Jon Flashpack to Bali – Part 3: Denpasar, GWK and Uluwatu

25 Juni 2011

Part 1 berikut pengertian flahpack bisa dilihat di sini.

Part 2 bisa dilihat di sini.

I love holiday!

Denpasar
Hari pertama di Bali saya awali dengan muter-muter ngukur aspal dalam kota antara Kuta dan Denpasar. Maksud hati pagi-pagi tersebut ingin mecari sarapan bubur atau apa gitu. Namun tak dapat yang sreg. Apalagi masih was-was juga mencari tempat makan yang halal. Setelah sampai Denpasar akhirnya saya jalan kembali ke arah Kuta. Di jalan menyempatkan diri mengisi bensin si Silver full tank agar leluasa berpergian nantinya.

Di Kuta saya akhirnya masuk ke Kuta Square salah satu pusat perbelanjaan yang sangat dekat dengan pantai Kuta. Saya parkir ke basement dan langsung menuju McDonalds untuk makan siang. Setelah makan kemudian saya menuju Foodmart untuk membeli kebutuhan kosmetik harian selama liburan. Amblaslah 100.000 lebih untuk keperluan belanja ini. Setelah belanja saya simpan belanjaan ke mobil kemudian shalat di mushola yang kebetulan ada di basement parkiran tersebut.

GWK
Sehabis shalat sebenarnya masih linglung mau meluyur (maksudnya ngeluyur yang dibakukan) kemana. Tiba-tiba ilham menginspirasi sayah untuk pergi ke Garuda Wisnu Kencana (GWK). GWK adalah sebuah cultural park, tempat di mana ada banyak pementasan seni, pemutaran film dan terutama patung Garuda Wisnu yang hingga saat kunjungan saya masih belum selesai. Di samping itu di sepanjang GWK juga telah dibuat pahatan batu alam yang membentuk lorong-lorong yang cukup cantik. Kemudian ada banyak fasilitas hiburan juga di sana. Seperti outbound, segway (kendaraan beroda dua kiri-kanan dan dijalankan dengan memiringkan tubuh ke depan dan belakang) serta ATV.

Saya kemudian masuk mobil, turn on google maps, set destination lalu langsung cabut. GWK ada di jalan raya Uluwatu. Dari Kuta kita tinggal mengarah ke Selatan melewati airport. Di tengah jalan, entah GPSnya yang error atau sayanya yang dodol, saya belok masuk ke jalan kecil yang cukup jauh. Baru setelah sekitar 2 Km ke dalam saya sadar sudah salah jalan. Langsung putar balik dan melaju ke arah seharusnya. Terus saja mengikuti Jalan Raya Uluwatu tak lama akhirnya saya tiba di pintu depan GWK. Saya langsung masuk ke dalam beberapa ratus meter hingga akhirnya tiba di antrian loket tiket. Biaya masuk GWK 25.000 perorang dan parkir mobil 5.000.

Dalam GWK saya berkeliling sejenak. Masuk melihat pertunjukan tari-tarian orang bertopeng dengan lakon tertentu. Lakon disampaikan dengan bahasa Bali dan cukup lucu meski saya tak mengerti. Sehabis melihat tarian saya langsung menuju area utama. Sebuah tanah lapang dan tangga menanjak menuju patung garuda. Patung wisnu sendiri harus menanjak beberapa tangga lagi. Setelah puas melihat-lihat kemudian saya turun dan menuju lorong-lorong batu untuk foto-foto sejenak. Kemudian setelah merasa puas langsung ke arah luar.

Pura Luhur Uluwatu
Entah dapat inspirasi dari mana, tujuan berikutnya langsung saya tetapkan Pura Luhur Uluwatu karena kebetulan destinasi ini searah dari GWK ke selatan lagi. Satu penyesalan saya melakukan perjalanan tanpa persiapan adalah saya tak tahu bahwa ada pantai yang cukup bagus dekat GWK yang bernama pantai Dreamland. Padahal jika saya tahu saya bisa mengunjunginya sekaligus.

Dari GWK ke Uluwatu jika tak salah memakan waktu perjalanan sekitar 45 menit dengan kecepatan sedang. Selain Dreamland sebenarnya ada banyak pantai di sekitaran Uluwatu ini. Namun itulah saya benar-benar bias tanpa rencana. Tak lama saya tiba di gerbang dekat Uluwatu. Untuk masuk ditagih uang parkir 1.000 rupiah. Setelah parkir mobil langsung menuju pintu masuk.

Biaya masuk pura adalah 3.000 rupiah kemdian, karena saya bercelana pendek, maka saya harus dipakaikan kain sarung sebelum masuk. Setelah masuk saya langsung disambut beberapa ekor monyet yang sangat lucu sekali. Ya sampai kunjungan saya ke Uluwatu ini saya memandang hewan yang sangat lucu. Saya berjalan mendekati monyet si monyet pun mendekati saya. Kami pun berpandang-pandangan sejenak (halah ya ampun). Tiba-tiba si monyet menarik kain sarung saya dan memanjat ke pinggang saya lalu mencoba merampas botol plastik yang saya sangkutkan di tas kecil yang saya slempangkan. Secara refleks saya langsung mencoba merebut botol air mineral yang sudah sempat direbut si monyet. Terjadilah pergumulan cukup sengit antara Jon versus monyet rebutan botol air mineral. Pada akhirnya petugas pura kemudian menghentak-hentakan kayu ke tanah lalu si monyet pun kabur, botol air mineral saya selamat. Sejak saat itu monyet tak lucu lagi bagi saya.😀

Oke welcome to Uluwatu. Pura Uluwatu terletak di tebing pinggir pantai. Di pura ini pula ada ratusan atau mungkin ribuan monyet liar. Hal-hal yang harus diperhatikan saat datang ke tempat ini adalah pastikan semua barang berharga yang kita bawa ada di tempat yang aman. Entah karena diajari atau memang bawaan ketertarikan alaminya, ratusan monyet yang ada di sana akan selalu berusaha merebut benda-benda yang menarik baginya. Misalnya kacamata, kamera, sendal, dompet dan bahkan telepon seluler.

Okelah sekian dulu cerita tentang monyet. Pemandangan di pura ini sangat cantik. Wilayah pura pun cukup luas. Saya menyempatkan diri berjalan mengelilingi bibir tebing di sekeliling pura. Dari atas pura ke laut di bawahnya berjarak cukup tinggi. Jika kepeleset jatuh ya bisa cukup asoi rasanya :p. Tapi tak perlu khawatir, sepanjang bibir tebih telah dipagar tembok cukup tinggi.

Setelah berkeliling-keliling sejenak yang cukup menguras keringat saya pun beristirahat sambil tetap waspada. Monyet ada di mana-mana. Waktu menunjukan sekitar pukul 17.00. Saya berencana untuk menikmati sunset di sini. Dekat ke waktu sunset saya berjalan ke arah selatan pura. Di sana ada hamparan padang rumput dan pandangan langsung ke arah laut di mana matahari perlahan turun. Indah sekali.

Setelah matahari terbenam penuh saya langsung menuju ke arah luar. Ketika sudah berada di luar ternyata parkiran sudah sangat penuh sekali. Jadi tips untuk yang ingin mengunjungi Uluwatu, pastikan datang setidaknya jam 4 sore. Setelah jam tersebut akan sulit mencari parkir karena pengunjung yang membludak ingin menikmati matahari terbenam.

Saya langsung masuk mobil kemudian merayap pelan keluar mengantri bersama-sama mobil lain yang juga hendak pulang. Setelah di jalan raya langsung gas poll lagi ke arah kuta. Jam sudah menunjukan pukul 18.30. Saya tak tahu mau kemana lagi namun yang pasti perut lapar sangat.

Akhirnya di jalan saya memutuskan ke arah Kuta lagi. Setelah sampai pantai Kuta saya langsung parkir mobil dan masuk ke area pantai melihat suasana malam di situ. Setelah puas langsung keluar bertanya ke orang sekitar sana di mana bisa makan ayam betutu. Beberapa orang yang saya tanya menunjukan arah ke Jalan Mataram. Lalu ada juga yang menyarankan untuk mencari di Popies Lane 2. Penasaran, karena kebetulan sudah di Kuta saya masuk ke Popies Lane 2 untuk melihat-lihat. Setelah jalan cukup jauh ke dalam, karena merasa tak menemukan yang saya cari akhirnya saya kembali jalan ke arah pantai.

Setelah tiba di pinggir jalan saya menuju ke arah hardrock hotel, ingin foto-foto di sana. Ketika jalan tiba-tiba ada semacam food court. Penasaran saya masuk ke dalamnya dan langsung menanyakan ayam betutu. Beruntung salah satu stall menyediakan makanan tersebut. Setelah saya melihat dia memasang halal yang cukup besar, saya langsung pesan satu porsi. Setelah makan dan merasa kenyang saya pun urung untuk foto-foto di hardrock hotel. Akhirnya saya putuskan pulang ke hotel lagi.

Expense:

  • Bensin 125.000
  • Supermarket 112.000
  • Lunch Mcd 20.000
  • Dinner kuta 38.000
  • Gwk 25.000
  • Parkir Gwk 5.000
  • Uluwatu 3.000
  • Parkir Uluwatu 1.000
  • WC 3 * 2.000
  • Total:  335.000

Bersambung ke part 4.

5 thoughts on “Jon Flashpack to Bali – Part 3: Denpasar, GWK and Uluwatu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s