GPS Traveler

“Satu kilometer di depan belok kanan.” Kata seorang pria padaku.
“Oke-oke.” Kataku membalas.
“Lima ratus meter di depan belok kanan, lalu belok kiri.” Pria tadi lanjut berbicara.
“Ya ya.” Balasku lagi.
Beberapa saat kemudian. “Ikuti terus jalan beberapa saat.” Lalu. “Empat kilometer di depan putar balik”. Tidak lama berselang. “Satu kilometer di depan, anda tiba di tujuan.”
“Makasih ya.” Ucap ku.

Pasti pada heran ga jelas, percakapan macam apa yang terjadi di atas. Yup, lagi coba-coba mencicipi teknologi navigasi. Softwarenya Nokia Map 2.0 dengan Gadget Nokia 5800 XM. Merasa sangat kagum saja, dengan kecanggihan teknologi yang diciptakan manusia. Bisa tracking posisi dengan presisi yang cukup tinggi.

GPS adalah kependekan dari Global Positioning System. Pemposisian objek di permukaan bumi dengan bantuan satelit. Herannya, dari sekitar 32 satelit GPS yang mengorbit semuanya dimiliki DoD (Dephan) Amerika Serikat. Semoga servisnya bisa terus gratis selamanya.

GPS sendiri pada dasarnya hanya memberikan posisi berupa dari suatu objek yang biasanya berupa koordinat lintang dan bujur dengan presisi hingga sekitar puluh meter. Dengan presisi sedemikian GPS cukup layak menjadi perangkat bantuan bernavigasi. Informasi koordinat, tidak akan berguna bila tidak disinergikan ke suatu media penerjemah. Media paling efektif untuk pensinergian tersebut adalah peta digital. Nah loh, peta kan sudah ada sejak lama, apa kelebihannya peta digital? Ya, benar, ada sebuah kelebihan peta digital yang bersinergi dengan GPS dibandingkan peta konvensional. Hal tersebut adalah adanya umpan balik otomatis posisi suatu objek (objek tersebut bisa diri kita sendiri) langsung pada peta. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh peta konvensional.

Dengan kemampuan tersebut teknologi positioning memiliki ruang lingkup penerapan yang sangat luas. Yang utama mungkin adalah navigasi, pemetaan, Location Based Service (LBS), tracking, dan sebagainya. Tentunya teknologi ini sangat membantu mempermudah kehidupan kita.

Secara pribadi saya baru tertarik pada GPS setelah melihat film The Day After Tomorrow. Di film tersebut ayah si pemain utama (saya lupa nama-nama tokoh pemainnya) berkelana ke New York yang tertutup es di jaman es baru untuk mencari anaknya. Karena semua gedung sudah tertutupi salju hingga sedalam ratusan meter, si ayah tadi melacak posisi anaknya menggunakan GPS. Keren banget. Pada saat The Day After Tomorrow dirilis GPS masih belum seumum sekarang.

Baru setelah itu mulai familiar dengan merk garmin, meski tidak pernah berinteraksi secara langsung juga. Tidak lama berselang Nokia merilis ponsel GPS pertamanya Nokia N 95. Sempat sangat menginginkan gadget tersebut. Tak lama Nokia merilis handset ponsel yang bahkan dilabeli navigator, Nokia 6110 Navigator. Iklannya pun cukup lucu, seorang astronot berkelana di planet antah berantah menggunakan bantuan GPS di Nokia 6110. Ketika akhirnya tiba, di tujuan, ketika pintu dibuka, sesosok monster telah menunggu. Ternyata… monster itu adalah kawan astronot yang menggunakan kostum. Si astronot pun bukan astronot sama sekali, selain kostumnya.

Setelah 6110 Navigator, beberapa handset Nokia seri N pun dibekali oleh GPS. Terakhir Nokia juga merilis Nokia 6210 Navigator penerus 6110. Sempat ingin membeli, sebelum akhirnya keluarlah Nokia 5800 XM.

Oke itu sekilas tentang GPS. Seperti kata iklan PLN yang basi, GPS untuk hidup yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s