Membuat Paspor Tanpa Calo dengan Mudah, Murah dan Cepat

Sejak dulu ingin bikin paspor. Namun karena baru punya uang dan baru ada waktu mengurusnya maka sekarang bisa dibuat paspornya. Pada awal sangat segan untuk mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan birokrasi dan pemerintahan. Pasti ribet pasti menyusahkan. Namun karena memang butuh mau diapakan, tidak ada pilihan lain. Maka langkah pertama yang saya lakukan saat mengurus paspor adalah menelpon agen alias calo untuk negosiasi harga. Dari telpon yang dilakukan keluarlah harga 500 ribu sekian untuk proses 2 minggu dan 750 ribu sekian untuk proses 3 hari. Gila mahal banget. Akhirnya dengan tekad untuk menjadi warga negara baik dan menghindari calo serta penasaran untuk mengetahui bagaimana kondisi pelayanan masyarakat terutama berkaitan dengan pembuatan paspor maka saya berniat untuk membuat paspor pertama sendiri tanpa bantuan biro jasa. Saya berani mengambil keputusan ini setelah banyak membaca blog post orang-orang di internet bahwa sekarang pelayanan paspor jauh lebih mudah dan lebih cepat. Pada akhirnya proses pengurusan paspor yang saya lakukan selesai dalam 4 hari kerja, dengan cukup 2 kali datang ke kantor imigrasi, pertama menyerahkan berkas dan foto, kedatangan kedua untuk pengambilan paspor dan biaya yang dikeluarkan hanya sebesar 279.000 rupiah.

Meski saya ber-KTP Kabupaten Bogor, pengurusan paspor sekarang sudah online dan dapat dilakukan di kantor imigrasi mana saja. Saya sendiri memilih kantor imigrasi Jakarta Selatan karena berlokasi paling dekat dengan kantor di Sudirman. Kantor imigrasi Jakarta Selatan sebenarnya berlokasi di Warung Buncit. Namun karena kantor lama sedang direnovasi, kantor imigrasi Jakarta Selatan sedang berpindah sementara di Jl TB Simatupang persis setelah Pool Bus Lorena jika kita datang dari arah Fatmawati.

Berikut adalah beberapa dokumen yang harus disiapkan bila ingin mengurus paspor.

  • KTP
  • Kartu Keluarga
  • Akta Kelahiran
  • Ijasah Terakhir
  • Surat Rekomendasi Kantor

Dokumen-dokumen tersebut disiapkan asli dan fotokopinya.

Setelah semua dokumen siap, jangan tergesa-gesa ingin langsung berangkat ke kantor imigrasi. Tadi sudah saya katakan sekarang pengurusan paspor bisa selesai dalam 4 hari kerja dan cukup datang 2 kali ke kantor imigrasi tapi hal itu dapat terjadi dengan syarat kita sudah melakukan pra permohonan melalui internet. Jika tidak, maka proses konvensional pembuatan paspor akan memakan waktu sekitar 7 hari kerja dan harus datang 3 kali ke imigrasi. Kedatangan pertama penyerahan berkas, kedatangan kedua foto dan kedatangan ketiga pengambilan paspor.

Proses pra permohonan paspor dapat dilakukan di website imigrasi dengan alamat http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/. Pada dasarnya pengisian data di aplikasi ini cukup mudah. Hal yang paling merepotkan hanya pada penyiapan scan dokumen-dokumen fisik di atas. Setiap dokumen fisik harus discan hitam putih dengan ukuran file total semua dokumen tidak melebihi 300KB. File-file hasil scan kemudian diupload ke aplikasi pra permohonan. Setelah semua data pra permohonan berikut upload file scan selesai dilakukan kita harus mencetak nomor pra permohonan yang akan turut dilampirkan pada saat kita datang ke kantor imigrasi.

Saya datang ke kantor imigrasi pada Rabu tanggal 6 Oktober 2010. Berhubung saya ingin bisa mengurus semua secara cepat saya datang pagi-pagi sekali ke kantor imigrasi. Saya berangkat pukul 5.30 dari kos di Karet Sudirman dan tiba pukul 6 lebih sedikit di kantor imigrasi. Tujuannya agar saya bisa datang paling pertama untuk mengambil nomor antrian penyerahan dokumen. Namun meski sudah sampai sejak jam 6 saya tetap harus menunggu sampai jam 8 kurang 10 saat mesin nomor antri dinyalakan. Selama menunggu saya mengisi form pembuatan paspor yang saya ambil dari koperasi. Jadi pastikan anda membawa pulpen warna hitam. Koperasi baru buka sekitar pukul 7.30. Saya langsung membeli map kuning seharga 5.000 rupiah. Sebenarnya sebuah harga yang terlalu mahal untuk sebuah map. Tapi ya sudahlah. Map kuning ini berfungsi untuk menyimpan semua berkas fotokopi yang diperlukan untuk membuat paspor.

Kembali ke masalah mesin antri. Ada sebuah aturan tidak tertulis mengenai antri untuk mengambil nomor antri. Bagi pembuat paspor harus menumpuk map mereka di dekat mesin antri agar saat mesin dinyalakan tidak ada keributan berebut nomor antri. Jadi pada saat mesin nomor antri dinyalakan petugas akan membagi nomor antri sesuai dengan urutan tumpukan map. Berhubung saya datang paling pagi, saya meletakan map di tumpukan terbawah.

Sekitar pukul 8 kurang sedikit mesin dinyalakan. Petugas lalu membagi nomor antri sesuai dengan tumpukan map tadi. Saya tentunya mendapat nomor urut 1. Jika ada yang mengurus paspor lebih dari 1 maka harus mengambil nomor antrian sesuai jumlah paspor yang diurus namun dengan maksimal 4 paspor. Artinya jika ada yang mengurus 6 paspor maka tidak dapat diantrikan oleh satu orang, karena satu orang maksimal mengurus 4 paspor.

Semua dokumen sudah saya rapikan dalam map dan saya langsung menunggu nomor antrian. Namun baru duduk sejenak, seorang petugas memeriksa berkas dokumen saya dan memanggil saya dan beberapa orang ke tempat terpisah. Saya sempat berpikir negatif jangan-jangan dia oknum yang mau memeras uang. Tapi ternyata beruntung, dugaan saya salah. Orang-orang yang dipisahkan adalah orang yang sudah melakukan pra permohonan lewat internet. Kami ternyata mendapat jalur khusus bisa langsung menyerahkan berkas tanpa harus berdesak-desakan mengantri di loket tersendiri. Artinya percuma juga saya datang sedari shubuh, ternyata nomornya antrinya tidak terpakai >:P hahaha. Langsunglah saya menyerahkan map berisi fotokopi berkas-berkas dokumen untuk pembuatan paspor. Petugas juga akan meminta dokumen asli jadi jangan lupa untuk dibawa. Setelah semua dokumen selesai diperiksa saya diminta untuk kembali ke loket itu pukul 10.00. Saya harus menunggu 2 jam. Saya pun menggunakan waktu itu untuk sarapan dulu.

Sekitar pukul 10 kurang saya kembali ke dalam kantor imigrasi ke loket tempat tadi pagi menyerahkan dokumen. Semakin siang kantor imigrasi semakin ramai tak karuan. Semua tempat duduk penuh, belum lagi orang yang berdiri berdesak-desakan. Sementara di luar orang-orang ada di berbagai penjuru. Dari pojokan parkir motor, di belakang parkiran mobil yang sempit, hingga yang duduk-duduk di bawah pohon. Tidak lama berdiri di depan loket, ketika petugas yang tadi menerima berkas saya datang, saya langsung menghampiri ia. Petugas itu menyerahkan sebuah kertas kecil dan saya diminta untuk membayar ke kasir. Saya langsung ke kasir dan membayar biaya sebesar 270.000 untuk pengurusan paspor ditambah 4.000 untuk donasi PMI. Namun saat menyerahkan uang sebesar 300.000 saya hanya diberi kembalian 25.000. Ada uang seribu yang menguap :p.

Setelah membayar saya langsung diarahkan ke lantai 2 untuk antri foto. Pada awalnya saya berpikir proses bisa cepat. Namun ketika sampai di lantai 2 pengantri banyak bukan kepalang. Saya menyerahkan kuitansi pembayaran ke loket foto, lalu saya menerima nomor antrian. Saya mendapat nomor antrian A66. Pada waktu itu antrian sudah berjalan di uratan tigapulahan. Selain antrian A ada juga antrian B dan antrian C. Antrian C untuk antrian warga negara asing. Antrian A untuk pemohon paspor yang mengurus sendiri dan antrian B katanya adalah antrian untuk pengurus paspor jalur cepat via calo. Menyebalkan sekali melihat antrian B dan C nomornya bergerak cepat. Sementara antrian A, berjalan seperti siput. Susahnya menjadi warga negara baik.

Hal yang paling saya takutkan saat mengantri foto adalah jika antrian terpotong jam makan siang. Maka saya sangat berharap-harap cemas memelototi display nomor antrian. Waktu berjalan terasa sangat pelan dan ketika mendekat pukul 12.00 benar saja di antrian setealh A60 baru diproses setelah jam makan siang. Benar-benar menyebalkan.

Saya manfaatkan waktu istirahat untuk sholat Zuhur di pool Lorena. Pukul 13.00 kurang saya kembali ke lantai 2 kantor imigrasi. Untungnya antrian setelah jam makan siang berjalan lebih cepat. Akhirnya nomor saya dipanggi sekitar pukul 13.30. Saya langsung masuk dan duduk di salah satu meja foto. Selain proses foto petugas akan mengklarifikasi ulang data kita khawatir ada yang salah. Pastikan kita memeriksa semua data dengan benar. Petugas juga akan bertanya tujuan pembuatan paspor kita. Saya sendiri menjawab untuk tujuan jalan-jalan. Sekitar 10 menit proses foto dan wawancara selesai. Saya diminta datang untuk pengambilan paspor 4 hari kerja ke depan. Karena saya datang pada hari rabu, 4 hari kerja ke depan jatuh pada hari selasa.

Empat kerja hari kemudian pada Selasa tanggal 12 Oktober 2010 saya kembali ke kantor imigrasi. Saya tiba di kantor imigrasi sekitar pukul 13.00. Saya langsung mengantri ke loket V tempat pengambilan paspor menggunkan kuitansi pembayaran. Tidak lebih dari 15 menit saya langsung dipanggil. Paspor saya sudah selesai dan saya diminta memfotokopi halaman depan paspor. Setelah fotokopi saya serahkan kembali saya langsung pulang lagi ke kantor. Selesailah proses pengurusan paspor.

Jadi bagi anda yang ingin mencoba mengurus paspor sendiri prosesnya ternyata tidak terlalu sulit dan tidak terlalu lama juga. Asal harus mau sabar saat menunggu antrian. Untuk pengurusan paspor saya mengambil cuti setengah hari saat penyerahan dokumen. Saat pengambilan saya lakukan saat jam istirahat siang. Total biaya yang saya keluarkan adalah

  • 275.000 (Paspor dan PMI, sebenarnya tertulis 274.000)
  • 5.000 uang map
  • 4.000 2 kali parkir motor
  • 284.000

Dan saya cukup datang dua kali ke kantor imigrasi.

Satu penasaran saya yang tersisa adalah mengenai paspor elektronik. Mulai tahun 2010 ini beberapa negara di dunia mulai menerapkan paspor elektronik. Di kantor imigrasi sendiri saya sudah melihat harga resmi pembuatan paspor elektronik adalah sekitar 600.000. Sebenarnya saya ingin bertanya ke petugas tapi malas. Biarlah sementara saya pakai paspor konvensional dulu saja. Demikian pengalaman saya. Semoga bermanfaat.

About these ads

, , ,

  1. #1 by Endah on Oktober 28, 2010 - 6:16 am

    Thanks infonya ya, Jon..
    Kebetulan 1 bulan lagi paspor abis, jadi mo perpanjang..
    Bagus deh sekarang bisa cepat ngurus beginian..

  2. #2 by Ery on November 1, 2010 - 5:31 am

    Terima kasih atas informasinya. Sangaat bermanfaat.

  3. #3 by Aru on November 7, 2010 - 2:45 pm

    Thx banget infonya bos.
    Saya mau nanya dong, waktu mau upload dokumen itu kan ada pilihan upload Akte kelahiran/surat nikah/ijazah.
    Itu cuma bisa upload satu yah? ga bisa tiga-tiga nya? bagusnya yang mana yg dipilih?
    Sekali lagi thanks bangeet

    • #4 by lamida on Desember 8, 2010 - 2:36 pm

      Aru :

      Thx banget infonya bos.
      Saya mau nanya dong, waktu mau upload dokumen itu kan ada pilihan upload Akte kelahiran/surat nikah/ijazah.
      Itu cuma bisa upload satu yah? ga bisa tiga-tiga nya? bagusnya yang mana yg dipilih?
      Sekali lagi thanks bangeet

      Sama aja mas. Saya sendiri pake akte kelahiran.

  4. #5 by endah on Desember 12, 2010 - 1:31 pm

    kesel deh trnyta info yg jon kasih ga berlaku di imigrasi jaktim. Alasan mereka database mereka belum lengkap. Mksdnya jadul kali ye.. Alhasil harus dtng 3x buat perpanjang paspor. Malah formulir harus bayar 12rb. Wkt saya bilang ada temen yg ngurus di jaksel ga begitu, malah dibilang urus aja di jaksel. Arghhh…cape, jenuh, penat, mumet, bete kalo berurusan ma birokrasi pemerintah :(

    • #6 by lamida on Februari 7, 2011 - 2:40 am

      Urus di Jaksel aja. Doainlah biar para birokratnya pada insyaf. Tapi kalo masih dagel juga, santet aja sekalian :p.

  5. #7 by Sekar on Januari 20, 2011 - 4:06 am

    Mas, mau nanya syarat surat rekomendasi kantor itu wajib kah? Seumpama gak pake gimana? Thanks infonya….

    • #8 by lamida on Februari 7, 2011 - 2:41 am

      Kalo karyawan itu wajib. Jadi sepertinya kalo ga pake ga akan bisa. Lagi pula suratnya simpel kok. Cuma menerangkan kita kerja di mana dan sudah berapa lama.

  6. #9 by muti on Februari 10, 2011 - 8:02 am

    Makasih infonya mas.. :) sekarang kantor imigrasi jaksel masih yang dkt pool Lorena itu apa udah pindah k kantor lama yg direnov itu mas? Makasih.. :D

    • #10 by lamida on Februari 16, 2011 - 11:14 am

      Wah update terbarunya kurang tahu. Coba telepon aja dulu. Seharusnya sih renovasinya sudah selesai.

  7. #11 by Shendy Ariyanti on Juli 25, 2011 - 5:03 am

    itu kalo pake pra permohonan yg dr internet langsung diprint dan dibawa ke kantor imigrasinya atau gimana?makasih :)

  8. #12 by DIAN HARIANTI on November 30, 2011 - 4:09 am

    ceritanya lucu en gak bosenin,. thanks ya ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 147 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: