Sebuah Doa untuk Penjarah

Kemarin sore saya memutuskan pulang ke rumah dari kantor meski weekdays belum habis. Saya pulang karena harus packing barang-barang untuk rencana jalan-jalan saya. Biasanya jika harus pulang ke rumah saya selalu menunggu Adzan Maghrib di kantor agar tidak repot harus sholat di jalan. Namun kemarin kebetulan semua pekerjaan sudah beres sehingga saya putuskan pulang dan akan sholat Maghrib di jalan saja. Setelah merayapi kemacetan Jakarta di sore hari, adzan Maghrib berkumandang ketika saya berada di daerah Kramat Jati. Saya akhirnya memutuskan berhenti di Pom Bensin Pertamina sebelum perempatan HEK.

Seperti mushola-mushola pom bensin yang lain, mushola di tempat tersebut berukuran tidak terlalu besar. Sehingga beberapa orang yang ingin sholat harus mengantri. Setelah menunggu satu kloter, akhirnya saya kebagian jatah untuk sholat Maghrib. Ukuran mushola yang sempit hanya cukup untuk 2 shaf dengan sekitar 5 orang pershafnya. Seperti biasa, dengan segala cara saya selalu berusaha agar bisa menempatkan tas di tempat yang terawasi. Setelah sholat selesai tak lama kloter berikutnya langsung iqamah sehingga kami semua langsung bergegas keluar.

Saat saya keluar kemudian mengambil sesuatu tiba-tiba seorang yang mungkin sekitar 2 atau 3 tahun lebih muda dari saya terlihat panik. Dia bertanya apakah ada yang melihat tasnya. Ternyata ia ceroboh menyimpan tasnya di belakang saat sholat. Sehingga sepertinya sesaat setelah sholat bubar ada orang yang mencuri tas tersebut. Dengan wajah yang terlihat panik bertanya ke orang-orang sekitar sana. Iba juga hati saya melihatnya. Akhirnya setelah sekitar 10 menit orang itu mondar-mandir terlihat dia sudah pasrah. Iseng saya pun bertanya apakah ada barang berharga seperti dompet di simpan dalam tasnya. Kemudian dia pun membalas, dompetnya di simpan di kantung celana, namun di dalam tasnya tersebut ada sebuah laptop. Langsung sedikit berdesir juga hati saya. Tak terbayang semurah-murahnya laptop pasti dalam orde harga juta. Si pria itu kemudian pamit meski dengan paras yang terlihat cukup kesal. Lalu saya pun melanjutkan perjalanan meski kemudian berhenti lagi di sebuah tempat makan.

Di sepanjang jalan saya masih tak habis pikir ada orang sedemikian jahat mencuri hak orang lain apalagi orang lain tersebut dalam kondisi ingin beribadah. Terlepas dari kecerobohan pria si pemilik tas yang tidak menyimpan tasnya pada kondisi aman, secara mutlak hati saya melaknati si pencuri tersebut sepanjang jalan. Ketika kemudian akhirnya saya mampir di tempat makan, saya curhatkan kejadian ini ke facebook. Tak lama Mas Bayu, teman saya di club motor merespon suatu komentar yang agak beda dari sumpah serapah yang ingin saya muntahkan. “Iyaaa… Mas…. Semoga harta. Jarahan tersebut berguna bagi yg mengambilnya… Amieenn…”. Dengan heran saya mengomentari balik “Kok didoakan malah berguna mas? Bukannya itu barang curian ya? Hehe.” Lalu dibalas lagi “Yupppss… Dan semoga yg punya tas diberikan ganti yg berlebih… Karena semuanya itu sudah diatur dari sananya mas… Hehehehee…. Sotoy yaks… Still positif thinking aja… Ikhlas…”. Hingga dini hari ini hati saya masih berontak mengenai kejahatan yang telah diperbuat si penjarah. Namun setelah dipikir-pikir statement Mas Bayu tersebut memang ada benarnya juga. Ya semuanya hal besar dan kecil telah diatur oleh Allah Swt. Setiap kejadian baik dan buruk harus kita terima dengan ikhlas. Selalu ada hikmah juga dari setiap kejadian yang kita alami. Pada akhirnya tetap, sebisa mungkin harus preventif dalam keamanan diri sendiri. Waspadalah, waspadalah.🙂

5 thoughts on “Sebuah Doa untuk Penjarah

  1. urangbiase berkata:

    “… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,
    padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

    nice post gan🙂.

  2. greenhouse berkata:

    ” Tak ada satupun kejadian di atas muka bumi ini yang merupakan suatu ‘kebetulan’ belaka,Seluruh kejadian terjadi atas izin Allah Sang Penguasa Kejadian”

    Hikmahnya : harus lbh berhati2, dimana pun dan kapan pun, ketika sdh terjadi maka dinamakan qadar yang telah allah tentukan , tetapi jika msh dlm wilayah kemampuan manusia misal dgn cara berhati2 dll dinamakan qadha🙂

    Be carefully😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s