Review Sony Ericsson “Android” Xperia X10 – Haruskah anda membelinya?

Another new gagdet its mean another new review.

Jika urusan review detail yang cukup objektif adalah jatah gsmarena dan website-website sejenis. Ijinkan saya untuk mencoba mereview dengan tidak detail dan sangat subjektif.

Sebelum bercuap-cuap ga karu-karuan saya akan langsung masuk to the poin paket penjualan serta kelebihan dan kekurangan gadget ini sehingga bisa menjadi pertimbangan berharga untuk membeli atau tidak.

Paket penjualan:

  • Gadget Xperia X10
  • Video stand, dudukan untuk xperia x10 jika digunakan untuk nonton video
  • Charger
  • Connector mini usb untuk transfer data sekaligus kabel charger
  • Handsfree
  • Kartu garansi dan buku manual
  • Pouch Kulit
  • Anti Gores
  • Kardus (halah :p)

Kelebihan:

  • Layar sangat besar 4 inchi. Sangat nyaman untuk nonton video, browsing dan baca ebook
  • Kamera beresolusi sangat besar 8.1 Mega Pixel.
  • Desain bagus, meski besar tapi tetap tipis.
  • Layar bermaterial scratch resistant ada bonus screen protector dan pouch kulit pula di paket penjualan.
  • Pilihan aplikasi sangat banyak dan terus bertambah (kelebihan android secara umum)

Kekurangan:

  • Tidak ada radio FM
  • Versi Android masih 1.6 padahal versi terkini sudah 2.2. Dijanjikan update ke 2.1 sekitar quartal 4 2010 oleh sony ericsson
  • Baterai agak boros
  • Tidak ada remote kontrol di handsfree jadi tidak bisa ganti lagu, play, stop dan mengecilkan volume dari handsfree.
  • Layar sentuh tidak support multitouch jadi agak kurang gamer friendly
  • Belum ada aplikasi GPS offline yang mumpuni (sebenarnya ini kekurangan android secara umum)
  • Tidak ada flash untuk kamera hanya Led

Itu sebenarnya inti posting kali ini yang berikut adalah sedikit cuap-cuap dari reviewer amatiran.

2010 ini nampaknya akan menjadi tahun mulai bangkit sistem operasi Android di gadget mobile. Untuk yang masih awam, Android adalah sistem operasi untuk perangkat mobile yang dibuat oleh google. Karakteristik utama yang ditawarkan oleh android adalah open source dan mindset gadget internet tentunya sangat dilekatkan pada sistem operasi ini. Euphoria android tersebut ternyata cukup memancing saya untuk turut mencicipi dengan mencoba xperia x10 ini.

Sony Ericsson Xperia X10 adalah handset Sony Ericsson pertama yang menggunakan Operating System (OS) Android. Xperia dibungkus dengan kardus sangat minimalis. Mungkin ini mengikuti strategi yang dilakukan iPhone. Ketika dibuka kesan pertama yang langsung terasa adalah mewah. Setara dengan kesan yang saya rasakan ketika pertama memegang iPhone. Sekujur bodi body Xperia ditutupi casing plastik namun dengan finishing yang cukup baik sehingga jauh sekali dari kesan murah. Bagian depan ditutup seluruhnya oleh layar berukuran 4 inchi. Di bagian atas layar agak sedikit tidak terlihat terdapat sensor cahaya yang akan otomatis mematikan screen ketika xperia digunakan untuk menelpon. Sensor ini berguna agar layar tidak tersentuh dengan tidak sengaja saat di pakai menelpon. Di bagian bawah layar terdapat 3 tombol fisik. Pertama tombol menu aplikasi di sebelah kiri, tombol home di tengah dan tombol back di kanan. Di sisi kanan terdapat tombol volume dan shutter kamera. Di bagian atas adalah space untuk tombol power, port audio dan micro USB.

Seperti gadget-gadget standar xperia dapat dinyalakan dengan menekan beberapa detik tombol power hingga agak sedikit bergetar. Waktu start up xperia cukup cepat tidak sampai 1 menit. Ketika pertama kali dinyalakan akan langsung muncul wizard pilihan bahasa, setting waktu dan seterusnya. Setelah aktif, jika layar dalam keadaan terkunci cukup sapu layar agak menyerong sesuai dengan jalur papan kunci yang tampil. Setelah kunci terbuka yang pertama tampil adalah home screen. Bagi yang pertama menggunakan android, handset android biasanya memiliki 3 home screen. Home screen pertama adalah yang pertama tampil. Home screen kedua dan ketiga dapat dibuka dengan menyapu layar ke kiri dan ke kanan. Di home screen nanti dapat diletakan shortcut-shortcut untuk aplikasi atau widget-widget menarik. Bagian atas homescreen dapat kita seret ke bawah untuk membuka layar notifikasi. Menu aplikasi dapat dibuka dengan menyeret bagian bawah homescreen.

Xperia X10 menggunakan android versi 1.6. Namun Sony Ericsson telah memodifikasi tampilan asli android sehingga lebih cantik. Dua aplikasi bawaan sony ericsson yang ditambah ke xperia adalah mediascape dan timescape. Mediascape adalah aplikasi untuk memanajemen dan memutar koleksi multimedia di xperia. Timescape adalah aplikasi yang menyatukan log sms, email, update status facebook dan twitter terintegrasi di xperia.

Berbekal perangkat keras dapat dibilang sangat canggih, prosesor speed 1Ghz (ini bahkan lebih cepat dari pc celeron jadul 600MHz saya) dan external storage up to 32GB. Satu kekurangan yang agak mengganjal adalah tidak tersedianya radio fm. Xperia sangat responsif. Setiap sentuhan ke menu atau interface tertentu direspon dengan hampir seketika dengan jeda yang cukup minimal.

Xperia dibekali kamera dengan resolusi terbesar saat ini di perangkat mobil umum 8.1 Mega Pixel. Kekurangan dari kamera Xperia adalah ketiadaan lampu flash namun hanya dibekali dengan lampu led.

Satu kekurangan lain yang juga cukup perlu diperhatikan adalah ketahanan baterai. Harus disadari dengan spesifikasi hardware yang cukup tinggi tadi xperia x10 cukup boros energi. Xperia x10 bisa bertahan 24 jam lebih dalam pemakaian wajar sedikit koneksi data, telpon tak terlalu banyak dan sedikit multimedia. Namun dengan pemakaian intensif, browsing terus menerus, memutar musik online, streaming video, baterai xperia x10 akan kering dengan sangat cepat.

Oke karena reviewer sudah agak ngantuk langsung loncat ke kesimpulan saja. Secara umum Xperia x10 adalah salah satu handset android tercanggih saat ini. Kekurangan yang cukup besar adalah tiadanya radio fm, versi android yang ketinggalan dan baterai yang agak boros. Kelebihan terbesar dari xperia x10 adalah di ukuran layarnya yang sangat besar dan resolusi kamera yang cukup tinggi. Mengharapkan suatu produk yang sempurna tentunya adalah hal yang mustahil. Dengan kelebihan yang dimiliki jika anda memiliki budget nganggur lebih, mencoba xperia x10 bukanlah pilihan yang terlalu buruk.

Kisaran harga pada saat post ini dibuat adalah 6.500.000.

5 thoughts on “Review Sony Ericsson “Android” Xperia X10 – Haruskah anda membelinya?

  1. diaz berkata:

    Sbnrnya klo ngeliat tampilan luarnya tertarik utk beli tp qra2 androidnya bs d upgrade gk ya? trs, SonEr qra2 akn mluncurkan produk sejenis tp yg ad radionya + androidnya dah 2.1 gk?

  2. anton berkata:

    gw pengguna baru xperia 10. sebelumnya gw memakai blackberry gemini. secara kinerja xperia10 bagus, namun seperti yg telah diulas diatas daya tahan batere memang masih sangat kurang, utk 1 x charger hanya dapat digunakan 12 jam (utk yg yg aktif browsing kaya gw), mungkin karena layarnya yg besar dan prosesor yg besar pula. overall i love dis phone.

  3. iwan berkata:

    Sejak awal november 2010, X10 sudah bisa diupgrade ke Android 2.1, namun semua fitur yang ditawarkan oleh ver 2.1 tidak semuanya bisa diaplikasikan ke X10, misal fitur multi-touch (seperti di iPhone), hal ini karena keterbatasan hardware dari X10 sendiri. X10 dari awal memang didesign untuk menjalankan OS Android 1.6, dimana OS tsb memang tidak mendukung multi-touch.
    Review upgrade dan cara upgrade-nya bisa kalian lihat di youtube. Semoga membantu.

  4. Reza berkata:

    wah gaswatt boss,,, ane trtarik bgt ma ni hp,,, tp koq g ada radio fm, kmra video call & lampu flash ya??? mang g trlalu pntinx sich,,,tp bwt ukuran hp mahal ttp aja ngeganggu bgt…sonyericsson payah ahh…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s