Tukar Guling

Cerita sehari Rabu 26 Nopember lalu.

Hari selasa, listrik di kantor kalibata padam. Ada sedikit keributan antara tenant di lantai 1 dengan tenant di lantai 2. Buah keributan tersebut, listrik satu rukan di blok 4 c dipadamkan. Aneh ya. Nah, karena hal tersebut, pada hari Rabu, gw dan officer (maksudnya pegawai kantor) yang lain mengungsi ke Menara Mulia semanggi. Oleh karena berangkat ke Menara Mulia, gw memutuskan untuk menumpang bis umum saja, dari pada naik motor. Alasan pertama, ke Semanggi cukup jauh. Alasan kedua, parkir di Menara Mulia mahal bukan kepalang.

Pagi-pagi pun gw berangkat dengan sebuah ransel dan tas selempang. Bawa dua tas dengan sebuah laptop di masing-masing tas. Agak trauma menjejalkan laptop di dalam 1 tas. Pengalaman lalu, gw harus mengeluarkan uang hampir 2 juta untuk mereparasi LCD. Jadi di hari tersebut gw melakukan tukar guling laptop. Hah, laptop ditukar dengan guling? Enggak kok, mau upgrade laptop aja. Laptop kerja yang lama harus segera diganti, karena sudah agak kurang produktif. Laptop lama harus gw kembalikan ke kantor.

Berangkat dari rumah agak kesiangan, baru jam 7.30 gw cabut. Ke depan dianter naik motor, terus nyambung naik bis ke Cileungsi. Lumayan lebih murah dibandingkan ngangkot. Sesampai Cilengsi si bongsor AC 137A sudah nangkring menunggu. Langsung naik mengambil posisi duduk favorit di bangku dua agak depan dekat jendela. Sekitar jam 10 gw sampai semanggi komdak. Turun dari bis, nyebrang jembatan penyebrangan terus jalan sekitar setengah kilo ke Menara Mulia.

Aktivitas gw di kantor sampai jam 4.30. Setelah itu gw pamit duluan ke temen2 karena harus nganter guling (maksudnya laptop) ke Kebayoran. Aih malasnya naik turun bis. Jalan lagi ke arah komdak. Nyebrang jembatan lagi dan naik bis Ac pertama menuju Blok M yang pertama datang. Tumben agak macet Parah sepanjang Sudirman ke arah Blok M. Gw turun di Al Azhar. Nyebrang jembatan, jalan lagi sekitar setengah kilo juga. Pegel bahu pula memanggul ransel dan menyelempang tas. Kayaknya harus segera beli ransel baru. Tas selempang tidak di rancang untuk membawa beban terlalu berat.

Sampai di kantor kebayoran gw taro laptop, minum2 sebentar, tadinya mau makan goreng singkong pake kopi gitu, tapi ternyata lagi habis. Tak lama gw pun langsung pamit pulang kembali ke Halte Al Azhar. Nunggu bis sekitar 20 menit dan meluncur pulang ke rumah. Akhirnya sampai juga sekitar setengah sembilan malam. Eudan. Hampir 4 jam di perjalanan.

He.. he.. agak gak penting sih menceritakan rutinitas basi. Tapi seru aja. Sebuah kehidupan yang ingin terus gw nikmati dan produktif di dalamnya. Mencapai hal-hal gemilang dan mampu memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitar gw. Gw pun tak akan pernah berhenti berusaha dan bersyukur, karena gw tahu, hidup ini indah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s