Sick Leave Permission

Tak terasa waktu sudah berada di penghujung 2010. Cepat sekali sebab serasa baru saja Januari 2010 dijalani dan sekarang sudah Desember. Lalu apa hubungannya perwaktuan ini dengan judul post kali ini? Kali ini ingin membahas (baca: curhat) masalah persakitan.

Pada dasarnya saya adalah orang yg tidak mudah sakit. Tapi jika sekalinya sakit biasanya agak lama. Sepanjang 2010 saya ingat hanya 2 kali sakit keras. Pertama di akhir Januari dan kedua sekitar bulan Mei. Bahkan di akhir Januari untuk pertama kali saya merasakan near dead experience. Pada waktu itu saya demam sangat tinggi namun saya terpaksa masuk kantor untuk hand over pekerjaan. Di perjalanan pulang saya megap-megap setengah mampus sesak dengan temperatur badan yang sangat panas. Alhamdulillah Allah masih memberi saya kesempatan hidup. Perjalanan bus dan angkot 3 jam serasa berhari-hari. Ajaibnya saya sembuh dalam waktu dua hari saja tanpa ke dokter. Sabtu Minggu dan hari Senin saya sudah masuk ke tempat kerja baru. Beberapa minggu setelah itu saya menjadi orang yang cukup religius. Sholat sangat khusu dan sangat rajin ngaji. Tapi beberapa Minggu selanjutnya reset to default. Dasar manusia.

Sakit parah kedua adalah batuk-batuk. Sempat ijin kerja dua hari dan berobat ke Rumah Sakit Medistra dengan total biaya 1 juta lebih. Namun hasilnya nihil. Justru pada akhirnya saya malah sembuh setelah diberikan air obat dari guru ngaji mama saya. Memang betul sih yang namanya sakit dan sehat kan ketetapan Yang Di Atas. Jadi suka-suka Yang Di Atas mau kasih sembuh atau tidak.

Tanpa diharap dan diminta sebelum tutup buku 2010 Jon drop lagi. Sebenarnya ga ngerti jg kenapa sebabnya. Jumat Sabtu kemarin memang sempat keluyuran pulang malam. Jumat jalan-jalan ke Pasar Baru, trus ke Kota Tua dan baliknya mampir dulu ke Atrium Senen. Pulang sampe rumah 23.30. Sabtu cuma jalan-jalan ke Cibubur Junction. Tapi berhubung baru jalan sore pulang sampe rumah 23.30 juga. Minggu dini hari mulailah body merasa tak enak sebab temperatur badan ternyata meningkat. Minggu pagi badan sudah merasa ga enak tapi masih pura-pura sehat, sebab kalau saja ketauab sakit nyokap pasti akan nyerocos masalah hoby saya yang suka kelayapan sampai malam. Namun pura-puranya ga bisa lama sebab ga kuat. Akhirnya tumbanglah saya hingga 4 hari.

Berhubung anak kantoran, bukan anak konglomerat, jika sakit harus ijin saat tidak bisa masuk kantor. Subjectnya Sick Leave Permission. Ga enak juga dengan anak-anak lain. Sebab pasti banyak tugas yang terbengkalai.

Moral of the story so far adalah, pertama jadi orang harus banyak bersyukur. Banyak nikmat pada diri manusia yang baru disadari ketika nikmat itu dicabut. Yang paling nyata ya kesehatan. Kedua mencegah lebih baik dari mengobati. Jaga makanan dan banyak-banyak minum vitamin serta kurangi lembur (my fav :)). Juga kurangi ngelayap malam-malam yang ga perlu apalagi kalau harus motor-motoran. Memang susah sih soalnya bawaan anak muda yang malas kalau diam ga kemana-mana. Untuk masalah ini bisa dikompensasi mungkin dengan jual motor dan dijadiin down payment mobil cicilan 5 tahun. Nissan March mungkin? :p That’s all dulu lah.

Satu respons untuk “Sick Leave Permission

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s