Semalam di Bergen

Jika tidak diajak oleh teman istri saya, mungkin saya tidak tahu kalau ada kota cantik di ujung barat Norwegia. Si cantik itu bernama Bergen, kota terbesar kedua di Norwegia. Selain kotanya sendiri yang memang indah, perjalanan menuju ke sini pun sangat mengesankan. Sayangnya karena Norwegia mahal, saya belum bisa berlama-lama di Bergen kali ini.

8 Februari 2014

Kereta tiba di Bergen sesuai jadwal sebelum jam 3 sore. Bergen nampak merupakan kota yang ramai. Menurut informasi yang saya baca ini adalah kota terbesar kedua di Norwegia setelah Oslo. Setelah turun kereta kami langsung menuju ke loker di stasiun untuk mengambil kunci apartemen yang telah kami booking melalui airbnb. Pemilik apartemen meninggalkan kunci di loker stasiun karena ia sedang keluar kota dan tidak bisa menemui kami secara langsung. Setelah mengambil kunci apartemen kami berjalan menuju kantor turis yang ada di area fish market. Pilihan angkutan umum di Bergen ada tram dan bus. Di kantor turis kami memutuskan membeli Bergen pass seharga 180 NOK yang memungkinkan kami gratis menggunakan transportasi publik dan juga akses gratis ke beberapa atraksi turisme.

Bergen City Center

Dari kantor turis kami ke supermarket untuk membeli bahan-bahan masakan. Kami bisa memasak karena menyewa satu unit apartemen. Harga sewa apartement semalam adalah 84 Euro namun ditempati oleh 4 orang sehingga bisa dianggap ekonomis. Apalagi saya pun sempat mencuci baju saat malam harinya. Kami pun bisa bebas memasak yang cukup menghemat pengeluaran dibanding harus makan di restoran.

Dari supermarket kami langsung menuju bus stop. Di halte ada timetable bus yang akurasinya dapat dipercaya. Sesuai dengan waktu yang dicantumkan, akhirnya bus yang kami tunggu datang. Kami pun naik hingga beberapa stop menuju apartemen yang sudah kami booking.

Lokasi apartemen ternyata tidak jauh dari pusat kota. Sebenarnya jika mau jarak tersebut bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Namun kontur jalannya menanjak dan kami membawa banyak barang. Turun dari bus kami langsung berjalan ke arah alamat yang sudah kami catat. Sistem alamat di sini sangat jelas, sehingga tanpa kesulitan yang berarti kami bisa menemukan apartemen yang kami cari dengan mudah.

Sesampai di apartemen yang sebagian besar materialnya dari kayu, kami masuk melalui pintu utama menggunakan kunci yang sudah kami ambil di stasiun tadi. Setelah masuk tanpa masalah, kini masalah menghadang. Di dalam pintu utama tadi ada beberapa pintu di beberapa lantai. Di lantai 1, 2 dan 3 masing-masing ada 1 pintu. Alamat yang kami miliki tidak mengindikasikan mana apartemen yang kami tuju. Kami mulai dari lantai 2 dan lantai 3, karena nampaknya pintu di lantai 1 tidak seperti ruang apartemen. Dua pintu di lantai 2 dan 3 tidak berhasil kami buka dengan kunci yang kami punya. Bahkan kami naik turun beberapa kali ke lantai 3 untuk mencoba beberapa kali hingga konyolnya tiba-tiba seseorang keluar dari pintu di lantai 3 yang pastinya karena terganggu kami berulang kali mencoba anak kunci yang tidak pas ke rumah orang. Saya pun meminta maaf dan menjelaskan bahwa kami mencari alamat di apartemen tersebut dan tidak yakin pintu mana yang benar. Beruntungnya, alih-alih marah orang tersebut memaklumi dan menjelaskan bahwa alamat yang kami punya benar ada di gedung tersebut namun yang pasti bukan di lantai 3. Setelah meminta maaf kesekian kali kami turun lagi ke lantai 2 dan kemudian ke lantai 1 untuk menyadari bahwa ternyata ada satu pintu lagi di lantai 1 tersebut yang tidak kami sadari sebelumnya. Benar saja setelah kami coba buka menggunakan kunci, pintu sukses terbuka.

Malam itu kami habiskan waktu ngobrol-ngobrol dengan dua teman istri saya dan diselingi dengan makan malam. Fasilitas di apartemen sangat lengkap. Satu kamar tidur untuk istri saya dan seorang teman perempuan sementara saya dan teman istri saya yang laki-laki tidur di sofa bed ruang tengah. Di bagian belakang ada dapur yang punya fasilitas lengkap dan kamar mandi yang cukup bersih. Hanya saja, semenjak datang saya penasaran tidak menemukan mesin cuci, padahal fasilitas mesin cuci dicantumkan di listing airbnb. Saya sudah bolak-balik ke dapur dan kamar mandi, namun tidak menemukan keberadaan mesin cuci. Saya dan Indri butuh mesin cuci, sebab setelah satu mingguan kami di jalan, stok baju bersih sudah menipis. Saya bahkan juga mencoba keluar rumah melalui pintu di dapur yang mengarah ke halaman belakang. Ada satu gudang di luar rumah namun tak ada juga mesin cuci di sana. Akhirnya saya hampir menyerah.

Di Depan Apartemen Sewaan

Kucing Bergen

Beberapa jam kemudian, kepenasaran saya belum terhentikan. Kembali saya keluar pintu belakang dan ketika saya perhatikan lebih ada pintu ke arah basement. Di luar sangat gelap dan sejujurnya agak sedikit horor. Saya memberanikan diri untuk keluar dan turun berbekal penerangan dari display handphone. Sesampai di pintu basement yang terkunci, saya mencoba membuka menggunakan kunci yang saya punya dan berhasil. Dari cerita host apartemen, Norwegia menggunakan sistem satu kunci untuk rumah. Satu kunci bisa digunakan untuk membuka pintu luar apartemen, pintu unit apartemen, pintu halaman belakang dan kini saya temukan termasuk membuka pintu basement. Setelah pintu di buka ruangan gelap gulita. Sambil meraba-raba saya akhirnya menemukan saklar lampu dan setelah dinyalakan, tampaklah 4 mesin cuci dan 2 drier di sana. Nampaknya ini adalah ruang cuci bersama untuk semua tenan di apartemen tersebut. Malam itu pun saya langsung mencuci baju.

9 Februari 2014

Kami keluar rumah sekitar pukul 10 setelah sarapan pagi. Dua orang teman istri saya memutuskan untuk sekaligus membawa tas besar mereka dan sore hari langsung menuju bandara tanpa perlu pulang ke rumah lagi. Sementara saya dan Indri memilih untuk kembali lagi ke apartemen sebelum ke bandara, sebab penerbangan kami ke Stockholm agak larut malam.

Bryggen

Tujuan pertama eksplorasi pagi itu adalah Bryggen. Bryggen adalah deretan bangunan tua Norwegia yang sebagian besar digunakan sebagai toko. Bryggen masuk ke dalam UNESCO world cultural heritage list. Saya dan Indri membeli souvenir di salah satu toko di sini. Magnet kulkas yang harganya mencapai 7 Euro satu biji!

Setelah itu kami pergi ke Floibanen, funicular train ke plateu Floyen. Dengan Bergen pass kami bisa naik funicular train gratis. Kereta menanjak cukup curam dan memakan waktu sekitar 10 menit dari bawah hingga ke puncak. Di Floyen kita bisa melihat pemandangan Bergen dari atas.

Floibanen

Dari Floibanen, berikutnya kami pergi ke Bergen Science Center yang bernama Vilvite. Dari pusat kota cukup satu kali naik tram. Vilvite sebenarnya lebih cocok didatangi oleh anak-anak karena di tempat ini banyak alat-alat peragaan edukasi sains. Dari Vilvite 2 teman Indri langsung berangkat ke bandara. Awalnya saya dan Indri berencana pergi ke akurium, namun menimbang waktu yang mepet kami hanya berjalan-jalan di pusat kota dan mampir sejenak di University of Bergen. Dari sana langsung kembali ke apartemen dan packing.

University of Bergen

Selesai shalat Maghrib dan Isya kami pun bersiap keluar dari apartemen. Lucunya kami berpapasan dengan host apartemen kami di pintu. Ternyata ia baru saja pulang dari main ski. Setelah pamit dan menyerahkan kunci yang tadinya mau kami masukan ke mailbox, kami berjalan turun ke pusat kota. Sore tadi kami menemukan bahwa bus ke bandara memiliki stop di Radisson Blu Hotel yang bersebelahan dengan Bryggen yang artinya sangat dekat dengan apartemen kami. Ada dua vendor bus airport dan kami menggunakan flybussen. Harga tiketnya 90 NOK. Perjalanan ke bandara memakan waktu sekitar 30 menit.

Danau di Bergen City Center

Self Checkin di Bergen Airport

Self Baggage Drop

Sesampai bandara kami langsung masuk ke terminal yang tidak terlalu besar. Di dalamnya nyaris tidak ada konter maskapai yang dijaga petugas. Yang terlihat hanya mesin checkin dan automatic bagage drop. Setelah menaruh bagasi kami pun hanya duduk-duduk sambil menunggu perjalan berikutnya menuju Stockholm.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s