Jon Goes to Bandung

Jumat 24 agustus lalu saya ke Bandung. Setelah direncanakan agak lama sebelumnya, akhirnya kunjungan tersebut terlaksana juga. Saya menemui Kamal dan Manda pada kesempatan tersebut. Hal luar biasa dapat saya peroleh dari kesempatan itu. Semoga.

Hal hebat pertama adalah journey menuju ke sana. Saya naik motor ke sana. Sejauh ini itu adalah perjalanan terjauh menggunakan motor yang pernah saya lakukan. Untuk perjalanan keseluruhan, rekornya masih tetap di pegang Medan. Keren banget. Melihat banyak hal baru dan pemandangan-pemandangan hebat. Dan capek juga. Untuk perjalan berangkat cukup cepat. Hanya 3 jam. Tapi untuk perjalan pulangnya. 6 jam! Tapi keren banget saat melewati puncak. Kabut turun sangat pekat. Jadi terasa seperti sedang di Silent Hill. Belum lagi ditawari akang-akang di puncak pas. Villa kang, ada ceweknya. Alah, jadi sempat turn on. Untuk buru-buru nyadar dan ngabur sebelum otak keburu error.

res01298.jpg

Sillent Hill: Puncak Pas Jam 9 malam

 

res01280.jpg

Ciranjang, cianjur.

 

res01281.jpg

Baca aja sendiri

 

Hal hebat kedua adalah silaturahminya. Saya akhirnya bertemu muka kembali dengan Kamal setelah 4 tahun dan dengan Manda setelah hampir 1 tahun. Quotes terkeren dari Kamal: “Bukan lulus cepat, tapi lulus di saat yang tepat”. Sempat ngobrol banyak juga dengan salah satu kawan hebat ini. Dengan Manda saya ngobrol lebih banyak hal-hal yang berkaitan dengan kepribadian. Satu hal dengan Manda, dia terlihat lebih manis saat itu. Lebih smart pula nampaknya. Poin utama yang dia sarankan pada kesempatan itu adalah untuk menjalani hidup apa adanya. Dan tentunya untuhk tidak menyia-nyiakan potensi dan kesempatan yang ada.

res01291.jpg

ITB kampus Impian

 

Kaku banget ya, tiga paragraf di atas. Yah memang dalam beberapa bulan belakangan saya merasa ada hal yang mampet dalam kehidupan. Manda adalah calon psikolog dan Kamal calon teknokrat. Saya ingin mencari inspirasi. Cukup dapat meskipun tidak banyak. Tapi saya harap akan cukup untuk memicu reaksi berantai perubahan ke arah yang lebih baik. Saking hebatnya topik perbincangan kemarin, samapai-sampai saya lupa sebagian besar intinya. Oke pokoknya saya harus berubah dan bergerak semenjak sekarang. Bukan masanya lagi untuk tidur dan diam.

How to be a rich man

Setelah hidup selama 21 tahun, nonton tv, baca koran, menjelajah internet, dengar radio dan beriteraksi dengan orang lain, saya pun mencatat beberapa cara untuk menjadi orang kaya. Ternyata, kaya itu mudah, asalkan kuat kemauannya. Inilah daftar beberapa cara untuk menjadi orang kaya.

Jadi penulis buku. Semua tahu kan JK Rowling. Ia adalah salah satu contohnya.

 Jadi bintang film. Agak sulit. Sebab kita harus mau berbuat norak, karena film Indonesia semuanya norak dan harus memiliki standar muka superganteng atau superjelek sekalian. Untuk people who stand between, agak sulit. Kecuali punya koneksi produser film atau punya talenta khusus, seperti makan beling.

 Jadi olahragawan. Tapi di Indonesia tetap aja susah. Main bola gak berhenti-berhenti bikin rusuh. Bukan Cuma penonton, terkadang pemainnya juga sama noraknya. Jadi pembalap? Balap karung sih iya.

 Jadi bintang rock atau pop. Bikin musik bagus dan harus NORAK. Sebab justru kalau musik yang benar-benar bagus yang dibuat malah nggak akan laku di Indonesia. Kalau mengejarnya idealisme, bikinlah yang sebagus mungkin, namun jangan sedih jika kasetnya kurang laku.

 Jadi ilmuan jenius. Tapi mengabdinya jangan dengan bangsa sendiri. Susah majunya. Mengabdilah pada bangsa lain yang lebih menghargai peran ilmuan. Itu jika mengejar kekayaan. Jika ingin mengejar idealisme dengan rasa nasionalisme yang super tinggi, siap-siap aja jadi miskin.

 Jadi pengusaha. Ini adalah salah satu jalan terefektif menjadi kaya. Just the question is, How to begin?

 

To be continued…

MPA UNJ 2007

Gak mau bikin tulisan panjang-panjang. Gak terasa sudah MPA lagi. Buat yang tidak familiar dengan MPA dulu ia bernama Ospek. Intinya siap-siap aja dikerjain buat para freshman.Lihat pics aja ya.

res01311.jpg

Suasana MPA FT, fakultasku.

res01313.jpg

Masa penmaba memang masa penarikan massa ormawa-ormawa kampus.

res01316.jpg

Suasana MPA Elektro, jurusanku.

res01317.jpg

Freshman seni yang selalu rame.

Bingung…

Itu adalah kata-kata yang menggambarkan diri saya beberapa bulan belakangan ini. Payah juga, hampir tidakada progress berharga yang bisa saya capai belakangan. Stagnan, seperti bus mogok. Kebanyakan dosa mungkin. Mudah-mudahan harus bisa segera tobat. Masa depan membentang dan skenarionya di tangan kita.

Audiovox Thera Gue

Tampak depan

front-view.jpg

tampak kiri

left-view.jpg

tampak kanan

right-view.jpg

stylus dan softcase

stylus-n-softcase.jpg

set komplit

set-komplit.jpg

Minusnya
-Baterai Udah drop Banget(Ganti baru pasti seger lagi)
-Kondisi casing 75 % strip biru kiri kanan dah gak ada, sama ada somplak dikit deket tempat stylus (tinggal diganti aja casenya)
-Kalo nerima sms gak tau nama pengirimnya(defaultnya gitu)
-Nomor inject/bukan ruim (ngapain juga gonta ganti nomor)
-Ujung pentil stylushnya patah (nggak sengaja sewaktu ngereset)
-konektor chargeran di pda agak longgar

Plusnya
+KOndisi software dijamin nggak ada masalah
+Kondisi telpon oke
+Touchscreen 100% masih bagus
+LCD 95% tinggal ganti screen protector aja,balik lagi 100%
+Banyak banget suported aplikasinya
+Enak buat baca ebook

Alasan jual
?Udah punya laptop

Kelengkapan komplit benget
+Dus(Busa nya dah ilang)
+Cradle original
+MP3 controller
+Chargeran original toshiba
+Leather softcase bawaan(kondisi 80%)
+stylus
+CD driver original

Sesuai dengan harga di kaskus, pengen saya jual 500.000 aja.

Kontak 081316346463

Lokasi Kampus UNJ rawamangun jakarta timur

Last Note for PPL

Wah sudah cukup lama juga tidak bertemu yah. Bukan lupa loh, tapi ada cukup banyak hal yang benar-benar harus dikerjakan pada bulan-bulan lalu. Ini mungkin semacam catatan akhir dari PPL yang saya jalani hampir selam 4 bulan di SMKN 26.  Ini saya dedikasikan khususnya untuk kelas 2 TKJ (dulu kelas 1 TKJ, pada naik kelas semua kan?).

Hal terakhir yang menjadi bahan evaluasi setelah kegiatan training how to teach (PPL) kemarin adalah angket yang sempat saya sebar. Terima kasih sekali sangat membangun semua kritik dan masukannya, walaupun agak tajam juga. Semoga bisa membuat saya lebih baik dari sebelumnya. Sebab kritik dan masukan yang tepatlah yang bisa mengembangkan kita.

Oh ya, setelah PPL kemarin saya sempat mengikuti beberapa kegiatan. Pertama, sekitar akhir juli saya ke Bandar Lampung untuk mengikuti Lomba Aplied Programming Contest for Problem Solving di Universitas Lampung, Bandar Lampung, mewakili UNJ. Sayang sekali, mungkin karena persiapan yang kurang mantap saya masih juga belum bisa menang. Padahal peluangnya cukup besar. Mengobati rasa kekalahan tersebut, saya mengikuti acara dadakan (tidak saya rencanakan sebelumnya) lomba hacking di Bandar Lampung juga. Strorynya di sini. Keren loh pengalamannya meskipun lagi, kalah.

Setelah kalah di lomba hacking Bandar Lampung, saya langsung bertekad untuk ikut yang di Jakarta. Storynya di sini. Peluangnya padahal jauh lebih besar. Namun belum diijinkan juga untuk menang. Terakhir sih tadi baru saja membuka pengumuman untuk kontes terakhir yang saya sudah kirimi proposal. Cuma sayang hanya masuk 10 besar. Padahal jika lolos 5 besar saya bisa masuk final. Storynya di sini.

Bosen yah, gak papa kan lagi pengen curhat aja ke my brother and sister di sana. Kalau sekarang sih sedang mempersiapkan proposal untuk research program ke luar negeri gitu. Minta doanya aja. Oh ya, saya gak jadi lulus semester 8 ini ternyata (wisuda bulan september) tapi saya tunda hingga Maret 2008. Ada beberapa hal yang masih harus saya kerjakan di kampus.

Oke, itu sedikit curhat. Berikut ini mungkin ada sedikit wejangan, alah, yah masukan gitu kalau nggak mau dibilang sebagai nasehat. Sekarang kalian sudah kelas 2 kan ya? Tentunya tantangan belajarnya juga agak sedikit lebih berat. Meskipun tidak selalu sempurna, saya harap kalian bisa tetap menghormati guru-guru di sekolah bagaimana adanya. Selain itu harus proaktif juga mencari sumber-sumber belajar lain. Diskusi dengan teman, beli buku atau yang paling gampang cari bahan di Internet.

Kelas 2 ini kan sudah belajar jaringan ya? Topik yang agak berat memang, tapi sangat mungkin untuk dikuasai. Saran saya, pertama pahami betul konsep dasar jaringan secara umum, pahami konsep IP address, sebab ini sangat mendasar, kalau perlu belajar juga ipv6 addressing, meski belum terlalu meluas dipakai, ini akan menjadi standar di masa depan. Nah untuk masalah sistem operasi, saya sangat menganjurkan pelajarilah secara mendalam salah satu varian Unix (linux). Kuasai dengan semaksimal mungkin, jika ini sudah dicapai langkah akan menjadi lebih mudah nantinya. Bicara jaringan sangat erat dengan dunia Linux. Sebagian besar infrastruktur internet dibangun oleh si Pinguin ini. Bukan berarti windows jelek, tapi ada banyak kemudahan yang ditawarkan linux, meski untuk ke sana kita harus mau bersusah-susah dulu. Kalau kesulitan memperoleh distro Linux, kalian mendapat dengan mudah, salah satunya dari majalah infolinux yang terbit setiap bulan. Harganya memang 30.000 tapi sesuai dengan isinya. Lalu topik yang sekarang hangat mungkin seputar wireless networking. Jadi sebelum diajarkan akan lebih baik bisa mencari-cari bahan duluan.

Nah nanti kalau punya cukup uang, syukur-syukur bisa ikutan sertifikasi di Cisco. Ilmunya dan bekalnya sangat bermanfaat meski harus dibayar dengan harga yang agak mahal. Dan yang tidak terlupa juga, untuk yang masih belum punya komputer di rumah, mulai nabung lah. Agak sulit berkembang jika tidak punya perangkat tersebut secara pribadi. Sekarang harganya semakin turun kok. Syukur-syukur bisa langsung beli laptop.

Pokoknya manfaatkan betul masa-masa belajar di sekolah. Jangan menyia-nyiakan waktu. Kalau bisa aktif di organisasi. Ikut olahraga, jangan stagnan lah. Proaktif. Hal utama lain yang mungkin jadi saran terakhir kali ini, jadilah manusia yang punya cita-cita. Mumpung kalian masih cukup muda, deskripsikanlah  segala keinginan kalian untuk masa depan. Tuliskanlah, tempel di kamar, dan tuliskan juga langkah-langkah untuk merealisasikannya. Jangan menjadi orang yang terombang-ambing tidak punya tujuan. Hidup terlalu berharga untuk disia-siakan seperti itu.

Mungkin hanya itu untuk kali ini. Saya yakin masih ada banyak kesempatan untuk kita bisa bertemu. Kontak aja kalau ada hal yang ingin didiskusikan atau dishare. Yang di atas Cuma curahan pemikiran saya saja. Boleh diterima, boleh tidak.

 

Lulus Kuliah????

 

Sebuah idelisme yang menggebu-gebu pun ternyata harus selalu siap terkalahkan. Pada awalnya ada hasrat yang menggebu-gebu sekali untuk bisa menuntaskan kuliah tepat 8 semester. Ada berapa alasan untuk cita-cita tersebut. Pertama kelulusan cepat untuk anak teknik (meski teknik jadi-jadian) adalah sebuah prestasi. Kedua kelulusan cepat berarti menghemat biaya. Tapi cita-cita panjang tersebut harus kalah oleh beberapa hambatan yang cukup kompleks dan idealisme yang lain!

 

Hambatan kompleks yang saya hadapi adalah bahwa semester 8 kemarin merupakan semester terpadat yang pernah saya hadapai. PPL sangat menguras tenaga. PKL tidak semudah yang saya kira. Manajemen waktu saya menjadi sangat berantakan. Barulah kesadaran pun tiba menjelang batas akhir pengumpulan skripsi bahwa saya bekerja terlalu lambat. Meski sudah start sejak februari, finishnya tidak bisa terlalu manis bila dipaksakan semester 8 ini. Sebetulnya likelihood (posibilities) masih sangat besar jika saya memaksa untuk lulus sekarang. Namun tiba-tiba saja hadir idealisme lain yang menguatkan pemikiran bahwa saya harus menunda kelulusan hingga maret 2008. Apakah idealisme tersebut? Uraiannya pada paragraf berikut.

 

Pendidikan adalah hal yang sangat mengagumkan. Dia adalah pilar penting bagi kehidupan. Pendidikan bukanlah tujuan, tapi proses tidak berkesudahan. Inilah idelisme pertamanya. Jika saya menggebu-gebu lulus semester ini saya berpikir malah menjadi orang yang menghiraukan proses. Kemudian ada beberapa hal yang masih belum saya capai juga. Prestasi. Harus disyukuri, 4 tahun terakhir kuliah tidak saya sia-siakan dengan kehambaran. Saya sempat mengikuti beberapa ajang, dan memijakan kaki di beberapa bagian dari bumi Indonesia. Meski sudah cukup membanggakan, saya masih merasa kurang kegemilangan. Ini yang ingin saya capai dalam satu semester perpanjangan ini. Saya ingin bisa menelurkan prestasi yang benar-benar membanggakan. Entah itu dalam kontes, lomba atau seminar penulisan dan sebagainya. Salah satu yang tengah saya siapkan adalah mencoba untuk berpartisipasi dalam API Fellowship program 2008. Research program mengenai beberapa bidang sosial yang dapat memberikan kemungkinan dalam melihat wawasan dan wilayah baru untuk khasanah pemikiran saya. Saya juga akan mencoba memposting proposal untuk Indosat wireless inovation contest 2007 sebelum oktober ini.

 

Idealisme lainnya, sejak lama saya punya keinginan kuat untuk langsung meneruskan studi paska sarjana. Ke luar negeri tentunya. Mungkin berkesan pragmatis dan dangkal. Tapi dari sinilah wawasan dan pengalaman akan lebih terasah. Tentunya juga melalui beasiswa. Dengan satu semester perpanjangan ini saya berharap dapat memanfaatkan waktu untuk mengumpulkan informasi dan hal-hal yang dibutuhkan untuk capaian tersebut.

 

Intinya saya menganggap saya belum mencapai hal-hal yang seharusnya sudah saya peroleh. Sehingga saya berpikir, jika memaksakan lulus pada semester ini justru ada kesia-siaan dan penyesalan yang akan datang. Bagaimanapun, bicara masalah studi jika memungkinkan tentunya pemanfaatan waktu dengan kelulusan yang cepat adalah hal yang ideal. Tapi terkadang banyak juga hal lain yang harus dipertimbangkan. Tentu saja saya harus benar-benar mencapai targetan dan idealisme yang saya idamkan tersebut dalam satu semester ini. Bila tidak justru malah menjadi kesia-siaan dan penyesalan yang sepuluh kali lipat lebih besar.