Dark Week

Minggu ini adalah minggu yang kelabu. Banyak hal-hal kurang menyenangkan terjadi. Sangat ingin bisa tetap kuat dan tabah. Tapi selalu ada masa ketika diri ini merasa lemah sekali.

Kegelapan dimulai sejak beberapa hari lalu. Saat itu saya ingin menemui salah satu orang. Who is she!!!!!???? Karena satu dan lain hal saya tidak bisa menemui orang itu, bahkan hingga hari ini. Padahal saya benar-benar ingin bertemu dengannya, menyerahkan satu benda yang semoga bisa membuatnya terkesan.

Sabtu lalu momen yang lebih gelap terjadi. Motor saya diseruduk orang di Cipete. Untung tidak terlalu parah. Handle rem tangan patah, footstep bengkok dan body bertambah lagi lecetnya. Sementara saya sendiri kena lecet di siku lengan kanan. Walaupun demikian, tetap saja kejadian itu membuat saya cukup shock. Apalagi saat mengingat saya hampir pernah mau mati saat dulu pernah juga diseruduk truk. Seram, saya nampaknya harus lebih mawas dan berhati-hati.

korban-jungkir-balik-small.jpg


Belum lengkap, setelah menghabiskan beberapa lembar puluh ribuan memperbaiki kerusakan motor, malam harinya ban dalam motor sobek di makan paku. Ban dalam pun harus diganti, uang pun harus keluar lagi. Saya kembali mencoba untuk tegar dan tersenyum.

Puncak kegelapan adalah hari minggu. Saya melakukan kebodohan terbesar yang pernah saya lakukan sepanjang hidup ini. Sangat tolol dan memalukan, sehingga saya merasa sangat malu bahkan untuk sekedar menceritakan di sini. Semoga juga dari kejadian itu saya lebih menjadi orang yang lebih banyak berpikir setiap sebelum mengambil keputusan. Lebi hberhati-hati dan tidak sembrono. Serta mau memerbaiki diri dan berusaha untuk mencapai targetan-targetan saya, semoga hal ini bisa mengobati kesalahan yang saya lakukan.

Man sometime made a mistake.
Terkadang besar, terkadang kecil.
Terkadang disengaja dan terkadang tak sengaja.
Tugas terbesar dari setiap pembuata kesalahan adalah mempelajari kesalahan tersebut dan jangan pernah sekalipun mengulanginya.
Penyesalan memang perlu. Tapi penyesalan berlarut-larut yang berlebihan pun sebaiknya dihindari.
Ada masanya kita pun harus memaafkan diri dan kembali menjalani kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s