Solusi Pidgin 2.5.2 tidak bisa terhubung ke Server Yahoo Messenger

Sejak pertengahan Juni kemarin pidgin mengalami masalah untuk terhubung ke server yahoo messenger. Padahal untuk orang yang online 25 jam sehari seperti saya :), aplikasi chat client sangat penting untuk selalu bisa terhubung dengan relasi. Oleh karena saya memakai Linux, saya memakai Pidgin (versi 2.5.2 bawaan dari Ubuntu Intrepid Ibex 8.10 milik saya), aplikasi chat client terbaik. Pidgin bisa terhubung ke banyak protokol chat sekaligus, seperti yahoo, google talk, AIM dan yang terpenting facebook messenger. Dari banyak protokol chat, rekanan saya paling banyak menggunakan yahoo messenger. Jika pidgin tidak bisa terkoneksi ke yahoo tentu ini menjadi gangguan yang tidak menyenangkan.

Protokol yahoo messenger adalah protokol tertutup. Developer pidgin harus melakukan upaya reverse engineering yang baik untuk bisa terhubung ke protokol yahoo. Permasalahan akan terjadi bila pada satu waktu yahoo melakukan perbuhan atau upgrade protokol mereka. Mungkin inilah kira-kira yang menjadi penyebab Pidgin tidak dapat terhubung ke yahoo beberapa hari terakhir.

Menanggapi permasalahan ini beberapa solusi muncul di internet beberapa hari terakhir. Yang pertama adalah menamabah entri 66.163.181.184 scs.msg.yahoo.com di file /etc/hosts. Solusi ini dapat bekerja dengan baik selama kira-kira 3 atau 4 hari. Namun setelah itu pidgin kembali tidak dapat terhubung ke server yahoo chat. Solusi selanjutnya yang sempat beredar adalah mengganti page server di manage account menu yahoo dari scs.msg.yahoo.com menjadi cn.scs.msg.yahoo.com. Nampaknya sukses. Namun kurang dari 5 detik, Pidgin langsung crash.

Apa gunanya post ini bila tidak memberi solusi. Solusi terakhir yang saya dapatkan dan semoga bisa menjadi solusi permanen adalah upgrade versi Pidgin ke versi 2.5.7. Segera meluncur ke http://www.pidgin.im dan download versi terbaru. Untuk distro ubuntu tidak ada pilihan untuk mendownload versi terbaru secara langsung, karena ubuntu hanya akan melakukan upgrade software dalam distribusi hanya karena pertimbangan security. Namun di dowload page pidgin diberikan instruksi detail dan sekarang Pidgin saya telah terupgrade ke versi terbaru dan kembali bisa terhubung ke server yahoo messenger. Semoga saja solusi ini bisa permanen.

Komparasi Jomplangisme Virgin 2: Ini Film Porno Vs Ketika Cinta Bertasbih

Sebuah judul yang sangat aneh ya. Namun sejak kemarin benar-benar gemas ingin menulis topik ini.

Post ini mencoba mengulas singkat 2 film Indonesia terakhir yang sempat saya tonton. Pertama Virgin 2: Ini Film Porno (tau kan tagline sebenarnya), saya tonton malam minggu lalu di Cijantung. Kedua, Ketika Cinta Bertasbih. Baru saja saya liat tadi siang di Cibubur Junction. Dari dua judul tersebut saya harap dapat dipahami kata komparasi dan jomplangisme di atas. 🙂 Karena 2 film tersebut benar-benar jomplang. Absolutely sh*t vs absolutely good.

Kita mulai dengan Virgin 2. Satu-satunya alasan yang membuat saya masuk teater yang memutar film ini adalah paksaan sahabat dekat saya yang penasaran dengan kisah film tersebut. Hitung-hitung ingin melihat seberapa sampah film-film model ini, akhirnya saya ikuti juga ajakan kawan dekat saya tersebut. Setelah keluar teater, ternyata asumsi saya salah. Film itu tidak rusak kok. Namun lebih rusak 1000x dari perkiraan saya. 😀 Ulasan singkat yang cukup tajam namun tajam mengenai mengenai film ini bisa dilihat di sini.

Saya sangat setuju dengan pendapat di blog cebongipiet. Mengajarkan tidak melakukan hal-hal tidak benar, misalnya mengajarkan tidak melakukan pergaulan bebas, free sex dan narkotika melalui tayangan yang justru menunjukan semua hal itu adalah yang sangat klise. Mengajarkan hal yang baik haruslah melalui tayangan yang baik. Mengekspos keburukan justru membuka kepenasaran generasi-generasi yang masih muda untuk mencoba alih-alih untuk menghindari. Oleh karena itu saya ganti tagline Virgin 2: Bukan Film Porno menjadi Virgin 2: Ini Film Porno. Tagline yang sangat tidak mutu dan dilecehkan di banyak forum. Bagaimana tidak, film ini masih sangat banyak menunjukan keseksian tidak jelas dari artis-artis muda malang. Kekerasan, pemerkosaan, pembunuhan, bunuh diri, narkotika dengan inti cerita dan pesan moral yang nol besar. Nilai 1 bintang dari 5 bintang pun tidak sama sekali layak untuk film ini. Nilainya cukup nol besar saja. Jadi untuk para produser film berkocek besar. Sadarlah untuk tidak sekedar mengharap keuntung komersial dengan menghiraukan tujuan ideal dari sebuah karya yang akan ditonton masyarakat. Buatlah film-film berkualitas dengan pesan moral yang baik. Film sukses tidak selalu harus menceritakan tentang sesuatu yang tidak baik. Film dengan konten berbobot pun bisa menjadi sebuah produk yang sukses. Seperti ulasan untuk film berikutnya.

Ketika Cinta Bertasbih adalah karya lain dari Habiburahman El Shirazy yang juga difilmkan setelah film sebelumnya yang sangat sukses Ayat-Ayat Cinta. Di tengah gempuran film-film buruk dengan tema-tema klenik dan atau seks, Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih mampu membuktikan bahwa film bermuatan moral positif pun bisa sukses bila digarap dengan baik.

Secara pribadi saya lebih menyukai Ketika Cinta Bertasbih dibanding Ayat-Ayat Cinta. Ada sangat banyak sentilan-sentilan moral yang mengarahkan namun tidak menggurui. Di tengah-tengah banyak kisah-kisah positif penonton masih sempat dihibur dengan potongan-potongan humor yang lucu namun tidak garing. Beberapa ulasan mungkin banyak membahas masih ada kekurangan-kekurangan dari sisi sinematografi, akting pendukung film yang terlalu kaku dan hal-hal antah berantah lainnya. Namun bagi penonton awam seperti saya, tayangan sekitar 120 menit yang saya saksikan tadi sangat luar biasa. Cukup layak untuk saya nobatkan sebagai film terbaik yang saya tonton di tahun 2009 ini bahkan mengalahkan Star Trek sekalipun. Meski agak pegal juga ketika di akhir film tulisan To Continued sangat membuat gemas. Tinggal kita nantikan saja seperti apa kisah lanjutan film ini. Untuk review detail dari 2 film ini dapat dicari di tempat lain. Post ini hanyalah ungkapan kegemasan mengenai Jomplangisme tayangan-tayangan sebagai corong yang dapat menjadi kandidat ideal untuk dakwah hal-hal kebaikan. Akhir kata, semoga berkenan.