Kronik Harga BBM, ada alternatifnya?

Masih cukup teringat ketika dua tahun lalu di 2005 dimana harga Bahan Bakar Minyak naik lebih dari 2 kali lipat. Nampaknya hal yang sama pun akan segera terjadi dalam waktu dekat ini. Meski sebelumnya cukup kuat juga kekukuhan pemerintah untuk mempertahankan harga dan menawarkan berbagai mekanisme antah berantah mulai dari smart card dan segala tetek bengek lainnya. Namun kekukuhan itu luntur juga melihat sikap pemerintah terakhir yang memilih menaikan harga BBM menjadi suatu kepastian meski belum ditetapkan tanggal dan besaran kenaikannya.

Minyak bumi adalah komoditas yang sangat vital. Minyak bumi adalah penggerak dunia saat ini. Mulai dari sektor transportasi, indiustri  dan yang menyedihkan sebagai sumber energi penghasil listrik dominan di Indonesia. Kenaikan harga produk tak terbarukan ini akan sangat memicu kenaikan segala harga. Siapa yang suka harga naik? Yang ada kebanyakan orang suka gratisan. Siapa yang paling terpukul? Saya pikir bukan yang naik Toyota Fortuner. Bukan yang mengendarai New Honda Civic. Bukan yang mengemudikan Lexus LS80. Tapi yang paling terpukul orang yang harus berdesak-desakan di Bus Kota. Supir-supir mikrolet. Orang tua yang memikirkan masa depan pendidikan anaknya.Memikirkan ongkos harian yang akan melambung. Biaya hidup yang terus merangkak naik.Terkadang saya berpikir duni amodern adalah dunia yang tidak berpihak pada orang kebanyakan (baca: orang miskin). Dunia saat ini hanyalah berpihak pada para pemegang modal.

Lalu alternatifnya? Untuk saat ini harus diakuai tidak ada pilihan lain selain menaikan harga. Hanya kompensasi kenaikan terutama untuk masyarakat tidak mampu memlalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) harus dijalankan dengan sebaik mungkin. Alternatif yang ada adalah untuk masa depan. Indonesia harus bisa mulai melakukan diversifikasi energi. Pembangkit listrik tidak boleh terlalu tergantung pada BBM lagi. Harus disediakan transportasi masal yang lebih layak, sehingga orang-orang tidak segan meninggalkan kendaraan pribadi di rumah. Sektor penelitian (juga pendidikan) harus mulai mendapat perhatian layak. Indonesia akan sulit maju bila kekuasaan dan intrik politik terus menjadi masalah utama yang diributkan. Sementara pendidikan dan penelitian teknologi tidak pernah dipikirkan.

Barangkali itu uraian pemikiran singkat penulis, meski harus diakuai sangat dangkal dan sangat tidak kritis. Ini adalah bentuk keprihatinan penulis terhadap kondisi saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s