Review Nintendo DS Lite – Haruskah Anda Membelinya

Intermezo
Jaman sekarang semuanya serba sibuk. Waktu luang adalah sesuatu yang sangat berharga. Sangat sayang jika waktu dihabiskan untuk sesuatu yang tidak signifikan. Apa saja sih aktivitas yang tidak signifikan? Banyak. Nongkrong di mall terlalu sering, browsing-browsing internet tanpa tujuan, nonton infotainment tanpa henti, bermain game terus-terusan. Itu sebagian daftar, sisanya tambah saja sendiri.

Oke di daftar terakhir tadi ada aktivitas tidak signifikan bernama ‘bermain game’. Namun meski tidak signifikan toh tidak dapat diingkari, gaming adalah aktivitas yang menyenangkan. Asal saja kita bisa menarik batas, tidak over dosis menghabiskan waktu di sana. Lagi pula juga, sampai sekarang MUI belum mengeluarkan fatwa haram bermain game. Jadi selama kita tidak bermain game sambil makan babi, sepertinya tidak akan ada masalah yang terjadi.

Bicara konsol game kita dapat memilih 2 pendekatan. Portable gaming dan non portable gaming. Non portable gaming meski jika mau masih bisa dibawa-bawa namun agak sedikit maksa karena tetap membutuhkan tv. Portable gaming lebih mudah diboyong kemana pun kita mau. Gaming di restroom, di halte sambil menunggu bis (jika tidak was-was ada copet atau preman yang malak), atau yang paling sederhana sambil tiduran di kasur. Atau mau gaming sambil koprol, tidak ada yang melarang.🙂

Post ini akan mencoba mereview salah satu gadget game fenomenal dua tiga tahun terakhir ini Nintendo DS. Meski secara generik saya menyebut Nintendo DS, namun dalam beberapa konteks kalimat itu pun bisa saja merujuk famili lain Nintendo DS seperti DS Lite, DSi atau yang terbaru DSi LL a.k.a DSi XL yang ukurannya segede gaban itu. Post ini sendiri secara spesifik mereview Nintendo DS Lite  dan opini apakah benda ini layak untuk dibeli. Bicara non portable konsol, piala jumlah penjualan untuk satu dekade terakhir sepertinya da di famili playstation. Mulai dari PS1, PS2 hingga terakhir PS3. Namun bicara konsol portable, piala kesuksesan sepertinya masih dipegang salah satu dedengkot paling tua dari dunia bisnis hardware game, Nintendo. Setelah bertahun-tahun terus merajai penjual konsol portable dengan gameboy, gameboy color dan gameboy advance, kehadiran Nintendo DS di tahun 2004 benar-benar menawarkan revolusi yang cukup unik di dunia game.

Review
Nintendo DS hadir dengan cukup nyentrik. DS adalah singkatan untuk Dual Screen. Ya, konsol ini mempunyai dua buah layar. Satu layar di bagian tutup konsol sebelah atas. Dan satu layar touchscreen di tengah-tengah. Sebuah mic pun hadir untuk menawarkan pengalaman gaming yang benar-benar unik.

Paket penjualan Nintendo DS Lite terdiri dari kardus (ya iya lah), handset Nintedo DS Lite, charger, dua buah stylus. Beberapa penjual juga langsung memberi paket tambahan berupa EDGE card dengan micro SD (akan saya jelaskan nanti), silicon, anti gores dan pouch. Pastikan anda memperolehnya kardus, kecuali anda beli DS Lite di Poncol dekat pasar senen. Meski pun juga ketika Nintendo DS sudah dimainkan kardus tidak menjadi prasyarat mutlak, paling tidak dengan adanya dus, harga jual kembali tidak terlalu jatuh-jatuh amat. Handset Nintendo DS, terdiri dari beberapa pilihan warna, namun saya sendiri memilih merah. Charger NDS, standar 220 V warna abu-abu. Stylus? Kecuali anda orang yang baru turun gunung setelah bertapa 30 tahun, pasti tau benda ini. Inilah nyelenehnya Nintendo yang cukup innovatif mengeluarkan gadget dengan interaktifitas yang agak radikal. Stylus itu seperti pensil berujung lembut, berbahan plastik, yang berguna untuk berinteraksi dengan layar bawah touch screen nintendo ds. Kenapa harus 2? Sebab dari pengalaman benda kecil seperti stylus itu gampang hilang. Jadi dengan adanya cadangan hilang satu tidak akan menjadi masalah. Tapi kalau hilang dua-duanya ya beli lagi. Banyak kok sekarang yang menjual stylus-stylus NDS TW, warna-warni pula.

Benda-benda tadi ada di paketan resmi Nintendo DS. Sekarang saya akan mencoba menguncover gadget Nintendo DS itu sendiri. Nintendo DS berdesain clam shell. Seperti laptop tapi dimensinya kecil. Desain seperti ini sangat menguntungkan sebab 2 layar NDS akan sangat terlindung dari kotoran dan gores. Ketika dibuka langsung terlihat dua layar NDS. Dua speaker ada di kiri dan kanan layar atas. Di kiri dan kanan layar touch screen ada joy pad. Sebelah kiri adalah D pad atas, bawah, kiri dan kanan. Sebelah kanan ada tombol A, B, x dan Y. Tombol start dan select ada persis di bawah tombol ABxy. Di punggung kanan dan kiri terdapat tombol R dan L.

Di bagian bawah Nintendo DS, terdapat slider volume suara, jack connector headset 3.5mm dan connector proprietari untuk microphone. Selain microphone, di tengah bawah terdapat slot yang berukuran sangat besar tempat untuk memasukan cartridge Gameboy Advance (GBA). Yup, satu kelebihan yang menarik dari Nintedo DS Lite adalah backward compatible dengan game-game GBA. Di samping kanan terletak slider power Nintendo DS. Jadi untuk mematikan atau menyalakan Nintendo DS tinggal geser ke atas saja slider power tersebut. Di bagian atas, di tengah-tengah tombol R dan L adalah slot untuk cartridge game NDS.

Terakhir tadi saya menyebut cartridge. Untuk yang baru mulai bermain game di era playstation dan tidak pernah menyentuh portable console pasti akan garuk-garuk kepala saat saya menyebut cartridge. Jaman dahulu kala🙂 sebelum era media optikal CD dan DVD, game di distribusikan dalam media cartridge. Sebutlah Nintendo 8 bit, SNES, Sega megadrive hingga Nintendo 64. Konsol portable sebelum NDS seperti Gameboy Advance pun sama menggunakan cartridge. Cartridge itu sendiri adalah perangkat elektronik yang berisi piranti bernama ROM (read only memory) yaitu media hanya baca berisi data-data game. Keunggulan dari cartridge adalah kecepatan baca yang tinggi dan memungkinkan dimensi konsol yang lebih kecil sebab tidak memerlukan mekanik untuk memutar optik. Kelemahan cartridge (atau keunggulan juga ya???) adalah tidak dapat dibajak seperti CD dan DVD.

Sebelum anda mengurungkan niat membeli Nintendo DS, coba kita lanjutkan paragraf ini dulu. Ya secara harfiah cartridge Nintendo DS tidak mungkin dibajak. Sebagai ilustrasi, harga Nintendo DS Lite saat post ini dibuat ada pada kisaran 1.500.000. Lalu harga cartridge Nintendo adalah… 300.000 hingga 700.000 rupiah. Tapi jangan pernah meremehkan kecerdasan (atau kelicikan ya??) manusia. Tidak lama setelah Nintendo DS diluncurkan orang menemukan metode agar dapat memainkan game NDS tanpa harus membeli cartridge original NDS. Kita tinggal membeli flash card NDS. Ada banyak merk dan tipe flash card seperti EDGE yang saya gunakan, R4 dan seturusnya. Flash card di sini dimensinya persis sama dengan cartridge NDS. Perbedaannya di Flash Card terdapat slot untuk memori eksternal biasanya micro SD tempat kita menyimpan ROM game-game NDS. ROM game NDS di sini adalah file hasil dumping dari cartridge Nintendo DS original. ROM NDS ada banyak di internet berupa file berekstensi .nds. Ketika NDS di boot, system akan meload firmware flash card. Di menu flash card ini kita bisa memilih game yang sudah di kopi ke micro SD. Pilih game dan kita sudah siap bermain. Tentu saja, jika anda merasa mampu membeli cartridge original, belilah.

Game
Sekarang kita akan mencoba mendiskusikan game-game di NDS. Hingga saat post ini dibuat, sudah ribuan library game NDS yang ada di pasaran. Tentunya dengan jumlah game sedemikian akan memakan waktu yang sangat lama untuk memainkan semuanya. Sebelum membahas secara detail, saya akan menguraikan sekilas gambaran umum game-game NDS. Secara hardware, spesifikasi NDS tidak terlalu canggih. Jadi game-game untuk NDS, umumnya memiliki grafik yang tidak terlalu memukau. Jika ingin mencari grafik mungkin saya akan lebih merekomendasikan playstation portable tapi dengan resiko library game yang tidak sekaya NDS. Hal-hal yang menarik dari NDS adalah jenis-jenis game yang sangat variatif. Puzzle, adventure, strategi, platform, RPG, , racing, dating, sport, simulator, sex simulator (saya bercanda untuk yang ini) dan seterusnya. Untuk adventure dan platform kita memiliki Super Mario Bros, Metal Slug, Contra 4, Castlevania Series, Megaman Series. Untuk puzzle ada seri Professor Layton, Scriblenauts (ini sangat unik) dan sebagainya. Untuk strategi ada seri Advance War, Migh Magic Clash Heroes (saya sangat senang game ini), hoshigami (porting dari playstation). Daftar menjadi sangat panjang untuk RPG seperti final fantasy series, Kingdom Hearts, Suikoden Tierkries, Mario Bowser Inside Story dan lain-lain. Di list racing ada mario cart, grid, sayangnya tidak ada grand turismo. Untuk game olahraga, fifa dan pro evolution pun ada di sini. Dan seterus-serterusnya.

Hal menarik lain dari NDS, selain bisa menjalankan game, dengan bantuan flash card NDS pun bisa menjalankan aplikasi rumahan yang disebut homebrew. Meski belum terlalu banyak tapi banyak aplikasi-aplikasi yang menarik. Yang sudah saya coba diantaranya, DS Organize, Moonsheel (multimedia player) dan DS Linux.

Kekurangan
Sebenarnya hampir tidak ada kekurangan berarti dari Nintendo DS. Kecuali beberapa hal tidak signifikan berikut. Pertama, jika saja dimensi layar bisa cukup sedikit lebih besar mungkin pengalaman gaming bisa lebih menyenangkan lagi. Kekurang ini akan terasa bila ada gamer yang sudah bermata minus. Pasti akan agak kesulitan bisa harus membaca dialog-dialog panjang di game. Tapi kekurangan ini nampaknya diantisipasi secara agak lebay oleh Nintendo dengan merilis Nintendo DSi LL. Kekurangan kedua volume default speaker sangat kecil. Suara akan terdengar jelas jika kita ada di tempat sepi sendirian. Namun suara akan hampir tidak terdengar di tempat ramai. Solusi untuk kekurangan ini adalah memakai headphone atau membeli speaker eksternal.

Kesimpulan
Dengan harga yang seperti sudah disebut di atas, jumlah library game yang sangat banyak, pendekatan yang nyeleneh, Nintendo DS adalah gadget sempurna untuk dimiliki. Jadi jika yang punya uang sejumlah sekian dan bingung mau diapakan, langsung saja kunjungi toko game terdekat di kota anda. :p Ok semoga ulasan di sini dapat bermanfaat.

2 thoughts on “Review Nintendo DS Lite – Haruskah Anda Membelinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s