Tips Memilih Kamera DSLR Untuk Pemula

Post ini adalah tulisan dari pemula tulen untuk pemula biasa. Jika ada informasi yang kurang sesuai mohon koreksi agar dapat diperbaiki.

Hidup ini harus seimbang. Ada waktunya bangun ada waktunya tidur. Ada waktunya kerja keras ada waktunya menyalurkan hobi ke hal-hal baru. Niscaya, seharusnya pikiran akan lebih terbuka dan otak akan lebih balance antara otak kiri dan kanan. Dari beberapa banyak hobi, mulai dari sepeda, mengumpulkan prangko, mengumpulkan bungkus kacang (dulu saya sempat menjalankan hobi ga jelas ini) dan fotografi adalah beberapa dari hal-hal baru baru yang patut di coba. Karena post kali berjudul DSLR pasti kaitannya ke fotografi dan bukan filateli (hobi koleksi prangko) apalagi nyambung ke hobi koleksi bungkus kacang.

Lalu bagaimana untuk memulai hobi fotografi? Tentunya dengan memiliki sebuah kamera. Banyak orang berpikir seseorang baru dikatakan serius menyalurkan hobi foto jika dia telah memiliki kamera serius (baca: DSLR). DSLR sendiri kependekan dari Digital Single Lens Reflect. Digital artinya bukan kamera konvensional jaman dulu yang masih menggunakan negatif film. Single lens reflect artinya kamera hanya menggunakan satu lensa baik untuk view finder maupun sensor yang menangkap gambar. View finder menangkap gambar dari lensa menggunakan refleksi cermin yang terpasang di belakang lensa. Mohon dimaklumi jika ada penjelasan yang kurang tepat, sebab informasi tersebut saya rangkum dari pengetahuan saya tentang fotografi yang masih terbatas.

Pernyataan bahwa hobi fotografi harus menggunakan DSLR sebetulnya kurang tepat. Untuk memulai sebuah kamera digital biasa sudah mencukupi untuk belajar memahami komposisi dan melatih insting untuk menangkap momen yang bagus. Jadi pernyataan yang mengatakan hobi fotografi itu adalah mahal tidak 100% benar juga. Jika sudah merasa cukup terbiasa dengan kamera digital biasa barulah kita dapat mencoba kamera DSLR. Ada banyak perbedaan signifikan antara kamera digital biasa dengan DSLR. Kamera digital biasa dirancang untuk point and shoot activity. Pengaturannya sebagian besar sudah otomatis dan nilai-nilai pengaturannya tidak terlalu banyak dapat dirubah. Di sisi lain DSLR memang dirancang untuk mengambil foto secara lebih serius. Meski sebagian besar DSLR memiliki mode full otomatis, tapi kekuatan dari DSLR adalah kebebasan kita untuk mengatur pengaturan kamera hingga limit maksimalnya. Perbedaan signifikan lain berbeda dengan kamera digital biasa, lensa DSLR dapat dilepas dan ditukar dengan tipe-tipe lensa yang berbeda. Fitur ini adalah nilai lebih yang tidak dapat ditandingi kamera digital biasa.

Jadi bagaimana cara memutuskan kamera DSLR yang paling baik untuk dipilih? Ada beberapa tahap dan semua tahapan sangat logis. Paling pertama adalah tanyakan pada diri kita apakah benar kita memang serius ingin mencoba fotografi? Jangan sampai keinginan membeli DSLR hanya karena ikut-ikutan atau ingin terlihat keren saja. Sebab uang yang dikeluarkan untuk membeli kamera akan mubazir jika kita hanya euphoria sesaat lalu tidak lebih dari sebulan kamera hanya akan disimpan di lemari karena sudah bosan duluan. Jika secara personal sudah yakin bahwa kita memang ingin mencoba fotografi secara serius maka tahapan selanjutnya adalah melakukan riset informasi.

Di era internet mencari ulasan tentang suatu produk adalah hal yang sangat mudah. Termasuk hal-hal berkaitan dengan DSLR. Salah satu tempat ulasan DSLR paling lengkap adalah di dpreview. Saking lengkapnya saya pribadi malas membaca ulansan di sana karena terlalu panjang dan detail. Pada tahapan ini carilah tipe-tipe DSLR yang ramai di bahas sehingga kita dapat mulai membuat list kandidat DSLR yang akan kita beli. Setelah tahapan riset ini berikutnya adalah membatasi budget.

Dana tersedia adalah batasan paling nyata dalam membeli benda apa pun, entah itu mobil, handphone dan termasuk DSLR. Bersikaplah rasional dalam tahapan ini. Jangan memaksakan langsung menghambur-hamburkan uang seketika. DSLR memiliki rentang harga dari 4 jutaan hingga ratusan juta rupiah. Itu belum termasuk jika kita ingin membeli lensa yang tidak biasa di mana harga lensa terkadang berlipat-lipat lebih mahal dari harga kamera sendiri. Janganlah terburu nafsu untuk membeli gear termahal apalagi jika kita (seperti saya) masih dalam tahap ingin mencoba belajar meski budget kita tersedia.

Setelah ancang-ancang budget selesai dilakukan, langkah logis selanjutnya adalah membatasi merk kamera yang akan dipilih. Tanpa mengecilkan merk-merk lain, hanya ada dua nama besar yang bersaing ketat di pasar kamera DSLR. Pertama adalah Nikon dan kedua adalah Canon. Tentu saja pernyataan pertama tadi bukan dengan maksud menilai merk-merk lain tidak perlu dipertimbangkan. Setiap produk pasti ada keunggulan dan kekurangannya. Jika ada pertanyaan semacam antara Canon dan Nikon yang mana yang lebih bagus? Jawabannya adalah tidak ada. Pada kebanyakan pengalaman orang-orang berhobi fotografi pilihan merk biasanya justru diambil atas dasar kesamaan merk dengan teman-teman lain. Alasannya adalah dengan memiliki merk DSLR yang sama, akan mempermudah pinjam meminjam aksesori misalnya saat hunting foto bersama.

Langkah selanjutnya adalah memilih lensa. Pada awalnya saya sempat heran bahwa ada paket penjualan DSLR yang tidak menyertakan lensa yang sering disebut paket body only. Artinya seperti yang telah disebut di atas, selain membeli body, saat membeli DSLR kita pun harus memikirkan lensa apa yang akan kita pakai. Keputusan memilih lensa pun bukan hal yang mudah dengan banyak variasi lensa mulai dari variasi merk, variasi fitur dan variasi kegunaan spesifik. Pertimbangan memilih lensa hanya dapat dilakukan setelah kita bulat memilih merk body yang akan kita gunakan. Sebab hingga saat ini tidak ada standar untuk desain DSLR yang memungkinkan DSLR beda merk menggunakan lensa yang sama. Untuk tiap pilihan merk body, ada banyak pilihan merk lensa. Tentunya pemilik merk DSLR juga memproduksi lensa. Namun pilihan tidak terbatas di sana saja, sebab banyak pihak ketiga yang memproduksi lensa untuk body-body DSLR. Yang paling terkenal diantaranya Tamron dan Sigma. Pada paragraf terakhir ini akan dijawab pertanyaan lensa apakah yang sebaiknya digunakan? Jawabannya agak susah untuk dibuat sederhana. Tergantung. Tergantung dana dan spesialisasi fotografi yang ingin diambil. Namun sesuai dengan judul bahwa post ini membahas panduan membeli DSLR untuk pemula maka tidaklah perlu berkerut-kerut dahi untuk menjatuhkan pilihan. Sebab, pada penjualan DSLR biasanya ada penjualan yang menyertakan langsung lensa tertentu. Pilihan paling rasional bagi pemula adalah untuk membeli paket dengan lensa kit biasa, biasanya dengan panjang fokus 18-55 mm.

Setelah selesai mempertimbangkan beberapa variabel-variabel tadi langkah selanjutnya adalah mencari informasi harga. Jangan sampai membeli di atas harga normal. Caranya bisa melihat daftar harga di beberapa toko online sebagai acuan. Atau langsung meluncur ke toko-toko kamera untuk membanding-bandingkan harga.

Terakhir saya akan membagi pengalaman pribadi proses memilih DSLR pertama saya. Paling pertama saya membatasi budget body + lensa maksimal 8 juta rupiah. Kedua saya membatasi hanya memilih merk Canon. Ketiga saya sadar dalam tahap belajar, sehingga belum dulu membeli lensa aneh-aneh jadi sudah cukup puas dengan lensa kit standar dulu. Keempat dari beberapa variabel pertama tadi akhirnya keluar daftar tipe-tipe berikut. Canon EOS 550d, Canon EOS 500d dan Canon EOS 1000d. Harga mereka dengan lensa kit secara berurutan ada pada kisaran 7 jutaan, 6 jutaan dan 4 jutaan. Pada awalnya saya gelap mata ingin mengambil Canon EOS 550d sekaligus. Namun setelah ditimbang-timbang secara matang meski saya punya budget di atas harga DSLR termahal yang masuk dalam daftar pilihan saya, itu tidak harus berarti budget tersebut harus saya habiskan begitu saja. EOS 550d memang bagus, memiliki fitur-fitur yang luar biasa. Tapi saya kira untuk tahap belajar kali ini pilihan cukup saya jatuhkan di Canon EOS 1000d saja dan bisa menghemat sekitar 3 jutaan. Kelak jika sudah cukup terampil, barulah coba naik kelas ke tipe-tipe yang lebih canggih.

Demikian panduan memilih DSLR yang diambil dari pengalaman saya pribadi. Semoga bermanfaat.

4 thoughts on “Tips Memilih Kamera DSLR Untuk Pemula

  1. Russel berkata:

    I do not even understand how I stopped up
    right here, however I thought this put up used to be great.
    I don’t know who you’re but definitely you’re going to a well-known blogger in case you aren’t already😉
    Cheers!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s