Ramadhan, Tarawih dan Kualitas Ibadah

Hari ke-20 puasa.
“Yok tarawih elo udah bolong berapa?” Tanya saya pada seorang kawan.
Yoki diam sebentar. “Lima kali kayaknya deh. Elo?”
“Belum..” Jawab saya singkat.
“Belum bolong sama sekali?!” Tanya Yoki kagum.
“Belum tarawih sama sekali.”

Bulan ramadhan itu ibarat cuci gudang pahala. Seperti harga barang-barang bagus yang dibanting harganya di departemen store, Allah Swt melakukan sale pahala. Setiap ibadah memiliki pahala yang berkali-kali lipat nilainya. Yang mubah senilai sunah, yang sunah senilai fardhu dan yan fardhu menjadi berkali-kali lipat lagi nilai pahalanya. Sebenarnya akan menjadi tindakan yang sangat disayangkan bila kita tidak memanfaatkan kesempatan sale tersebut.

Orang-orang saleh yang beriman tinggi berbahagia bukan kepalang ketika didatangi ramadhan, sedih bukan main ketika ditinggalkannya. Orang-orang edan tidak merasa apapun ketika bulan ramadhan datang, dan bahagia menjelang lebaran karena akan membeli baju baru dari uang THR.

Pada kebanyakan orang, puasa masih menjadi rutinitas hampa. Sahur di pagi hari, puasa menahan haus dan lapar (itu saja) di siang hari dan berbuka ketika maghrib. Ya itulah malangnya kebanyakan orang hanya mendapat haus dan lapar dalam puasanya. Padahal jika ditelusuri ada banyak sekali hikmah positif yang ada dalam ibadah puasa. Pertama puasa itu menyehatkan. Sudah banyak penelitian dan literatur yang membenarkan hal tersebut. Kedua puasa akan meningkatkan rasa solidaritas dan peduli pada sesama. Pada satu waktu di siang hari puasa cobalah merenung sejenak, bagaimana rasanya ketika banyak saudara kita di luar sana yang kelaparan dan kehauasan tidak mendapat makan. Kita masih beruntung masih bertemu buka ketika bedug maghrib bertalu-talu. Meski hanya dengan ikan asin dan teh celup yang sudah dipake 5 kali (tehnya jadi bening). Ketiga, puasa menjadi ajang mendisiplinkan dan mengendalikan diri dari melakukan hal-hal yang tidak baik. Contoh, bila dalam keadaan lapar kita dapat menjadi orang yang bersabar, tentunya itu akan lebih mudah dilakukan ketika ketika sedang kenyang. Keempat puasa adalah bulan sale pahala dan kesempatan menghapus dosa-dosa masa lalu.

Demikianlah berkoar-koar lebih mudah dari melakukan. Jadi kenapa kamu belum tarawih sama sekali sampai malam ke 20? Jam kerjaku, kawanku. Nanggung. Saya baru keluar kantor secepatnya pukul 17.00. Perjalanan ke rumah memakan waktu 3 jam ++. Jadi sampai di rumah pukul 19.00 lewat. Sudah males ngapa-ngapain karena badan sudah lemas merindukan kasur. Alternatif lain adalah tarawih di jalan. Di masjid mana, gitu. Tapi godaannya kuat juga. Itu artinya saya akan baru sampai rumah setelah pukul 22.00. Alamak capek sekali ya untuk mereguk pahala. Alternatif lainnya, resign dari pekerjaan. Walah, saya baru 3 bulan kerja nih. Tabungannya masih belum cukup untuk DP Nissan X-Trail. Ya demikianlah syaitan selalu punya sejuta alasan. Tapi malam ke-21 kemarin akhirnya saya tarawih juga loh. Senangnya.

Bung jangan mengangkat masalah tanpa memberi solusinya. Tentu saja, berikut adalah beberapa solusi yang terpikir di kepala saya untuk dapat meningkatkan kualitas ibadah di bulan ramadhan dan bulan-bulan lainnya. Pertama ingat mati. Kalau anda tahu anda akan mati besok, apa yang akan anda lakukan? Kawan saya yang edan menjawab, KAWIN! Tentu saja untuk orang tidak edan dan tidak agnostik akan mengambil kesempatan untuk bertobat sedalam-dalamnya agar tidak disiksa banget-bangetan di akhirat kelak. Rasulallah pun berkata sholatlah seakan-akan ini sholat terakhirmu. Demikian pula untuk puasa dan ibadah-ibadah lainnya. Solusi kedua, selektiflah dalam bergaul. Kalau tidak mau bau jangan bermain di tempat pembuangan sampah, tapi diamlah di kebum mawar. Pilihlah kawan-kawan dengan motivasi beribadah dan berprestasi yang tinggi. Jika kedua solusi tadi masih belum mempan, carilah anak ustadz yang cantik bukan kepalang. Lalu bilang ke si ustadz bahwa anda ingin belajar agama dengan sebenar-benarnya sambil menarik simpati dengan cara yang benar dan baik, barangkali anda akan dikawinkan dengan anaknya yang cantik tadi. Seperti di film Kiamat Sudah Dekat. Sebab seindah-indahnya harta dunia adalah wanita yang shaleha. Wanita shaleha adalah surga dunia.

Saya sedang mencoba mencari alternatif lain untuk bulan ramadhan tahun depan agar dapat menjalaninya dengan maksimal. Mungkin akan kost dekat kantor atau menjadi pekerja freelance yang tidak terikat jam kerja. Sebab secapek-capek dan sekeras-kerasnya kita bekerja untuk kehidupan duniawi tidak ada setitik pun yang akan dibawa ketika mati, kecuali amal ibadah dan perbuatan baik.

Ingin merubah perspektif pemikiran dengan lebih mudah? Tontonlah Para Pencari Tuhan Jilid dua setiap sahur. Tapi jangan lupa sholat shubuh juga. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga dapat meraih kemenangan di hari idul fitri.

Satu respons untuk “Ramadhan, Tarawih dan Kualitas Ibadah

  1. Cecep Mahbub berkata:

    kost deket tempat kerja, itu solusinya. dulu saya pulang pergi jakarta tangerang (naik bis, dan tangerangnya jg pelosok), ya seperti itu 3 jam.

    sesudah ngekost, rasa capek itu berkurang drastis 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s