Lebaran dan Check Point

Selamat hari raya idul fitri! Semoga belum terlambat mengucapkan, maklum baru online di internet lagi setelah libur lebaran. Dalam menyambut momen tersebut postingan ini pun diluncurkan. Sesuai judulnya ada 2 point yang ingin saya curahkan dalam tulisan. Tentang lebaran itu sendiri dan check point.

Pertama tentang lebaran. Seperti tahun-tahun sebelumnya saya tidak kemana-mana lebaran kali ini. Karena dilahirkan sebagai “orang kota” jadinya tidak bisa pulang kampung alias Mudik. Jadinya di rumah aja deh. Lebaran kali ini juga tidak bikin kue. Tapi si nyokapku lagi agak ngaco, heran, beli daging sampai 14 Kilo. Sampai saya jadi mabok daging, karena kebanyakan makan. Tapi untuk ngirim-ngirim ke tetangga juga sih.

Masih tentang lebaran, di hari kedua syawal, setelah bertahan melawan penyakit lebih dari sekitar 5 bulan, bibiku (adik kandung ibuku) akhirnya harus berpulang. Sebuah momen yang sangat berat sekali dan terkadang masih membuat saya sangat bersedih dalam hari-hari belakangan. Sejak lahir saya belum pernah mengalami kehilangan keluarga dekat. Saya besar dengan orang tua lengkap, dan alhamdulillah hingga kini ayah dan ibu saya masih segar dan sehat walafiat. Demikian juga kakek dan nenek dari ibu yang masih cukup segar di usia senja mereka. Namun disinilah misteriusnya ajal, justru di usia sekitar 40, bibi saya harus meninggal dunia, bahkan mendahului  orang tuanya sendiri. Yang lebih tragis, bibi meninggalkan tiga orang anak yang masih kecil-kecil. Sesuatu pun akan terasa berharga bila sudah lepas dari tangan kita. Dalam hidup ingatlah mati, karena seringkali ia datang mendadak tanpa memberi kabar.

Point kedua adalah berkaitan dengan check point. Dalam balapan check point adalah titik tertentu ketika waktu para pembalap dikalkulasi, sehingga bisa dilakukan pengurutan posisi. Pada game, check point adalah titik tertentu dimana gamer dapat kembali mengulang bila mengalami kegagalan tanpa harus mengulang jauh dari awal. Check point adalah titik khusus. Titik dimana kita bisa berevaluasi dan merenung. Dari banyak momen-momen waktu sepanjang tahun, ada beberapa waktu spesial yang layak dijadikan check point. Bagi saya titik tersebut diantaranya adalah tanggal kelahiran, tahun baru dan idul fitri. Pada momen tersebut, setelah merenung dan berevaluasi biasanya akan terlahir seusatu yang bernama resolusi. Pada kali ini pun saya telah mengeluarkan resolusi. Mencoba tidak untuk muluk-muluk, agar tidak basi di tengah jalan seperti resolusi-resolusi yang lalu. Pertama saya ingin agar dapat lebih mencintai dan menghormati diri sendiri (love and respect yourself). Kedua saya ingin mulai melakukan segala sesuatu dengan sebaik dan sesempurna mungkin (commit to execellence).

Postingan lain mungkin akan membahas detil-detil dari resolusi tadi. Selamat hari raya idul fitri, semoga kita dapat kembali menjadi fitri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s