Ketika Belajar dari Kesalahan Seringkali Dilebih-lebihkan

Saya sedang membaca Rework buku dari Fried dan Heinenmeir. Buku tersebut adalah sebuah buku bisnis yang sangat praktis. Saya mau sedikit menguraikan sedikit konsep gagasan yang saya dapat dari chapter awal buku. Semoga dengan menguraikan, saya bisa sedikit membagi apa yang saya peroleh dan membuat saya bisa memahami konsep itu lebih baik.

Hingga kemarin saya selalu percaya, bahwa belajar dari kesalahan adalah hal yg dapat memicu kita utk semakin meluncur ke depan untuk menjadi lebih baik lagi. Namun setelah membaca Rework sepertinya paradigma itu tidak terlalu tepat dan sering kali dilebih-lebihkan. Failure will not bring you further. You will be still in same places. Sometime you will be drawback several or more steps. Kegagalan itu bukan jalur yang benar menuju keberhasilan.

Hal yg lebih tepat adalah, justru keberhasilan yg akan membawa kita lebih maju pada keberhasilan berikutnya. Mengkompromikan kegagalan berarti membuat kita sejak awal berpikir dalam batasan “mungkin saya akan gagal”. Siap gagal mungkin terdengar bagus, namun jika dipikirkan ulang, tidak bagus sama sekali. Oke saya setuju memang kita akan belajar sesuatu dari kegagalan. Bagi anda yang kurang setuju, mungkin akan mengangkat cerita Thomas Edison saat mengalami kegagalan ribuan kali dalam memilih filamen bola lampu yg paling tepat. Pada dasarnya Edison sendiri mengatakan saya tidak gagal, saya hanya menemukan ribuan cara yang tidak berhasil. Dari sana kita bisa melihat kegagalan hanya akan membuat kita belajar apa yang harusnya tidak kita lakukan. Namun seberapa bergunakah itu? Dalam ranah penelitian mungkin masih berguna, namun bagaimana dalam ranah bisnis? Tetap saja setelah gagal kita tidak tahu apa yang harus dilakukan berikutnya.

Belajar dari keberhasilan justru adalah hal yang paling tepat. When something succeds, you know what worked, and can do it again, and for next time even you can do it better. Kegagalan tidak selalu harus menjadi awal dari kesuksesan. Jadi tak usah merasa takut dalam mencapai sesuatu pasti harus selalu diawali kegagalan. Justru banyak juga kasus ketika proses pencapaian berjalan sangat mulus, diisi keberhasilan demi keberhasilan dan setiap keberhasilan itu justru memicu keberhasilan lain dengan lebih mudah dan menghilangkan kemungkinan kegagalan karena kita tahu apa yang benar dan apa yang membuat sesuatu salah.

Sebagai penutup saya akan tulis petikan kalimat yang sangat mengena mengenai pembahasan ini. Evolution doesn’t linger on past failures, it’s always building upon what worked. Kita juga harus seperti itu.

Semoga berguna, jika tulisan ini masih kacau balau, harap maklum, saya masih belajar. Mohon maaf juga kalau banyak typos, ngetik dan publish dari hp.

2 thoughts on “Ketika Belajar dari Kesalahan Seringkali Dilebih-lebihkan

  1. tedy berkata:

    Intinya, belajar dari keberhasilan & kegagalan sama-sama perlu. Supaya kita tahu apa yang boleh & tidak boleh dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Keduanya sama pentingnya. Tidak ada yang perlu dilebih-lebihkan dari keduanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s