Busway: Rapid Mass Transportation atau Suffer Mass Transportation?

Naik busway (maksudnya Trans Jakarta) mungkin cepat (mungkin: artinya belum tentu cepat). Tapi kalau transitnya harus sampai 7 jam kayaknya nanti dulu deh (ini sih dilebih-lebihin biar heboh aja).

Kisahnya pun terjadi kemarin. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama saya kembali menggunakan transportasi umum selain untuk berangkat dan pulang kerja. Senin sore kemarin adalah jadwal saya mengajar. Selain sebagai pegawai swasta, saya adalah freelance private teacher sejak jaman kuliah dulu. Mengais rejeki dari menjelaskan cara menghitung momentum, percepatan, kalor jenis, turunan, kalkulus dan sebagainya ke anak sekolah di rumah mereka.

Malas bercapai-capai ria menggunakan motor saya memutuskan naik bis. Sebenarnya tidak masalah jika hanya untuk pulang pergi kantor. Walau naik umum transportasinya cukup nyaman. Hanya naik angkot (baca angkutan kota) satu kali terus dilanjutkan naik Patas AC. Namun kemarin saya harus berangkat ke Cempaka Putih dari kantor klien di Semanggi. Segan naik Metro Mini/Kopaja, saya memutuskan naik busway (maksudnya Trans Jakarta lagi). Menuju Cempaka Putih saya harus naik busway koridor Blok M – Kota lalu menyembung koridor Harmoni – Pulo Gadung transit di Harmoni. Pukul 17 lebih sedikit saya meluncur dari kantor. Karena halte terdekat adalah Halte Bendungan Hilir (di depan Kampus Atmajaya JL. Sudirman) saya pun harus berjalan dulu dari Menara Mulia sekitar 300 meter. Lumayan agak berkeringat.

Sampai di Halte Bendungan Hilir langsung saya sodorkan uang lima ribu di loket tiket dan mendapat kembalian uang seribu dilipat berbentuk segitiga dengan lima ratus receh terselip di dalam segitiga itu. Masuk ke halte jalur ke arah Kota terlihat sudah dipenuhi cukup banyak orang yang menunggu. Selang 2 atau 3 bis saya baru bisa naik, karena dari tadi bis penuh terus. Bis yang saya naiki pun penuh-penuh juga sih, la wong jam pulang kerja gitu loh. Setelah masuk bis saya langsung berusaha mencari pegangan dan posisi yang enak. Ternyata setelah mencoba-coba beberapa posisi tetap tidak ketemu posisi yang enak, pasrah sambil senderan di tiang, di kepung penumpang lainnya. Yah tapi gak sumpek-sumpek banget sih, banyak cewex-cewex kantor pada pulang kerja juga :).

Ya udah sepanjang jalan udah sabar aja, didorong, disenggol, dipontang-panting (kayaknya kebanyakan supir busway ga bisa nyetir, ga bisa gitu ngerem dan ngegas dengan halus). Setelah sekitar setengah jam akhirnya sampai di Halte Harmoni. Dan perjuangan pun belum usai malahan baru dimulai kayaknya. Melihat orang-orang numplek kayak ikan asin yang sedang mengantri bis ke arah Pulo Gadung. Oh my God. Dengan penuh peluh serta ga berhenti didorong-dorong saya berusaha bertahan mengantri naik ke bus yang lama banget datangnya. Setelah dihitung-hitung hampir setengah jam ngantri akhirnya bisa naik bis entah bis yang keberapa. Sepanjang jalan masih terus didorong dan digencet. Selang sekitar 20 menit akhirnya sampai juga di Cempaka Putih. Pas turun kakiku sampai gemeteran karena pegel dan capek. Langsung turun dari bus, nyebrang halte dan nyambung naik Mikrolet 53 ke arah Tanah Tinggi kemayoran. Di busway tadi sempat kepikiran juga merasa nggak kuat dan pengen langsung pulang ke rumah aja. Maksud hati nggak naik motor biar gak capek, eh malah capeknya banget-bangetan.

Ya udah setelah kelelahan sampai di rumah murid, ngajar sampai jam 9 malam. Pokoknya malam itu saya sampai di rumah jam 11. Cuci muka sebentar terus langsung blek tidur, karena badan udah ga ada rasanya. Nampaknya, nggak-nggak deh lagi naik publik transportation kalo nggak kepaksa banget. Yang masih herannya kok banyak yah, orang-orang yang bertahan dengan standar hidup seperti tadi??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s