One Minute Manager

Selamat hari senin. Senin yang indah ini diawali dengan ngomel-ngomel ke supir angkot yang bawa mobil dengan sangat lelet. Karena sudah tidak sabar akhirnya saya turun dan pindah angkot. Lucunya sebenarnya supirnya yang nyuruh turun dan gak minta dibayar. Transit angkot lah saya di tengah-tengah jalan menuju Cileungsi. Kebetean lain adalah Jakarta selalu menyebalkan dengan kemacetannya. Bersyukurlah naik bus AC tidur barang sejenak. Dari pintu tol cibubur dan melek di cawang UKI karena ada gonjreng-gonjreng berisik di kebetean berikutnya.

Kebetean berikutnya adalah terganggu lagi dengan pengamen-pengamen bus yang berisik. Saya sadar terkadang kita tidak boleh melihat dengan sudut pandang sendiri terhadap suatu permasalahan. Kebanyakan pengamen pun mungkin akan mengaku tidak akan mau mengamen jika ada pilihan penghidupan yang lebih baik. Tapi tetap fakta bahwa keberadaan mereka mengganggu susah dihapuskan. Jadi mari berbalik ke pemerintah untuk sadar dan mencari solusi terbaik permasalahan ini.

Kembali kepada kekesalan pada pengamen, saat turun bus pun saya masih harus dongkol karena membuat saya susah lewat di lorong antar bangku. Setelah turun karena bus berhenti di jalur cepat saya menyeberang ke jalur lambat. Kembali saya teriak-teriak pada mobil Mercy ‘ngehe’ yang gak mau ngerem, udah tahu banyak yang nyebrang. Kalau ga terlalu sabaran pengen banget nimpug botol aqua yang saya bawa. Untung masih bisa sabar. Akhirnya saya tiba di kantor dengan sehat dan selamat.

Oh ya hari ini saya malas naik motor. Kemacetan Jakarta bagi saya sudah melewati batas kemanusiaan. Jadi dari pada lepas norma kemanusiaan dari diri saya dengan serampat-serempet suka-suka hati dan sekali-sekali teriak-teriak tidak jelas, lebih baik naik bus dulu minggu ini.

Sekarang beralih ke poin mengenai judul post ini. Pembaca yang budiman pasti bertanya-tanya apa relevansi judul dengan curhat-curhat tidak berguna di atas? Jawabannya tidak ada. :p One Minute Manager adalah sebuah buku laris karya Kenneth Blanchard dan Spenser Johnson. Tidak kenapa belakangan saya seperti kesambet setan manajemen sehingga menjadi tertarik terhadap topik-topik tersebut. Relevansi yang dipaksakan dari judul post ini adalah sejak semalam saya membaca buku itu dan selesai tadi di bus dengan terkantuk-kantuk. Jadi agar post ini bisa sedikit lebih berguna, saya ingin membagi poin-poin penting dari buku yang cukup tipis itu.

One minute manager bukan mengenai kita bisa menjadi manajer dalam satu menit. Namun bagaimana seorang manajer bisa efektif menjalankan tugas-tugas manajemen. One minute manager disusun dari tiga buah rahasia.

  • One Minute Goals.
  • One Minute Praisings.
  • One Minute Reprimands.

One minute goals artinya setiap targetan yang harus dicapai sebaiknya disusun dalam kalimat lugas tidak lebih dari 250 kata dan ditulis dalam selembar kertas.

One minute praisings artinya seorang manajer yang baik harus bisa ‘menangkap’ anak buah saat melakukan tugas dengan benar (atau mendekati benar) dan memberikan apresiasi. Ini berkebalikan dengan pendekatan orang-orang pada umumnya yang justru menjebak anak buah saat melakukan kesalahan.

One minute reprimands artinya saat satu ketika bawahan melakukan kesalahan, manajer tentu harus menegurnya, namun hal yang harus diperhatikan adalah teguran ditujukan pada sikap/kesalahannya bukan pada individunya.

Ketiga poin tersebut secara simbolik dilakukan dengan cepat meski mungkin tidak harus selalu persis 1 menit. Poin tentang manajemen lain yang semakin saya ingat adalah bahwa manajemen adalah mengenai delegasi dan bukan sekedar pengarahan. Manajer bukan sekedar tukang suruh-suruh dan manajer juga bukan orang yang melakukan segala hal sendiri. Manajer mengarahkan agar bawahan bisa tahu bagaimana menyelesaikan suatu tugas permasalahan sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s