Happy Birthday Maruno

27 Februari 2009. Pada tanggal itu, lain dari biasanya aku pulang kerja dengan sangat bersemangat. Di tanggal itulah di rumahku kedatangan sosok kekar berwarna merah. Yang pada hari ini (tepat beberapa jam lalu) sudah 2 tahun sosok itu menemani hari-hariku. Dialah Maruno my red Yamaha Vixion. Yang tak lelah bersama mengaspal berpuluhribu kilometer. Happy birthday Maruno.😀

Dua tahun bukan waktu yang sebentar untuk saling berbagi. Sejak dulu tak tahu kenapa, aku adalah tipikal orang yang sangat menyayangi benda-benda yang aku miliki. Salah satu representasi rasa sayang itu diantaranya menamai benda-benda tersebut. Mulai dari motor hingga HP. Aku pikir hal tersebut wajar. Apalagi jika benda itu baru dapat diperoleh setelah bekerja bersusah payah. Demikian juga Maruno, karena ia adalah salah satu benda termahal yang pernah aku beli dengan uang aku sendiri.

Dua tahun meski bukan waktu sebentar tapi terasa sekilas juga. Seakan baru kemarin malam, Marubo tiba di rumah. Di malam itu sepulang kerja aku begitu berbinar melihat benda merah itu telah menunggu di teras rumah. Tanpa sabar menunggu aku langsung mencoba mengaspal bersamanya malam itu. Hari dan hari, minggu dan minggu hingga bulan dan tahun waktu pun berjalan. Kami bersama di saat panas, saat hujan, saat jalan mulus, saat jalan rusak, hampir tak pernah terpisah meski hanya sehari. Ya sesekali aku naik bus. Tapi aku terlalu benci transportasi publik di negara ini dengan segala kebusukannya. Jadi meski panas dan hujan aku lebih senang bila mengaspal bersama si merah itu. Satu hal lain yang aku syukuri, dalam 2 tahun ini Alhamdulillah tak pernah sekali pun aku mengalami hal buruk bersama Maruno (amit2 jangan sampai pernah terjadi). Justru lucunya Maruno malah 2 kali tumbang ketika sedang diam. Pertama tumbang di parkiran diseruduk kerbau. Footstep belakang langsung patah dan pendingin knalpot masih penyok hingga sekarang. Kedua tumbang di halaman kantor saat aku mau membuka pagar kantor. Penutup grip gas masih agak lecet hingga kini. Selebihnya tak pernah sekalipun ada kejadian buruk.

Pernah satu kali saat pulang malam aku hampir selip ketika berjalan dengan kecepatan tinggi dan agak mengerem di jalanan berlumpur. Namun Alhamdulillah walau sempat oleng aku tak jatuh. Kedua hampir satu kali saat pulang juga seorang ABG labil yang agak syaraf berjalan dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi tiba jatuh terguling lalu terseret menyilang hanya beberapa centi meter. Jika momennya sedang buruk bisa jadi motor ABG labil itu menghantam aku dan Maruno yang berjalan cukup kencang. Namun alhamdulillah aku selamat.

Dua tahun juga sepertinya masa yang cukup lama bagiku untuk mulai bosan. Sempat pertama terpikir mengganti Maruno ketika Yamaha Byson keluar. Namun urung. Beberapa hari lalu keinginan untuk menjual Maruno muncul kembali ketika Honda meluncurkan CBR 250R. Namun justru mama memberi saran untuk tidak melepas Maruno. “Kalau mau beli motor lagi ya beli aja. Tapi yang lama jangan dijual. Sayang, harga jualnya tak seberapa, biarkan saja nanti bisa dijadikan kenangan juga.” Merasa bersalah juga telah mengkhianati Maruno. Tapi sepertinya memang sulit melepas ia karena kami telah lama bersama.

Dua tahun ini 47633 Km telah kami tempuh bersama. Top speed yang pernah kudapat sekitar 130 Km/jam. Maruno selalu minum pertamax sejak dibeli. Perjalanan terjauh adalah wakut ke pangandaran kemarin sekitar 740 Km. Happy birthday Maruno, semoga kau masih kuat menemaniku.

One thought on “Happy Birthday Maruno

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s