Motor versus angkutan umum versus mobil

Mobilitas manusia zaman sekarang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta. Bukalah mata setiap pagi dan sore di hari kerja, akan kita saksikan lautan aliran kendaraan dengan manusia-manusia di dalamnya berlalu lalang. Dengan kisah dan cerita hidupnya masing-masing. Jika lalu lalangnya untuk jarak yang dekat, mungkin tidak masalah. Tapi, Jakarta masa kini adalah tempat pencarian kehidupan untuk jutaan orang-orang dari sekeliling Jakarta. Bekasi, Bogor, Tangerang, Sukabumi dan mungkin Bandung.

Ada 2 mode utama transportasi yang biasa digunakan orang dalam mobilitasnya sehari-hari. Transportasi umum dan transportasi pribadi. Karena karakternya yang unik transportasi pribadi akan kita kategorikan lagi menjadi transportasi roda dua dan transportasi roda empat. Post “tidak penting” ini akan mencoba membahas untung-rugi dan enak-tidak enak menggunakan moda-moda transportasi yang ada. Yang dibandingkan adalah motor, angkutan umum (termasuk bis, angkot, kereta, dsb) dan mobil. Untuk yang bolak-balik berpergian naik helikopter, mohon maaf, kisah anda belum bisa saya bandingkan saat ini. Mungkin nanti. 🙂

Oke yang pertama adalah motor. Semua orang Jakarta tahu Jakarta semakin hari semakin macet. Semakin hari semakin semrawut dan tidak nyaman. Bos saya bahkan pernah bercanda, semakin hari semakin banyak orang Jakarta mati muda karena stress bukan kecelakaan (saya dan bos saya orang Bogor, bukan orang Jakarta dan di Jakarta agak sulit terjadi kecelakaan karena kendaraaan tidak bisa berjalan kencang). Motor adalah pilihan manis di tengah ketidaknyamanan yang ada untuk melintasi rumah ke tempat kerja, ke sekolah, ke kampus dan sebaliknya. Keunggulan utama motor adalah kecepatan. Jika kemacetan tidak terlalu stuck, motor masih bisa mengalir di sela-sela moibil-mobil yang mengantre di jalananan macet. Sambil membagi rasa was-was juga kepada para pengendara mobil bagus (motor paling senang menyelip di tengah-tengah mobil sambil hampir menyenggol-nyenggol spion mobil orang). Motor pun bisa seenaknya zig-zag mencoba mencari lintasan yang paling cepat. Motor hampir tidak terpengaruh peraturan lalu lintas. Motor bisa bebas berjalan ke arah berlawanan, bisa mengendap-endap menerobos lampu merah (ketika semua orang lain melanggar, orang yang tidak melanggar adalah yang salah), bisa naik ke atas trotoar bila tidak sabar. Jadi itulah keunggulan utama pengendara motor. Cepat dan fleksibel.

Keunggulan kedua menggunakan motor adalah murah. Apalagi bila kapasitas mesin motor yang dimiliki adalah kapasitas irit. Maka dari itu semakin hari motor semakin laris, apalagi dengan dukungan kredit kepemilikan motor yang terlihat sangat mudah.

Oke tadi adalah hal-hal yang menyengkan dari mengendarai motor ke tempat aktivitas setiap harinya. Hal-hal tidak enaknya akan dibahas berikut. Pertama, motor adalah kendaraan paling berbahaya yang pernah diciptakan manusia. Mengendarai motor memiliki resiko yang sangat besar. Pengendara motor kontak langsung dengan lingkungan luar. Pelindungnya hanya jaket tebal dan helm. Sampai dan tidaknya pengendara ke tujuan sangat ditentukan oleh kehati-hatian kita dan nasib. Kalau nasib sedang apes, berkendara hati-hati pun tidak menjadi jaminan.

Ketidakenakan kedua dari mengendari motor adalah ketidaknyamanan. Panas, kepanasan. Hujan, kehujanan. Barangkali 2 kerugian ini adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan transportasi cepat dan murah.

Berikutnya kita akan bahas moda transportasi publik. Enaknya adalah kita tinggal duduk (kalo dapat tempat duduk dan tidak penuh) dan menunggu hingga sampai ke tempat tujuan. Enak yang kedua bisa bertemu bermacam-macam orang, mungkin bisa bertemu jodoh juga. Enak yang ketiga bisa tidur jika mengantuk (saya sering melakukan ini, jika dapat duduk tentunya). Enak yang keempat bisa bertemu tukang dagang dengan dagangan-dagangan yang lucu. Dan sebagainya.

Tidak enaknya naik angkutan umum. Pertama, angkutan umum mahal, setidaknya lebih mahal daripada motor. Angkutan umum juga membutuhkan waktu perjalanan yang lebih lama. Harus menunggu datangnya di halte, harus menunggu ngetemnya. Harus mau dioper-oper (biasanya kalau yang naik metro mini). Tidak enaknya yang lain kalau tidak dapat duduk dan harus berdiri jauh ditambah jalanan macet. Bisa serasa copot kaki karena pegal. Tidak enak lainnya adalah ketemu dengan orang-orang rese seperti pengamen atau perokok tidak punya otak.

Oke yang berikutnya adalah mobil pribadi. Weit tunggu dulu. Saya kan tidak punya mobil. Jadi tidak bisa cerita.

Asumsi saja ya. Kelihatannya sih naik mobil pribadi saat berpergian adalah hal yang paling enak. Nyaman, bisa bebas kemana saja, tidak perlu naik turun, tidak perlu kepanasan dan kehujanan. Tapi apakah selalu demikian? Ternyata tidak juga. Kalau dipikir-pikir saya malah merasa kasihan pada orang-orang yang “terpaksa” berkendara dengan mobil. Tidak enak yang pertama berkendara dengan mobil adalah mahal (kecuali anda adalah orang kaya yang benar-benar kaya). Kedua di Jakarta yang serba macet berkendara dengan mobil adalah penderitaan terberat. Terkunci diam diantara motor yang berseliweran di kanan kiri depan dan belakang nampaknya bukan hal yang menyenangkan. Belum lagi terjepit di sela-sela metro mini, bajaj dan mikrolet yang sedang kebut-kebutan berburu penumpang. Belum lagi mengingat ternyata mobil yang sedang dikendarai adalah mobil kreditan yang baru lunas 4 tahun lagi.

Berbahagialah dimana pun anda berada. Saya masih terus yakin bahwa kebahagiaan sejati tidak diuukur dari materi. Bukan dengan sebagus apa mobil anda atau secepat apa motor anda. Meski saya pun masih terus ingin punya motor yang cepat dan mobil yang bagus. 🙂

2 respons untuk ‘Motor versus angkutan umum versus mobil

  1. nining berkata:

    b’hbng rumah gw jauh banget dr tempat kerja( dr bekasi ke pik )…jadi naik motor adalah alternatif paling tepat, selain untuk hemat ongkos, jg buat hemat waktu….
    cm memang harus extra hati2 buat keselamatan spt yg loe blng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s