti dapat diletakan shortcut-shortcut untuk aplikasi atau widget-widget menarik. Bagian atas homescreen dapat kita seret ke bawah untuk membuka layar notifikasi. Menu aplikasi dapat dibuka dengan menyeret bagian bawah homescreen.

Xperia X10 menggunakan android versi 1.6. Namun Sony Ericsson telah memodifikasi tampilan asli android sehingga lebih cantik. Dua aplikasi bawaan sony ericsson yang ditambah ke xperia adalah mediascape dan timescape. Mediascape adalah aplikasi untuk memanajemen dan memutar koleksi multimedia di xperia. Timescape adalah aplikasi yang menyatukan log sms, email, update status facebook dan twitter terintegrasi di xperia.

Berbekal perangkat keras dapat dibilang sangat canggih, prosesor speed 1Ghz (ini bahkan lebih cepat dari pc celeron jadul 600MHz saya) dan external storage up to 32GB. Satu kekurangan yang agak mengganjal adalah tidak tersedianya radio fm. Xperia sangat responsif. Setiap sentuhan ke menu atau interface tertentu direspon dengan hampir seketika dengan jeda yang cukup minimal.

Xperia dibekali kamera dengan resolusi terbesar saat ini di perangkat mobil umum 8.1 Mega Pixel. Kekurangan dari kamera Xperia adalah ketiadaan lampu flash namun hanya dibekali dengan lampu led.

Satu kekurangan lain yang juga cukup perlu diperhatikan adalah ketahanan baterai. Harus disadari dengan spesifikasi hardware yang cukup tinggi tadi xperia x10 cukup boros energi. Xperia x10 bisa bertahan 24 jam lebih dalam pemakaian wajar sedikit koneksi data, telpon tak terlalu banyak dan sedikit multimedia. Namun dengan pemakaian intensif, browsing terus menerus, memutar musik online, streaming video, baterai xperia x10 akan kering dengan sangat cepat.

Oke karena reviewer sudah agak ngantuk langsung loncat ke kesimpulan saja. Secara umum Xperia x10 adalah salah satu handset android tercanggih saat ini. Kekurangan yang cukup besar adalah tiadanya radio fm, versi android yang ketinggalan dan baterai yang agak boros. Kelebihan terbesar dari xperia x10 adalah di ukuran layarnya yang sangat besar dan resolusi kamera yang cukup tinggi. Mengharapkan suatu produk yang sempurna tentunya adalah hal yang mustahil. Dengan kelebihan yang dimiliki jika anda memiliki budget nganggur lebih, mencoba xperia x10 bukanlah pilihan yang terlalu buruk.

Kisaran harga pada saat post ini dibuat adalah 6.500.000.