Etika berpendapat di Internet

Internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai aspek kehidupan kita. Hal tersebut semakin niscaya saat internet sekarang ada di era yang disebut web 2.0 seperti sekarang. Web 2.0 punya definisi teknis dan non teknis. Kita akan membahas pengertian non teknisnya saja. Berbeda saat pada masa awal internet, sebagian besar konten dibuat oleh pemilik web internet masing-masing. Sifatnya satu arah. Dari web ke user. Pada era web 2.0 konten internet sebagian besar justru berasal dari user internet sendiri. Sifatnya dua arah. User menggenerate konten, mempublish di internet kemudian user-user lain dapat menikmati konten-konten tersebut. Bisa saling mengkomentari dan mengidentifikasi konten dengan tag-tag tertentu.

Bentuk-bentuk spesifik implementasi web 2.0 ada beberapa contoh. Pertama adalah forum internet sebagai wadah berkumpulnya orang-orang dengan interest yang sama saling bertukar pikiran. Contoh yang paling besar di Indonesia ada kaskus. Kedua web log, semacam jurnal online yang diupdate dalam jangka waktu tertentu. Contohnya wordpress, blogger. Ketiga photo dan video sharing. Misalnya flickr dan youtube. Keempat social networking. Yang paling booming tentunya facebook, twitter, mulai naik daun juga foursquare, ada mixi di Jepang sana dan di lokal kita pun punya koprol yang belum lama diakuisisi yahoo.

Tulisan ini spesifik akan membahas masalah etika yang idealnya dipatuhi sebagai hukum yang disepakati bersama dalam proses generating konten. Berbeda dengan dulu, sekarang setiap orang bisa mempublish apa pun yang ia mau ke internet dengan teramat sangat mudah. Misalnya tulisan di blog ini, publish foto di picassa, video di youtube, atau yang paling sederhana update status di facebook dan berkicau di platform micro blogging twitter. Bahkan itu semua bisa dilakukan tanpa menyalakan komputer, bisa melalui handphone biasa dan dapat dilakukan dari mana saja selama ada koneksi internet. Namun kemudahan publikasi tersebut terkadang lupa diiringi dengan etika berpendapat yang benar. Selayaknya berpendapat di dunia nyata (dunia non maya), beropini dan membuat konten di dunia maya pun harus menggunakan cara yang tepat. Menghormati dan tidak sengaja menyinggung orang lain. Contohnya, publish tulisan di blog janganlah berupa tulisan yang merugikan atau menjelekan orang lain. Demikian juga dengan komenting di forum harus menggunakan cara yang sopan dan benar. Publish foto dan video juga jangan berupa konten yang terlarang semisal pornografi. Termasuk beropini pendek di situs microblogging pun jangan asal jeblag.

Salah satu kasus yang paling populer di twitter dalam masalah etika berpendapat/menggenerate konten ini justru terjadi pada Mario Teguh salah satu motivator yang sangat terkenal saat ini. Pada Sabtu 20 Februari 2010 di akun twitter Mario membuat posting “Wanita yang pas untuk teman pesta, clubbing, begadang sampai pagi, chitcat yang snob, merokok dan kadang mabuk, tidak mungkin direncanakan jadi istri.”. Meski saya pribadi merasa opini tersebut tidak terlalu salah namun jika dipikirkan lagi dengan masak agak kurang tepat juga cara dan tempat penyampaiannya. Ada kesan terlalu menghakimi sepihak. Setelah kejadian itu beramai-ramai orang menghujat akun Mario Teguh yang kemudian berujung ditutupnya akun tersebut.

Kasus seperti itu pun bisa terjadi pada kita. Tentunya dengan lingkup yang lebih kecil. Pelajaran berharga yang harus dipetik, berpendapat di mana pun, dengan media apa pun harus dengan cara yang benar dan tidak menyinggung orang lain dengan sengaja. Apalagi jika proses berpendapat tersebut dilakukan di media di mana semua mata bisa melihat dan semua opini bisa meledak tanpa arah. Jika ada sesuatu yang perlu diperjelas akan lebih baik dilakukan melalu PM (private message) menurut istilah agan-agan di kaskus atau japri (jalur pribadi). Dibicarakan di luar tanpa harus mempublish sesuatu yang bisa memancing kesalahpahaman. Lidah itu lebih tajam dari pisau demikian juga jari kita bisa lebih berbahaya dari golok :p. Jadi sebelum berbicara atau mengetik sesuatu sebaiknya dipikirkan dengan baik-baik. Tulisan ini tidak bermaksud menyerang siapa pun. Jika memang perlu dilakukan tukar pendapat saya akan sangat menghargainya. Regards.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s