Bacpacking Plan

Hal yang pertama ingin gue lakukan setelah wisuda adalah travelling dari sabang sampai denpasar!

Melepaskan beban, melihat dunia dan mencari inspirasi. Sejak dulu ingin banget jalan-jalan ke banyak tempat. Bukankah bertualang pun menjadi salah satu kegiatan yang dianjurkan orang-orang alim? Dengan bertualang dan berkelana kita bisa melihat keadaan dunia, kondisi orang-orang dan yang terpenting dari itu semua, kita bisa melihat kebesaran Allah swt.

Misinya seperti yang tertulis di baris pertama di atas. Backpacking dari Sabang sampai Denpasar. Mimpi terbesarnya sih keliling dunia. Tapi untuk kali ini yang tadi dulu dilakoni. Setelah misi pertama ini, pengen mengarungi Kalimantan, Sulawesi, Ternate dan Maluku, Papua dan Nusa Tenggara. Nanti di lain waktu pengen juga ke Bangka Belitung dan Nias juga serta kepulauan Mentawai yang atanya eksotis. Setelah keliling Indonesia, pengen coba keliling Eropa. Di sana backpacking sudah menjadi budaya. Jutaan tempat hebat siap untuk dikunjungi. Dari Eropa kemudian merambah ke Afrika. Setelah Afrika akan kucoba mengarungi Amerika dari Alaska hingga Argentina. Dari Amerika langsung ke Australia dari Tasmania di selatan hingga Darwin di Utara. Baru dari sana kembali ke Asia mulai dari RRC, Korea, Timur Tengah, India di Asia Selatan, Asia Tenggara dan yang terpenting ke kepulauan Jepang.

Bukan misi yang sebentar. Tapi bukankah banyak hal bermula dari mimpi?

Yang paling nyata dulu seperti yang terucap di atas. Setelah aku lulus bulan Maret 2008 ini (harus tercapai dan Insya Allah tercapai) pengen banget mengarungi Jawa dan Sumatera dulu. Dari Sabang sampai Denpasar. Tujuannya ada tiga hal. Pertama, melihat kebesaran Allah swt, kedua silaturahmi dengan kawan-kawan dan ketiga mencari inspirasi untuk melanjutkan kehidupan pasca kuliah.

Melihat kebesaran Allah swt. Mungkin terdengar klise. Tapi akan terasa kebenarannya ketika di jalani. Melihat alam Indonesia yang indah. Pantai, laut, gunung dan udara. Melihat beragam orang yang meski sesama Indonesia pasti memiliki karakter uniknya masing-masing. Melihat budaya masyarakat, mengunjungi masjid raya di kota-kota mereka, melihat kampus-kampus di tempat-tempat mereka.

Kedua adalah silaturahmi dengan kawan-kawan. Salah satu momen terhebat yang pernah saya jalani adalah Pelayaran Kebangsaan 2005. Ingin sekali sedari dulu untuk bisa bertemu dengan kawan-kawan di sana di berbagai kota yang tersebar banyak. Melepas rindu dan bertukar pikiran tentang kehidupan. Jangan tentang politik, karena itu memuakkan.

Ketiga mencari inspirasi. Mengunjungi banyak tempat akan membuat orang berpikir mendalam. Berinstrospeksi. Sekedar menyegarkan pikiran. Mencari ilham dan memahami kehidupan sambil merancang hal-hal yang harus dilakukan ke depan. Selesai kuliah adalah akhir dari masa ketergantungan. Harus mulai bisa mengambil tanggung jawab membela keluarga baik secara moral dan finansial. Dari perjalan saya yakin bisa berpikir dan mencari inspirasi kehidupan. Sekedar perencanaan, ide tulisan, ide penelitian untuk pengajuan beasiswa S2, menulis novel, ide software dan yang terpenting ide untuk berwirausaha.

Targetan waktunya sekitar 30 hari. Maksimal adalah 50 hari. Kamera dan catatan perjalanan harian akan menjadi agenda penting dalam hari-hari perjalanan. Perjalanan akan dimulai dari Banda Aceh. Jika tidak memungkinkan barangkali dari Medan menggunakan Pesawat Terbang. Dari Banda Aceh langsung ke bagian utara propinsi ini. Sabang. Melihat dengan mata kepala langsung tempat terujung barat di Indonesia yang sering dinyanyikan dalam salah satu lagu wajib nasional. Setiap kota yang kukunjungi akan pertama kudatangi adalah mesjid di sana. Sholat wajib, shalat sunah memohon perlindungan pada Allah swt, memohon agar dapat menjadi insan yang bisa bersyukur, hidup diridhai oleh-Nya dan menjadi insan yang berguna bagi umat. Dari sabang mencoba sejenak ke Lhoksemawe, salah satu kota lain di Aceh yang sangat sering disebut-sebut orang. Dari Lhoksemawe kembali ke Banda Aceh, mencoba bertemu beberapa kawan dan menelusuri sisa-sisa jejak tsunami tahun 2004 sambil terus beristighfar. Tentunya Masjid Raya Banda Aceh adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan.

Dari Banda Aceh langsung meluncur ke Sumatera Utara. Danau Toba di Parapat dan Medan adalah tujuannya. Berjalan-jalan sejenak di Medan dan menikmati keindahan Danau Toba tadi.

Dari Sumatera Utara, turun ke Sumatera Barat. Padang dan Bukit Tinggi adalah tujuannya. Mengunjungi beberapa saudara dan Bapak kandungku. Melihat beberapa tempat menarik di Padang, Malin Kundang dan Jam Gadang. Mengunjungi kampus-kampus di sana pun tidak boleh ketinggalan. Andalas dan UNP. Dan yang terpenting aku ingin sekali melakukan napak tilas tempat tinggalku dulu. Tentunya juga tidak terlewatkan mengunjungi beberapa teman-teman. Kamera dan catatan perjalan tidak akan terlewatkan.

Dari Sumatera Barat, kemudian aku akan menyusuri Riau, Jambi dan Bengkulu. Di tiga tempat itu aku hanya akan mengunjungi Ibu Kota propinsinya saja.

Lalu turun ke bawah ke Sumatera Selatan. Di sini aku akan ke Palembang dan Martapura. Di palembang mungkin akan menikmati seperti apa sungai Musi dan mencicipi rasanya empek-empek asli Palembang. Dari Palembang turun lagi ke Martapura. Mungkin dengan kereta. Mengunjungi seseorang yang sejak 6 bulan lalu banyak mengusik pikiran ku.

Dari Martapura turun ke Lampung. Aku ingin melihat sebentar Sido Mulyo. Baru dari sana turun ke Bandar Lampung, berkunjung sebentar ke Unila.

Berjalan turun terus Ke Bakaheuni dan kembali ke Merak di Banten. Aku kembali ke rumah dulu sekitar 2 atau 3 hari untuk beristirahat.

Perjalanan selanjutnya adalah langsung menuju Denpasar dengan maskapai penerbangan termurah namun teraman. Aku ingin melihat seperti apa matahari terbit dan tenggelam di Pantai Bali. Mengunjungi kawan-kawan dan yang paling kuinginkan menyewa mobil lalu menyetir berkeliling Bali. Sekitar maksimal satu minggu mungkin aku akan ada di sana.

Dari Bali kembali ke Jawa Timur. Surabaya adalah tujuan utama. Ke ITS sekali lagi mengenang beberapa masa yang lalu. Dari Surabaya aku harus ke Malang. Melihat seperti apa Cisarua-nya Jawa Timur, Batu. Dari Malang kembali ke Surabaya, lalu ke Gresik dan Tuban. Dari sana berjalan ke Jawa Tengah, turun ke Yogyakarta, naik lagi ke Semarang, lalu ke Cirebon. Jika masih sempat turun lagi ke selatan Jawa Barat. Tasikmalaya, Garut dan Bandung. Barulah kembali ke rumah dengan hati yang semoga jauh lebih kaya dan pikiran yang jauh lebih segar dan inspirasi yang melimpah ruah.

Catatan:

Budget harus ditekan sehemat mungkin. Ini adalah wisata rohani bukan hura-hura. Saya harap ini semua akan cukup dengan maksimal 4 juta rupiah (exclude tiket pesawat ke Medan dan Denpasar) .

Barang bawaan:

  • Al-Quran

  • Pakaian sholat

  • Backpack yang kokoh namun nyaman di bawa

  • Ponsel GSM

  • Syukur-syukur sudah punya GPS

  • Kamera, ini sangat penting

  • Laptop

  • Sepatu Kets

  • Sandal Gunung

  • Catatan harian

  • 2 atau 3 buku bacaan (salah satunya mungkin Edensor)

  • Maksimal 5 stel pakaian

  • jaket

  • Perlengkapan mandi

  • Peta Sumatera, Jawa dan Bali

  • Simcard GPRS/3G prepaid unlimitted, untuk posting blog, memantau email serta online internet.

  • Kompas

  • Obat-obatan ringan

  • Sleeping bag (optional)

Bogor, 11 Januari 2008

Satu respons untuk “Bacpacking Plan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s