Partner to the wedding party

Beberapa hari lalu di waktu pagi datang sebuah undangan ke rumah. Pernikahan sahabat saya. Tertulis di undangan tersebut “John K. L & partner”. Padahal saya paling bete jika orang menyingkat nama saya dan paling malas bila orang dengan seenaknya menyelipkan huruf “h” di nama depan saya. Nama saya “Jon” bukan “John” apalagi ada yang ngasal menulis “Jhon”. Tapi saya maklumi kok, kata banyak orang memang nama saya aneh. Tapi saya menikmatinya, paling tidak orang akan cukup mudah mengingat saya.

Kembali lagi ke masalah undangan tadi, selain nama yang salah tulis tadi, kata “& partner” agak mengganggu juga. Ada 2 hal yang menjadi tujuan dilaksanakannya pesta pernikahan. Pertama adalah memberikan selamat dan doa bagi mempelai agar dapat membangun rumah tangga yang baik. Kedua adalah memberikan dorongan bagi handai taulan yang datang dan belum berumah tangga untuk dapat menyusul segera menikah juga. Nah pertanyaannya gandengan apa yang akan saya bawa di pesta pernikahan tersebut sehingga di obrolan-obrolan dengan kawan-kawan nanti bisa selebatan bercerita “ini loh calon gw”  he.. he..

Saya pun sempat berpikir untuk memcahkan masalah tersebut. Datang sendirian ke hajatan orang bukanlah hal yang menyenangkan. Kalau perlu, jika ada kambing betina, gw ajak dia juga deh.

Jon: “Bing, hari minggu nanti lo ada acara gak?”
Kambing Betina: “Mbek.. Mbek..” (artinya: nggak ada, ada apa emangnya?)
Jon: “”Temenin gw ke kawinan Noni yuks.”
Kambing Betina: “Mbbbek,, MMMbek..” (artinya: ogah, pegi aja sendiri!)
Jon: nggak bisa berkata-kata lagi, kambing aja nolak gw..

Wakaka, kalau percakapan fiksi di atas beneran terjadi kayaknya lucu banget ya. He.. he..

Sepulang dari Puncak barusan akhirnya gw putuskan meluncur bareng Revalina. Nah itu ternyata ada barengannnya. Kawanku buat yang belum tahu, Revalina itu motor merah gw. Jadi berangkat ke sononya sendiri-sendiri juga. Hiks sedih banget ya. Tapi nggak kok, silaturahmi kayak gini ga boleh diputusin, kayak agak kurang make a sense untuk ga datang ke hajatannya sahabat karena ga ada barengan. Sahabatku, semoga kalian dapat menempuh hidup baru yang lebih baik. Insya Allah gw akan segera nyusul. With the prettiest girl in  the world. Either her heart and her appearence. Amin.

3 thoughts on “Partner to the wedding party

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s