Pindah Kantor

Barusan bos menelpon. Sekitar minggu-minggu ini ternyata kantor kami di Hang Jebat Kebayoran akan dipindah ke Kalibata. Wah, agak males nih. Dari segi jarak sih agak lebih dekat. Tapi dari segi transportasi umumnya sepertinya tidak senyaman ke Blok M seperti saat ini. Let’s see later aja deh. Kalo memungkinkan paling-paling pun bawa motor setiap hari.

Barusan habis lunch. Lagi makan agak mewah. Sate ayam sama es jeruk. Cash out 16.000. Ya sesekali menikmati kehidupan. Asal jangan terus-terusan aja.

Panduan Gaji Indonesia 2008

Halo, kembali lagi nih.

Mau berbagi sedikit, hasil selancar-selancar di internet kemarin. Saya mendapat Panduan Gaji Indonesia 2008 dari Kelly Services. Bisa menjadi panduan untuk fresh graduate yang sedang dalam proses mencari kerja. Bisa menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas dan kemampuan diri bagi yang sudah bekerja. Meski pun tentunya kebahagiaan seseorang tidak sepenuhnya dapat diukur dari penghasilan yang dimiliki. Meski juga, penghasilan tetap menjadi faktor dominan untuk kebahagiaan kebanyakan orang.

Menolak Job Offer

Tentang menolak tawaran kerja.

Pekerjaan di jaman sekarang ini sulit dicari. Masih rasionalkah menolak pekerjaan di kondisi saat ini?

Lulus kuliah adalah sebuah pencapaian besar. Dari momen itulah kemudian akhirnya kita bisa melihat dunia yang sebenarnya. Dunia penghidupan dengan segala pergulatannya. Mencari nafkah, menghasilkan uang untuk membangun rencana di masa depan.

Setelah surat lamaran kerja ditebar, tidak lama undangan untuk wawancara dan tes pun akan berdatangan. Bila kita memang memiliki kualifikasi yang bagus, tahapan job offer (tawaran kerja) hinggga penandatanganan kontrak bukanlah hal yang terlalu sulit untuk dicapai. Disini adalah momen yang agak mendebarkan. Wawancara mungkin mendebarkan, tapi semakin sering saya melakukannya, saya merasa sudah terbiasa dan menjadi merasa biasa-biasa saja. Sementara job offer dan penandatanganan kontrak adalah hal yang lain. Di job offer kita diberi pilihan untuk menerima atau menolak tawaran yang diberikan. Meski agak aneh bila kita menolak tawaran yang pada tahapan awalnya kita mengusahakan mati-matian.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat tawaran kerja. Orang kebanyakan akan merujuk pada masalah gaji. Tidak salah, namun nampaknya tidak semua hal dapat dihargai dengan uang. Mari kita sebut saja pengalaman dan ilmu. Hal lain yang harus diperhatikan pada saat job offer dapat dimulai dari lingkungan kerja, jam kantor dan pakaian. Lah kok kayak gitu, sepertinya aneh banget? Memang itulah yang ada di pikiran saya.

Pertama lingkungan kerja. Ini terdiri dari beberapa hal. Pertama suasana kantor, orang-orang yang ada di sekitar kita, bos, partner. Mungkin sebagai calon pegawai baru kita tidak bisa mendapat informasi lengkap mengenai kondisi ini. Tapi setidaknya usahakan bisa mendapat gambaran mendasar.

Kedua jam kantor. Pada umumnya jam kerja memiliki patokan baku yang umum. Sembilan jam perhari 5 hari seminggu. Dalam masa tersebut kita benar-benar harus enjoy dalam bekerja. Sebuah siksaaan yang teramat berat bila kita tidak dapat menikmati kondisi itu. Jadi jika jam kerja dari kantor agak sedikit keluar dari patokan tersebut harus dijadikan pertimbangan juga. Misal. meskipun gaji besar namun harus bekerja 7 hari seminggu bukanlah pilihan yang terlalu enak. Demikian juga bila harus bekerja lebih dari 9 jam perhari.

Ketiga adalah pakaian kerja. Tidak terlalu penting tapi tetap menjadi preferensi yang terkadang saya pikirkan. Sejak dulu saya senang melihat gaya-gaya pakaian kerja orang teknik di perusahaan tertentu. Bebas, celana jeans, kemeja, sepatu boot. Keren. Namun saya juga senang melihat style eksekutif-eksekutif muda yang terlihat sangat gaya dengan tampilan fashion mereka. Kebanyakan orang Jakarta juga pernah terkesan dengan kerennya seragam Trans TV. Untuki pekerja perempuan, saya pikir bila kantor mengharuskan anda berpakaian yang tidak sesuai dengan nilai personal anda, itu pun harus benar-benar menjadi bahan pertimbangan. Lebih baik tidak usah kerja dari pada kerja namun katakanlah harus berpakaian mini dan pamer aurat.

Itu adalah beberapa pertimbangan yang memang agak kurang penting berkaitan dengan proses job offer. Hal penting lainnya sebenarnya jadilah diri yang selalu memiliki kualitas unggul. Banyak skill, punya kapabiltas mendalam, kepribadian yang baik dan daya pikir yang jenius. Saya sakin pribadi semacam ini tidak perlu susah-susah “mencari”. Orang-orang seperti itu akan dicari. Bila kita sudah sampai tahapan seperti itu, menolak job offer pun tidak perlu terlalu menjadi beban, sebab masih banyak tempat membutuhkan kita (tanpa harus sombong tentunya).

Intinya dalam memilih sesuatu pilihlah yang paling sesuai kata hati kita. Bukan hal yang baik juga bila kita melakukan sesuai dengan hati kita.Apa pun pilihan yang akhirnya diambil, baik menerima tawaran kerja meski gajinya agak kurang, tempatnya agak jauh, atau menolak tawaran kerja karena kita yakin bahwa dengan kapabilitas kita, nikmati pilihan itu. Jangan jadikan beban dan biarlah hidup mengalir dengan tetap merencana. Tidak ada satu mahkluk hidup pun yang luput dari ketetapan yang Di Atas. Rejeki pun tidak akan pernah lari ke orang lain. Jadilah insan yang tegas dalam memilih sambil tidak pernah berhenti berikhtiar.

Tes di Mitrais

Sabtu kemarin aku tes kerja di Mitrais di Plaza Kuningan Rasuna Said. Adapun Mitrais adalah sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak yang berkantor pusat di Bali. Perangkat lunak yang dikembangkan kebanyakan diimplementasikan di bidang medical dan hospitality serta mining solution. Tentu saja lingkup kerja Mitrais sangat GUE BANGET. Sejak dulu memang bercita-cita untuk bisa kerja di sebuah perusahaan software besar, belajar banyak hal dan berinteraksi dengan orang. Mitrais nampaknya mampu menawarkan hal-hal itu. PElamar yang lulus seleksi akan menjalankan induction program yang berisi pelatihan intensif selama 3 bulan mengenai aktivitas pemrograman di mitrais, mulai dari metodologi yang digunakan, bahasa, managemen proyek dan segala ilmu-ilmu lain yang pasti akan sangat berharga. I love learn so much! Bukan sekedar berhenti di pelatihan teknis, Mitrais juga menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi seorang software engineer (posisi yang ditawarkan saat ini). Presentasi tentunya harus jago dan Bahasa Inggris mutlak harus lancar, karena kebanyakan klien Mitrais ada di luar negeri. Siapa tahu kalau saya diterima kelak, bisa jalan-jalan (baca: bertemu klien) ke Afrika Selatan atau setidaknya Australia. Ha… ha.. ha… Isn’t relity started from dream and imagination? Satu hal lagi, Seperti yang telah disebutkan tadi, Mitrais berkantor pusat di Bali. Artinya, saya akan kerja di Bali nanti. Walaupun belum pernah ke sana, tapi nampaknya Bali akan menjadi tempat kerja yang menyenangkan. Apalagi saat presentasi company profile dan why work with Mitrais, HRD vice presidentnya (kalau tidak salah) cukup membuat ngiler saya saat menceritakan nuansa kerja di sana yang ia katakan sangat menyenangkan.

Oke itu ekpektasi dan selayang pandang tentang Mitrais. Lalu seperti apa tesnya kemarin? Ternyata bukan psikotes tapi tes teknikal seputar programming yang sekali lagi, GUE BANGET. Alhamdulillah, ketika membuka booklet pertanyaan, sebagian besar pertanyaan cukup familiar di otak saya jadi tidak ada yang totally blank. Namun agak kaget juga, tesnya soal essay, jadi tidak bisa tebak-tebakan memilih opsi, harus benar-benar berpikir dan menguraikan jawabannya. Asemoga saja korektornya nanti cukup sabar membaca tulisan saya yang seperti cakar bebek. Waktu pengerjaannya cukup lama, 2 jam. Itu pun masih ditambah bonus waktu jadi hampir 2 jam setengah. Materi-materi tesnya seputar matematika, logika, algoritma pseudo-code, .NET dan Java (plih salah satu) dan terkakhir database. Dari kesemu soal saya agak kesulitan dengan soal logika memindah-mindah air menggunakan galon. Jika ingat film Die Hard 3, di salah satu scene Bruce Willis (as John McKane kalau tidak salah), harus menjinakan bom koper di sebuh taman ramai. Di koper tersebut terdapat semacam timbangan yang berfungsi menonaktifkan bom. Bom hanya akan mati bila di atas timbangan diletakan bobot yang tepat tidak kurang tidak lebih. Bom akan meledak bila waktu habis atau bila bobot yang diletakan di atas timbangan tidak tepat. Bobot yang digunakan adalah air, karena bom disimpat dekat air mancur taman. McKane hanya dibekali beberapa galon air berbeda kapasitas. McKane harus berpikir keras untuk memindah-mindahkan air dalam diantara gallon agar dapat menemukan kapasitas yang tepat. Tentu saja ia tidak bisa mengira-ngira.

Nah kalau di tes kemarin kira-kira gambaran kasusnya seperti ini. Lihat gambar, ada 4 buah galon dengan kapasitas seperti tertulis. Pada kondisi awal, galon A terisi penuh 21L. Tugas kita adalah membuat galon B dan galon C terisi air masing-masing 7L. Air hanya boleh dipindah-pindahkan di antara ke empat galon tersebut. Dan tidak ada istilah kira-kira, harus pas secara logika. Soal itu semakin membuat saya cinta pada logika, pemrograman dan matematika meski kemarin sangat kesulitan mengerjakannya.

Gambarnya nyusul 🙂

Ada yang terlupa juga, hal lain yang menarik dari kerja di Mitrais adalah sistem grade (perpangkatan) bukan ditentukan dari senioritas atau lama pengabdian, namun justru pada tingkat kompetensi pegawai. Tingkat kompetensi ini ditentukan melalui tes yang rutin diadakan sekitar 2 kali setahun. Sangat menarik. Tidak tahu kenapa, sejak berangkat tes kemarin saya merasa sangat yakin bisa lolos dan kerja di sana (sebetulnya sih mau menerapkan law of attraction-nya Rhinda Bryne). Its mean sebelum 30 Juni 2008 Insya Allah akau berangkat ke Bali. Naik Garuda dan dapat akomodasi gratis di hotel selama seminggu. He… he… he… Sekali lagi reality is started from dream, imagination and willing. Wish me luck and I have to luck.

Psikotes Chevron

Hari ini saya mengikuti psikotes Chevron di FE UI Depok. Sejak jam 4 pagi saya sudah meluncur dari rumah menuju Depok, karena jadwal psikotes dimulai jam 7 pagi. Maklum, rumahnya di ujung Indonesia. 🙂

Barangkali, menjadi mimpi banyak orang untuk bia mendapatkan pekerjaan layak dan penghasilan yang cukup. Chevron nampaknya menawarkan hal tersebut. Bidang bisnis utama di seputar energi minyak, membuat Chevron mejadi sebuah perusahaan yang sangat besar dengan tingkat keuntungan yang besar pula. Sipaa coba yang tidak mau kerja di perusaaan semacam itu? Jaminan karyawan tetap, fasilitas melimpah dan jenjang karir yang cerah. Oleh karena itu, persaingannya pun cukup ramai. Tadi pagi saja di sesi pertama, mungkin ada sekitar 100 orang. Itu belum termausk sesi siang dan sesi tanggal 6 Mei serta tanggal 8 Mei. Belum lagi sesi tes di kota selain Jakarta. Persaingan ketat.

Tes dimulai sekitar Jam 8.15 setelah disampaikan selayang pandang seputar Chevron secara singkat. Sangat menggiurkan. Cukup membuat pegal juga psikotes. Soalnya sangat banyak dan waktunya sangat cepat. Yang menarik ada di sesi dua. Nama tesnya Pauli Tes. Peserta dibagikan kertas besar (mungkin ukuran A1) yang berisi penuh dengan angka-angka. Peserta diminta menjumahkan setiap dua angka dan mengisi diantara 2 angka yang lain. Memang cukup memusingkan, tapi saya menikmatinya. BUktinya saat peserta lain hanya bisa mengis satu lembar, saya bisa sampai di lembar kedua.

Tinggal tunggu hasil tesnya deh. Masa depan memang ditentukan Allah Swt. Tapi manusia berkewajiban untuk berikhtiar mencapai mimpi-mimpinya. Semoga salah satu mimpi saya masuk Chevron bisa terkabul

2nd Trial Metro TV News Presenter Recruitment

Tadi pagi, saya meluncur ke Bandung. Sebuah ekspektasi dan cita-cita mengiringi niatan perjalan tersebut. Sabtu lalu, saya mengikuti on camera test untuk news preseter Metro TV di Kedoya Jakarta Barat. Kali itu, saya gagal. Tadi pagi, saya penasaran dan mencoba lagi untuk kali kedua. Agak menyakitkan memang, saya gagal lagi.

Pengorbanan yang tidak terlalu mudah namun tidak terlalu dramatis juga. Ba’da shubuh saya langsung meluncur melahap jarak sekitar 150 Km dari Jonggol ke Bandung. Jalurnya bukan jalur yang terlampau menyenangkan pula. Hutan dengan beberapa titik jalan rusak dan mobil-bobil tronton besar yang harus disalip. Pengrobanan yang sia-siakah? Saya pikir tidak.

Kegagalan adalah guru yang baik. Sebagian sukses besar justru diawali dari kegagalan. Dengan kegagalan seseorang bisa melakukan evaluasi. Kegagalan membuat orang lebih mawas diri. Namun tidak jarang juga bila bisa saja satu kegagalan malah membuat orang jatuh dan putus asa. Semoga saja itu bukan saya.

Sebenarnya kegagalan tadi pagi pun sangat logis. Metro TV mencari qualified person. Setelah di tes, saya pun sadar sepenuhnya bahwa kualifikasi saya belum bisa memenuhi kualifikasi yang mereka butuhkan. Memang sekali lagi rasanya sangat tidak nyaman mendapat penolakan. Sebuah semangat membara pun berkobar dalam diri saya untuk bisa memperbaiki ini semua. Saya harus belajar lebih intensif lagi, bekerja keras dengan konsisten dan persisten. Terkadang ada rasa lelah, itu harus dilawan.Serng kali berat melawan kantuk di pagi hari, itu pun harus dikalahkan.

Saat saya dilahirkan, Allah Swt memberikan jatah umur terbatas yang tidak saya ketahui dimana limitnya. Saya hanya berharap dalam setiap tarikan nafas dimana kredit umur saya semakin berkurang, saya bisa memanfaatkan setiap potensi yang melekat dalam diri ini dengan sebaik-baiknya. Mungkin ada cita-cita pragmatis seperti punya mobil bagus atau membeli rumah nyaman. Mungkin juga selalu ada cita-cita transendental untuk bisa masuk surga. Saya harus tetap kuat, dan tidak pernah berhenti untuk berjuang.

Metro TV News Presenter Recruitment Experience

Sabtu 19 April lalu saya mengikuti Metro TV News Presenter Recruitment. Sejak Sabtu pagi saya langsung meluncur dari rumah menuju kedoya Jakarta Barat dimana TV kepunyaan Surya Paloh tersebut berkantor. I love Jakarta on saturday and Sunday. The traffic is so smooth. Jam 8 lebih sedikit pun saya sudah tiba di lokasi. Luar biasa sekali dandanan saya hari itu. Kemeja lengan panjang, celana bahan semi denim, dasi berwarna merah, rompi rajutan dan sepatu pantopel baru. Saking barunya, saya hampir lupa melepas merek harganya.
Proses recruitment dilangsukan di Lobby 3 ruang rapat besar Metro TV. Pada saat saya tiba sudah nampak beberapa peserta lain dengan gaya dan dandanannya masing. Ternyata kebanyakan dari mereka drive 4 wheel vehicles ke sana. Sementara saya, hiks, masih harus bertahan dengan my two wheels vehicles yang dekil seminggu belum sempat dicuci. Jadi nampaknya kebanyakan peserta berasal dari kalangan atas gitu. Terbacalah dari asal-asal kampusnya. Paramadina, Trisakti dan bahkan ada yang dari UTS Sydney. Ternyata juga, kebanyakan partisipan adalah wanita. Laki-lakinya nggak lebih dari sepuluh orang dengan total peserta pada hari itu sekitar 40 orang. Kurang dari seperempat cowok di sarang perawan.

Jadi pada proses recruitment News Presenter tahun 2008 ini, Metro TV melangsungkan dalam beberapa kesempatan. Recruitment dimulai sejak 11-12 April 2008 di Metro TV, 16-17 April di UI Depok, dan kemarin 18-19 April kemabli di Metro TV. Saya datang pada tanggal 19 April kemarin yang merupakan hari terakhir recruitment di Jakarta. Minggu ketiga April recruitment akan dilangsungkan di UnPad Bandung. Jadi untuk yang masih gagal di recruitment awal dan penasaran masih ada kesempatan untuk mencoba lagi.

Persyaratan yang dibawa pada hari cukup simpel. CV, application letter, Foto postcard (saya print sehari sebelumnya di kampus), TEFL minimal 550 dan pakaian rapi seperti yang saya gunakan tadi. Wanita menggunakan blazer (bener gak nulisnya?). Beberapa yang datang juga cukup anggun dengan busana jilbabnya.

Berikut adalah deskripsi teknisnya, siapa tahu ada yang ingin tahu pengalaman mengikuti recruitment. Pada recrutiment tersebut, seleksi dilaksanakan langsung dengan on camera test, berbpura-pura melakukan live report. Peserta dipanggil berdasar nomor urut absen ke dalam ruangan dengan 3 orang juri mengawasi dan menilai. Secara kebetulan saya ada di posisi 1 (kenapa coba saya harus tergesa-gesa mengisi absen duluan). Setelah dipanggil saya pun langsung masuk ke ruangan. Kameramen sudah berdiri di pojok ruangan dengan layar LCD besar di sampingnya. Jadi I can see my self on camera. Saya langsung memperkenalkan diri dalam bahasa inggris dan lasan mengikuti proses recruitment tersebut. Setelah perkenalan, saya pun langsung melakukan live report pura-pura. Namun karena nervous mungkin, ngomongnya agak belepetan. Capek deh… Kurang dari 10 menit saya pun kembali ke luar ruangan. “Ok Jon berapa usianya? dapat dari mana informasi recruitment ini? Oke terima kasih untuk partisipanya.” Kata juri di akhir performansiku berbasa-basi. Hiks, not maksimum performance nih. Sedih. Persipannya kurang. Ketika keluar para partisipan lain langsung mengerubungi, gimana, seperti apa, bla.. bla…

Pada akhirnya pada hari itu, setelah 10 peserta masuk hasil pun langsung ke luar. Jadi, dari 10 peserta pertama yang masuk hanya 2 orang yang lolos ke tahap selanjutnya untuk interview. And my name is not mentioned. Tidak! GLGL nih, Gagal Lagi Gagal Lagi. Wise person say fail is good teacher. But, I bore always teached by failure. Hiks, I have to work harder and fix all my failure from now on. Dengan sedih dan BT, aku pun langsung cabut dari Metro TV. Kalau sempet mungkin nanti main ke Bandung ah, nyoba seklai lagi. Atau barangkali Transcorp buka recruitment. Kata orang-orang, seragam kantor paling keren ya seragam Trans TV. Wish me more luck later.