Review Singkat: Tere – Liye Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

1376124Saya baru membaca dua novel Tere Liye. Yang pertama adalah Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin. Yang kedua, hari ini saya menyelesaikan Rembulan tenggelam di wajahmu. Entah apakah hanya kebetulan atau memang novel-novel Tere Liye yang lain pun demikian, dua novel pertama ini membawa ide dasar yang sama. Mobilitas sosial seorang manusia dari bukan siapa-siapa menjadi orang yang luar biasa hebat mapan dalam strata sosial. Novel yang pertama tentang pengamen jalanan yang kemudian menjadi wanita karir mapan. Novel yang kedua tentang yatim piatu yang juga berawal dari pengamen jalanan kemudian menjadi taipan bisnis raksasa.

Dengan menyelesaikan buku hanya dalam beberapa jam saja adalah salah satu identifikasi bahwa saya cukup menikmati novel ini. Tere Liye memang cenderung mengangangkat topik yang tidak umum dan juga dari sudut pandang yang tidak umum. Awalnya dulu saya menyangka novel Tere Liye akan sangat islami, karena sosok penulisnya yang nampak seperti tipikal ikhwan (terlepas dari namanya yang sepertinya nama pena perempuan, Tere Liye adalah nama pena laki-laki). Namun menariknya asumsi saya salah, cerita tidak harus bernuansa terlalu religi namun banyak pesan moral bermanfaat yang diselipkan di sana sini dengan kadar yang cukup tepat.

Rembulan tenggelam di wajahmu bercerita tentang kisah Ray, seorang pria tua yang sepanjang hidupnya kebanyakan mendirita berkesempatan menjelajah kembali masa lalunya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkutat pada mengapa hidup tidak adil padanya. Dalam setiap waktu iya mempertanyakan ia selalu melihat bulan. Saya tidak akan membahas detail inti cerita agar tidak mengusik pembaca yang belum melihat buku ini. Satu pesan yang cukup berkesan dari kisah Ray adalah bahwa dalam adilnya hidup tidak bisa terlihat secara dangkal. Sesuatu yang terlihat sekilas tidak adil bisa jadi salah. Tuhan sudah mengatur setiap detil aspek kehidupan manusia dengan cermat. Tuhan Maha Adil dan tidak ada hal sekecil apa pun yang terlepas dari hukum ini. Hal yang menarik bahwa hidup takdir hidup kita terkadang saling berkait dengan takdir hidup orang lain. Ketika kita berbuat baik pada orang lain, bisa jadi aksi kita tersebut akan berdampak berantai melalui orang-orang lain dan akhirnya mengembalikan kebaikannya ke kita. Lebih jelasnya langsung dapat dilihat dalam petikan dari novel ini:

“Bagi manusia, hidup itu juga sebab-akibat, Ray. Bedanya, bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu…. Saling mempengaruhi, saling berinteraksi…. Sungguh kalau kulukiskan peta itu maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. Indah. Sungguh indah. Sama sekali tidak rumit.”

Kesimpulannya saya memberi 3 dari 5 bintang untuk novel ini. Kisahnya menarik, tentang pencarian dibumbui dengan percintaan yang menarik dan banyak pesan moral yang bermanfaat. Namun saya merasa ceritanya terlalu suram. Terlalu banyak penderitaan yang berlebihan. Lalu ada beberapa plot yang terasa dipaksakan. Misalnya seperti ditemukannya emas di ladang minyak. Ada lagi satu plot lain yang terasa sangat dipaksakan namun tidak akan saya bahas karena akan menjadi spoiler. Namun tetap secara umum, novel ini cukup memberi inspirasi. Minimal untuk selalu berbuat baik pada orang lain.

Cover dari goodreads.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s