Review The Curious Case of Benjamin Button

benjamin-button-booknewNonton pada akhir Februari 2009 di rumah, di laptop🙂

Percayakah anda jika ada orang di dunia yang umurnya berjalan mundur? Terlahir dengan penampilan tua, namun seiring berjalan waktu wajahnya, tubuhnya, kulitnya justru menjadi seperti orang muda. Ternyata ada orang seperti ini. Benjamin Button.

Button dilahirkan tepat pada hari kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli sekitar tahun 1920-an. Ibu kandung Button meninggal saat melahirkannya. Shock melihat rupa bayi Button yang seperti monster, ayah Button kehilangan akal dan ingin membuang Button kecil. Button pun terdampar di sebuah panti jompo, ditinggal oleh ayah kandungnya sendiri.

Dengan penuh kasih sayang, Button diangkat anak oleh pasangan pengurus panti jompo. Di panti jompo tersebut Button tumbuh dari bayi seperti monster menjadi anak remaja bertampang seperti kakek-kakek berumur 80 tahun namun dengan tinggi badan seperti anak-anak lainnya. Di panti jompo itu pula, Button bertemu dengan cinta sejatinya, Daisy, seorang anak gadis hampir seusia Button, namun tentunya dengan usia yang berjalan normal ke depan.

Film kemudian akan banyak bercerita tentang kisah percintaan Button dengan Daisy. Di usia 20-an Button memilih untuk bertualang ke berbagai tempat sebagai awak kapal laut. Bertemu dengan beberapa orang, termasuk wanita lain, meski pada akhirnya cinta Button hanyalah untuk Daisy.

Untuk sebuah film berdurasi hampir 150 menit, The Curious Case of Benjamin Button tidak terlalu membosankan untuk diikuti. Modal ide cerita yang sangat unik, kisah pria dengan usia yang berjalan mundur, berhasil diterjemahkan dengan sempurna ke atas layar film. Bagian paling menarik dari film adalah saat usia Button mencapai seperti layaknya anak belasan tahun. Button mulai lupa masa lalunya, siapa dirinya dan orang-orang yang pernah ia kenal. Umurnya pun terus berjalan mundur seperti anak balita. Lupa cara berjalan, lupa cara berbicara. Hingga akhirnya ia kembali menjadi bayi yang tidak bisa apa-apa dan meninggal di pangkuan kekasihnya.

Satu-satunya kekurangan dari film ini adalah adegan-adegan seks yang meski tidak terlalu vulgar namun terlalu banyak diekspos. Ya inilah film yang diimpor dari negara liberal seperti Amerika. Secara keseluruhan The Curious Case of Benjamin Button layak mendapat 4 dari 5 point. Film yang cukup layak untuk dilihat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s