Migrasi Ke Ubuntu

Beberapa hari ini saya sedang berpikir intensif untuk melakukan migrasi sistem operasi total dari Microsoft Windows XP ke GNU/Linux. Sebenarnya sejak 1 tahun terakhir saya sudah melakukan migrasi secara parsial. Di komputer desktop rumah dan laptop saya  masing -masing terinstal  sistem operasi Windows dan Linux secara dual boot. Hanya saja sebulan terakhir  instalasi XP saya terkena viris yang menyebalkan. Ini mungkin peringatan dari Allah karena saya terlalu banyak ngomong “gue nggak install anti virus, komputer gue nggak pernah kena virus…”  Jadilah hancur instalasi  XP saya.  Semua file berekstensi .exe sudah dipastikan hancur. Yang membuat kesal lagi, file html juga ikut diusik.  Beruntung koleh ebook pdf dan chm masih selamat.

Setelah berjuang menghabiskan waktu hampir 1 minggu, Windows XP di desktop dan laptop saya sudah diinstall ulang. Tapi masih agak paranoid juga. Was-was terus takut viris-virus nakal itu masih bersembunyi di direktori-direktori terdalam partisi Windows. Tau sendiri kan, menscan menggunakan antivirus jarang menyelesaikan masalah. Pada banyak kondisi instalasi ulang adalah solusi terbaik meski sangat membuang waktu.

Jad mengapa tidak migrasi full ke Linux? Di desktop sudah saya install Linux Kate OS, distro asal Polandia turunan Slackware. Awalnya ingin saya install Ubuntu seperti laptop, tapi nampaknya hardware desktop tidak akan kuat. Ramnya cuma 256 MB. Software-software ubuntu di laptop sudah sangat memadai untuk pekerjaan sehari-hari. Bahkan sebagian besar aktivitas berkomputer saya saat ini  dihabiskan di Ubuntu. Tapi ada beberapa elemen di Windows yang tidak dapat saya tinggalkan. Pertama adalah masalah printer. Canon IP 1600 saya belum berhasil dikonfigurasi untuk bekerja dengan Linux. Kedua TV tuner di desktop juga tidak menyediakan driver untuk Linux. Ketiga, saya masih belum bisa menggantikan posisi Microsoft Word dengan Open Office Org Writer. Open Office nampaknya masih memerlukan banyak pengembangan mendalam. Keempat, meskipun saya bukan tipikal computer gamer, banyak orang bilang Windows adalah gunang game yang masih lama untuk bisa tersaingi Linux. Jadi?  saya masih perlu waktu untuk melakukan migrasi penuh ke Linux. Tapi untuk sebuah sistem operasi yang gratis Linux adalah segalanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s