Travelling Plan and Salary++
Halooo, dah lama nih ga freewriting. Nulis bebas gituh maksudnya.
Oke kita mulai dengan kisah tenggorokan yang sakit dan mulut yang sariawan lagi serta perut yang agak-agak tidak karuan. Pasti ini semua efek dari coca cola yang saya tenggak banyak sekali semalam, dan kebanyakan makan saos (tulisannya harusnya saus).
Ya gitulah makanan minuman. Yang enak biasanya ga sehat, yang tidak enaklah yang sehat. Namun tetep aja, misalnya, dibandingkan susu saya lebih suka coca cola.
Cerita selanjutnya adalah mengenai kisah kerja saya. Tadi sore saya baru bertemu dengan big bos di kantor. Inti pertemuan adalah mengenai evaluasi kerja satu tahun pertama saya. Saya masuk 15 Juli 2008. Sekarang sudah Juli 2009, itulah waktu, berjalan dengan sangat cepat. Bagian menarik dari pertemuan tersebut adalah bos menyatakan cukup puas dengan hasil kerja saya selama setahun terakhir. Padahal saya sendiri justru merasa kurang. Bagian terpenting dari pertemuan itu adalah salary++. Tidak terlalu mengejutkan, karena sejak 2 bulan lalu saya sudah meminta hal tersebut. Nilai incrementnya cukup lumayan. Bisa maksa jika ngotot pengen kredit mobil. Jika bicara masalah gaji tidak akan pernah ada habisnya. Hal yang terpenting dari penghasilan bukanlah kuantitasnya namun keberkahannya. Kuantitas melimpah jika tidak berkah, pasti tidak akan terasa bermanfaat. Tentu saja meski demikian tidak ada larangan untuk mencari nilai lebih besar selama dilakukan dengan cara yang benar. How much you’ll be paid is determined by you.
Yang berikutnya adalah mengenai traveling plan. Entah dari mana, keinginan saya untuk jalan-jalan terpicu lagi minggu-minggu belakangan. Pengen mencoba jalan ke Bali setelah lebaran. Sesudah coba jalan ke Singapura dan Asia Tenggara. Baru setelah itu nekad coba ke Eropa. Sambil melancarkan Bahasa Asing. Untuk yang paling deket paling-paling mau solo motor touring deket-deket sini. Bandung, Sukabumi sejauhnya nyoba ke Cirebon. Ingin membuktikan perkataan orang bijak jaman dulu. Konon, sering melakukan perjalanan akan mempertajam hati.
Kursus Bahasa Inggris. Maksimal setelah lebaran, saya harus maksa ngambil kursus Bahasa Inggris. Jika tidak maksa, tidak akan bisa-bisa. Mungkin di ILP Cibubur dekat rumah. Setiap Sabtu atau Minggu.
Angkot traveler. Beberapa minggu belakangan saya mulai suka naik angkot lagi. Komuter 110 KM pulang pergi menggunakan motor amat sangat menghabiskan tenaga jika dilakukan setiap hari. Tentu saja pengeluaran bertambah dengan naik angkutan umum namun energi dapat lebih dihemat dan waktu dapat dimanfaatkan untuk membaca sekedarnya, atau mungkin berkenalan dengan penumpang lain. :p
That’s all for now. Lanjut lagi nanti.





ada lowongan ga bang disana T_T . . .