Make it Happen

Mungkin kau kecewa
Semua datang yang tak kau minta
Namun ini semua kenyataan kita

Waktu kita lelah dalam menjalani
Semua macam kisah dalam hidup ini
Kadang kita lemah hanya mampu untuk pasrah
Saat kenyataan ga sejalan dengan harapan
Saat keyakinan hilang dalam kepahitan
Tetaplah tabah setidaknya kau mencoba
Menjadi lebih baik dalam jalani hidup ini
Janganlah resah tiada waktu menjawabnya

Kau harus bersabar
Semua indah pada waktunya

Sebenarnya Make it Happen adalah judul campaign di 2011 yang dicetuskan dari Billy Bone motivator yang menulis Young on Top. Kalimatnya sederhana namun sangat mengena. Setiap orang pasti memiliki kemauan. Kemudian pastinya setiap orang ingin kemauannya bisa terwujud. Lalu, pada dasarnya untuk mencapai kemauannya tersebut setiap orang akan merencana. Namun sayang seribu sayang (kalimat yang sangat jadul sekali), sebagian besar orang akan hanya berusaha sedikit sekali for make it happen. Bahkan sebagian besar orang tersebut tidak melakukan apa-apa dan hanya berharap ada keajaiban yang akan mewujudkan keinginannya begitu saja dari langit. Namun kawan, ini adalah dunia nyata ketika banyak keinginan tidak sesuai dengan kenyataan, ketika semua hal harus diupayakan. Terkadang, (seperti kata favorit saya) dengan darah dan air mata.

Langkah pertama dari untuk mewujudkan make it happen adalah, lakukan sekarang juga, jangan mencari alasan, menunggu waktu yang tepat, atau menunggu sumber daya yang tepat. Do it now and do the best. Saya adalah procrastinator (orang yang suka menunda hal-hal prioritas tinggi dan mengganti dengan hal-hal berpriotas rendah) yang kronis. Sebagai contoh kasus yang bisa dianalisa saya akan membahas tentang menulis buku. Sejak dulu salah satu cita-cita saya adalah menulis buku. Salah satu petikan yang saya karang berkaitan dengan hal tersebut adalah you only got 1/3 life when you born, another 1/3 when you married and only got complete life after writing a book. Namun sudah berapa bukukah yang sudah saya tulis? Negatif tiga. Ya saya belum menulis satu pun padahal dari dulu punya keinginan yang sangat berapi-api. Kenapa? Karena saya ingin menulis buku namun tak pernah make it happen. Saya hanya berputar terus di wacana menginginkan namun tidak beraksi untuk mewujudkan.

Dari sana sekarang bergerak ke langkah kedua, lakukan sesuatu sedikit-sedikit namun disiplin, kontinyu, konsisten dan progresif. Menulis sebuah buku sebenarnya bisa dilakukan dalam waktu luang yang cukup sedikit saja. Cukup 1 jam sehari atau bahkan setengah jam sehari. Bisa juga dengan target 1000 kata perhari atau malahan cukup 500 kata perhari. Dengan adanya measurement tersebut kita bisa mengevaluasi progress yang kita lakukan. Sudahkah saya melakukan itu? Jawabannya belum. Sebagai manusia biasa yang malasnya lebih kuat dari rajinnya untuk filosofi ini pun saya terus saja mencari alasan untuk mulai beraksi. Selalu mencari alasan untuk mau berdisiplin.

Langkah ketiga, cari teladan dan orang yang bisa mensupport. Teladan adalah orang yang akan menjadi panutan kita untuk mencapai sesuatu. Ingin menulis buku kita bisa mencari teladan penulis yang baik. Kita bisa membaca karya-karyanya. Mempelajari gaya menulisnya. Namun tetap dalam eksekusi jangan sampai terkesan menjadi penjiplak orang lain. Kita harus tetap bisa menjadi individu yang unik. Kemudian kita pun memerlukan orang yang bisa mendukung kita. Seperti saya seringkali bercerita, antusiasme manusia itu fluktuatif. Bisa sangat positif dalam satu waktu, namun bisa terjun ke palung negatif paling dalam tak lama kemudian. Support dari orang lain akan sangat berharga meski itu hanya berupa ucapan kata-kata “semangat!”. Apalagi jika pemberi support tersebut adalah orang yang penting bagi kita. Semisal istri, pacar, orang tua, guru atau sahabat.

Sementara itu dulu. Kita rangkum sejenak untuk make it happen kita harus mulai dari lakukan sekarang juga, lakukan sedikit-sedikit namun disiplin, kontinyu, konsisten dan progresif, serta yang terakhir cari teladan dan orang yang siap mendukung kita. Mohon koreksi dan masukan jika dirasa ada yang kurang (pasti sangat banya). Terakhir petikan bait di awal post adalah lirik lagu Saint Loco yang berjudul Santai Saja. Lagunya sangat ngerap namun dengan rhytem gitar yang tetap cukup terasa. Dan isinya cukup kontekstual dengan tulisan pagi ini. Semangat! Make it happen!πŸ™‚

2 thoughts on “Make it Happen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s