Recover Your Mood when It Swings Down and Down

Sudah sekian bulan tak menulis post baru di sini. Sebuah curhat akhirnya memicu keinginan tersebut.

Manusia itu dinamis. Terutama perasaannya. Terkadang senang, terkadang seketika bisa juga menjadi drop suntuk oleh sesuatu penyebab yang remeh. Terkadang semangat seakan sanggup memindahkan gunung namun terkadang pula kehilangan motivasi secara total serasa hilang tulang belakang seperti invertebrata. Terkadang jatuh cinta. Terkadang mudah benci pada sesuatu. Terkadang sabar. Terkadang amarah gampang memuncak begitu saja. Dalam Islam kita harus percaya Allah yang membolak-balikan hati. Ada sebuah doa terkenal yang menerangkan ini. Yaa Muqollibal quluub tsabbit qolbii ‘alaa diinika (Ya Allah yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku agar senantiasa di atas agamaMu) (H.R. Tirmidzi).

Lalu kenapa ya kok manusia seperti itu. Jawabannya sederhana, agar hidup ini berwarna. Manusia itu punya 2 kecenderungan. Positif dan negatif atau baik dan jahat. Beda dengan setan atau malaikat yang cuma punya satu tendensi. Manusia akan membosankan jika hanya punya satu kecenderungan. Dan mungkin manusia tidak akan dijadikan Allah sebagai khalifah di muka bumi dengan kondisi seperti itu. Manusia dirancang menjadi khalifah karena dia punya 2 kecenderungan tadi, sehingga ia bisa, contohnya punya ambisi namun bisa juga punya kelembutan hati.

Dengan mempunyai dua kecenderungan tadi juga, ada aspek sosial yang akan benar-benar bermanfaat. Manusia akan berusaha untuk saling mendukung. Istri akan selalu mensupport suami, sebaliknya suami juga akan selalu menyemangati istri. Orang tua tak pernah berhenti menjadi pendorong bagi anaknya. Anak pun selalu akan berusaha menjadi mutiara yang membahagiakan orang tuanya. Aspek manfaat lain dari kecenderungan terkadang lemahnya manusia adalah momen untuk evaluasi diri. Saat sedang bad mood atau terdemotivasi adalah momen yang sangat tepat untuk mengevaluasi diri. Biasanya manusia saat sedang merasa lemah dia akan cenderung dekat dengan Tuhan karena ia merasa butuh. Banyak kontemplasi-kontemplasi yang bermanfaat di momen ini. Contohnya ya keinginan saya menulis di blog lagi. Lalu semangat untuk evaluasi diri dan merencana terhadap beberapa hal yang ingin dicapai dalam waktu dekat.

Ada beberapa penyebab yang bisa membuat mood turun. Pertama biasanya karena kondisi fisik yang tak baik. Sedang kurang sehat, kecapean dan kurang fit. Kedua, stress. Entah karena pekerjaan atau hal lainnya. Tiga, kegagalan. Kegagalan apa pun biasanya akan sering membuat kita kecewa. Padahal sebenarnya kegagalan jika disikapi justru bisa menjadi trigger yang sangat efektif untuk mencapai tujuan. Dalam fisika gaya dan momentum bergantung dari percepatan dan kecepatan. Dengan gagal biasanya kita jatuh atau terlempar mundur ke belakang. Dengan terlempar mundur ke belakang ini kita akan punya kesempatan untuk mengumpulkan percepatan dan kecepatan yang lebih besar sehingga akhirnya bisa menghit tujuan kita dengan gaya dan momentum yang lebih besar. Keempat, kurang perhatian. Kok bisa? Kembali lagi ke kecendurangan manusia tadi. Manusia itu multi tendensi. Bisa jadi di satu waktu sangat mandiri. Namun bisa jadi di satu waktu ia akan menjadi sangat manja. Terkadang merasa tidak diperhatikan bisa menjadi penyebab hilang mood yang cukup fatal.

Dari penyebab-penyebab tadi, tanpa merujuk ke paper research apa pun, saya akan coba merumuskan hal-hal apa yang bisa dilakukan untuk membalikan mood naik ke atas. Pertama adalah beribadah dan berdoa. Entah kenapa, maybe somebody will shout to me for being sok religius. Tapi buat orang beragama spirit yang didapatkan dari berdoa dan shalat (dalam Islam) itu luar biasa besarnya. Mungkin ada orang yang akan bilang bahwa Tuhan itu adalah pelarian orang-orang yang lemah. Benar! Sebab manusia adalah mahkluk yang lemah. Jika sudah lemah kita tidak punya pelarian yang benar, lalu mau jadi apa? Solusi kedua adalah berusaha membalikan pikiran positif. Ini memang tidak mudah. Saat bad mood, otak dan hati akan terus mencari justifikasi untuk tetap suntuk. Harus sedikit dipaksakan. Bisa dengan nyanyi-nyanyi atau nonton film lucu. Ketiga, buang energi suntuk dengan bergerak. Misalnya jogging atau berenang. Keempat, ini yang sangat bermanfaat, berkomunikasi dengan orang yang kita sayang. Misalnya istri, biasanya akan memberi efek luar biasa untuk mengembalikan semangat yang tenggelam dalam awan hitam.

Terakhir, salah satu penyebab bad mood di atas adalah kegagalan. Saat gagal memang tak dapat dibantah, diri akan tersungkur dalam palung bad mood. Salah satu cara untuk keluar dari sana adalah percaya bahwa kelak satu waktu kita bisa berhasil. Tentunya diiringi dengan ikhtiar dan adjustment strategi. Orang bilang seeing is believing. Namun sebaliknya pun mungkin bisa benar. Saya akan coba membuktikannya. Believe your dream and you can see it.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s